Risma-Whisnu Antarkan Eri-Armuji Daftar Pilkada ke KPU Surabaya

Risma-Whisnu Antarkan Eri-Armuji Daftar Pilkada ke KPU Surabaya

Risma-Whisnu Antarkan Eri-Armuji Daftar Pilkada ke KPU Surabaya

JawaPos. com –Tri Rismaharini & Whisnu Sakti Buana akan turut mengantarkan pasangan Eri Cahyadi-Armuji mendaftar sebagai peserta Pemilihan Kepala Kawasan (Pilkada) Surabaya ke Komisi Penetapan Umum Surabaya.

”Bu Risma dan Mas Whisnu Sakti adalah ikon kader-kader tangguh PDI Perjuangan di Kota Surabaya serta keduanya akan hadir, ” perkataan Ketua DPC PDI Perjuangan Teradat Sutarwijono seperti dilansir dari Antara pada Surabaya pada Jumat (4/9).

Risma dan Wisnu Ajaib adalah Wali Kota Surabaya & Wakil Wali Kota Surabaya dengan pada Februrari 2021 harus mengakhiri masa jabatannya. Di partai, Risma adalah ketua bidang kebudayaan DPP PDI Perjuangan, sedangkan Wisnu Sakti merupakan salah satu wakil ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Selain itu, Baktiono dan Syaifuddin Zuhri yang zaman Pemilu 2019 meraih suara sempurna peringkat 1 dan 2 sebab seluruh calon legislatif DPRD Praja Surabaya juga akan turut mengantar Eri Cahyadi-Armuji.

”Pengurus pusat hingga anak ranting lapisan RW, anggota dan simpatisan siap. Ini berarti kami  full team  saat mendaftarkan bahan pada pukul 14. 00 WIB nanti, ” ucap Adi Sutarwijono.

Rombongan akan menuju dari kantor DPC PDI Perjuangan di Setail Surabaya dengan penerapan protokol kesehatan ketat, seperti logistik wastefel untuk cuci tangan,   hand sanitizer , kedok, dan penerapan jaga jarak jadi upaya untuk mencegah Covid-19.

Pendaftaran juga akan dimeriahkan atraksi kesenian tradisional Reog Ponorogo, Barongsai, pertunjukan Banjari yang istimewa di kalangan jamaah pengajian, serta pentas pengamen jalanan.

”Kami tampilkan kesenian yang multikultur sebagai pesan kuat agar Eri Cahyadi-Armuji teguh menjaga kebudayaan-kebudayaan lokal, ciri Indonesia, menjaga Bhinneka Sendiri Ika yang hidup harmoni pada Kota Surabaya. Kesenian tradisional lahir subur di kampung-kampung, dan mereka harus dijaga, ” tutur Besar Sutarwijono.

Kehadiran  full team  kader, sekapur dia, menunjukkan kekuatan gotong royong partai yang siap bergerak di Pilkada Surabaya 9 Desember. ”Ini perwujudan dari ajaran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kalau kesolidan kami adalah separo sejak kemenangan. Separo lagi, diwujudkan di dalam kerja-kerja menyeluruh untuk merebut sinting rakyat, ” kata Adi Sutarwijono.

Saksikan gambar menarik berikut ini:

Berkepanjangan Gus Ipul Ikut Pilwali Pasuruan Makin Mulus

Berkepanjangan Gus Ipul Ikut Pilwali Pasuruan Makin Mulus

JawaPos. com – Rekomendasi PDIP kemarin membuat Pilkada Sidoarjo 2020 bisa diikuti tiga bagian calon (paslon). Namun, hingga kemarin baru dua paslon yang sudah mengantongi restu parpol.

Pertama, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik yang diusung PDIP dan PAN. Ke-2, Bambang Haryo Soekartono (BHS)-M. Taufiqulbar yang dijagokan PKS, PPP, Golkar, dan Demokrat. Tinggal PKB, Gerindra, dan Nasdem yang belum menyampaikan rekomendasi. Namun, bagi PKB, situasi itu bukan masalah karena itu adalah partai peraih kursi tertinggi, 16 kursi. Tanpa berkoalisi pun, mereka bisa mengusung paslon tunggal.

Lain halnya dengan Gerindra yang hanya punya tujuh kursi dan Nasdem dua kedudukan. Gabungan dua parpol tersebut belum memenuhi syarat untuk mengusung bahan sendiri. Seperti diketahui, parpol ataupun koalisi parpol hanya bisa memboyong paslon pilkada jika memiliki minimal sepuluh kursi DPRD. Karena itu, Gerindra dan Nasdem harus memastikan mendukung salah satu paslon.

Baca juga: PAN Sepakat Usung Gus Ipul-Adi Wibowo di Pilkada Tanah air Pasuruan

Sekretaris DPC PDIP Sidoarjo Samsul Hadi menyebutkan, setelah ini pihaknya bakal melakukan konsolidasi lebih lanjut. ”Duduk beriringan dengan paslon biar ada kesolidan, ” katanya. Termasuk membahas teks mendaftar ke KPU. ”Tanggal daftarnya belum ditetapkan, ” ujarnya. Samsul menambahkan, penunjukan Kelana-Dwi Astutik telah melalui banyak pertimbangan. ”Bu Dwi Astutik, misalnya, orangnya energik, gampang beradaptasi, targetnya tentu menang, ” katanya.

PDIP Sidoarjo hanya memiliki sembilan kursi DPRD. Karena itu, mereka butuh utama kursi lagi untuk bisa mencatat ke KPU Sidoarjo. Kekurangan kursi tersebut dipenuhi PAN. PAN pada Sidoarjo punya lima kursi & siap berkoalisi dengan PDIP. Rekomendasi dari PAN juga turun ke pasangan Kelana-Dwi.

Pada bagian lain, kubu BHS-Taufiqulbar siap memperbesar koalisi. Meski jumlah kedudukan sudah mencapai sebelas, mereka tak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan parpol lain yang belum memiliki calon. Ketua DPD Golkar Sidoarjo Warih Andono berharap Gerindra ikut gerbong mereka. ”Tapi, kalau tak pun, Pak BHS sudah tenteram untuk daftar ke KPU, ” ucap dia.

BHS dan Taufiqulbar bakal mendaftar ke KPU pada hari pertama pendaftaran, yakni Jumat (4/9). ”Kami daftar setelah salat Jumat. Ketua golongan dan unsur pemenangan turut sedia, kami siapkan khusus, ” perkataan sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo tersebut. Sementara itu, calon daripada PKB mengerucut ke dua paslon, yakni Achmad Amir Aslichin-Ainun Jariyah dan Ahmad Muhdlor Ali-Subandi. Letak menunggu rekom DPP PKB mendarat ke siapa.

Baca juga: PKB Resmi Usung Gus Ipul-Adi pada Pilwali Pasuruan

Pilwali Pasuruan

Di Kota Pasuruan, langkah Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk maju pilwali kian lancar. Sebab, KPU akhirnya merevisi Peraturan KPU (PKPU) tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur serta Wakil Gubernur, Bupati dan Pengantara Bupati, dan atau Wali Praja dan Wakil Wali Kota. Ada beberapa klausul yang dihapus di dalam perubahan PKPU keempat itu. Lengah satunya tentang syarat calon dengan melarang downgrade jabatan.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Hukum Hasan Asyuro mengaku sudah menerima salinan PKPU Nomor 9 Tahun 2020 itu. Produk norma yang merupakan turunan dari PKPU 1/2020 tersebut telah diundang-undangkan ataupun disahkan pada 31 Agustus 2020. Sedangkan KPU Kota Pasuruan menerima dalam bentuk salinan sehari setelahnya, yakni Selasa (1/9). ”Materinya setara dengan draf revisi PKPU yang kami terima sebelumnya. Pada PKPU perubahan keempat ini, ada susunan yang lebih spesifik. Sesuai secara putusan MA, pasal 4 bagian (1) huruf p angka dua, klausulnya dihapus, ” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Bromo .

Saksikan video menarik berikut itu:

Mendikbud Ajak Mahasiswa di Luar Negeri Balik Indonesia

Mendikbud Ajak Mahasiswa di Luar Negeri Balik Indonesia

JawaPos.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak agar seluruh mahasiswa yang telah selesai belajar di luar negeri untuk kembali ke Indonesia. Sebab, ilmu yang ditimba selama di luar negeri bisa untuk membangun Indonesia.

“Mohon kembali ke tanah air, negara Indonesia membutuhkan Anda,” terang dia melalui keterangan resmi, Rabu (2/9).

Dia menyampaikan, belajar di luar negeri  memang memberi kesempatan untuk menimba ilmu, pengalaman, membangun jaringan, dan mengenalkan budaya. Sehingga hal tersebut tentu akan sangat berguna dalam meningkatkan kompetensi diri dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Setelah itu kembalilah ke tanah air karena besar sekali dampaknya yang teman-teman bisa lakukan untuk Indonesia,” terangnya.

Nadiem pun berucap, paradigma kebergantungan dunia terhadap sumber daya alam telah bergeser ke arah sumber daya manusia (SDM). Saat ini, masyarakat di seluruh dunia menyadari bahwa kunci kemajuan sebuah bangsa terletak pada SDM.

“Kita perlu sadari, tanpa kerja cerdas, makin sulit kita mengantarkan Indonesia pada kemajuan itu,” tutur dia.

Menyambut arahan Mendikbud, Koordinator PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Dunia periode 2019/2020, Fadlan Muzakki mengajak rekan-rekan PPI untuk lebih berkontribusi membangun Indonesia di luar negeri. “Ketika kita kembali ke Indonesia, kita bisa berkolaborasi di dunia yang lebih nyata. Masih ada ikrar bagi teman-teman yang aktif berorganisasi untuk (terlibat) organisasi yang bersifat sukarela dan profesional sehingga kita bisa makin kreatif dan inovatif,” ucapnya.

Senada dengan itu, Koordinator PPI Dunia periode 2020/2021, Choirul Anam mengaku PPI di 60 negara siap untuk menjalankan tanggung jawab kepemimpinan yang diberikan untuk Indonesia yang lebih baik. Baginya, kolaborasi lulusan luar dan dalam negeri bisa sama-sama efektif membangin bangsa.

“Proklamator pertama Indonesia, Presiden Soekarno adalah lulusan dalam negeri, Bung Hatta adalah lulusan luar negeri. Saat keduanya berkolaborasi satu sama lain, dampaknya sangat luar biasa, semoga di zaman yang serba digital ini seluruh rekan-rekan PPI dapat berkolaborasi guna membuat gerakan baru yang bersejarah untuk memajukan Indonesia,” imbuhnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Pasien Covid-19 Laporkan Rambutnya Rontok Usai Sembuh

Pasien Covid-19 Laporkan Rambutnya Rontok Usai Sembuh

JawaPos.com – Berbagai gejala dan dampak yang dirasakan seseorang ketika terinfeksi Covid-19 berbeda-beda. Tapi, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga merasakan efek lanjutannya.  Dampak tak biasa terjadi pada sejumlah pasien yang melaporkan rambut mereka rontok.

Pakar Dermatologi Dr.Ester Freeman dalam penelitian Dermatology Covid-19 Registry menyebutkan, 1.000 kasus dari 38 negara, para pasien sembuh mengalami rambut rontok. Menurut dr Ester, kini semakin banyak orang yang pulih dari virus Korona yang melaporkan rambutnya rontok setelah sakit.

Ahli Penyakit Menular Amesh A. Adalja, MD, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security di Maryland, mengatakan kondisi ini disebabkan oleh mekanisme yang disebut telogen effluvium. Setelah mengalami stres fisiologis, ada suatu kondisi yang memengaruhi siklus pertumbuhan folikel rambut.

“Ini disebut telogen effluvium, dan dapat dilihat setelah sembuh dari berbagai jenis penyakit, termasuk malaria dan tuberkulosis,” kata Dr. Adalja seperti dilansir dari Health, Selasa (1/9).

Telogen effluvium biasanya terjadi sekitar tiga bulan setelah kejadian yang membuat stres. Dokter kulit Angelo Landriscina, MD, mengatakan kepada Health bahwa jenis kerontokan rambut ini dapat terjadi setelah peristiwa kehidupan yang penuh tekanan.

Tidak hanya penyakit parah tetapi juga pembedahan atau penyebab stres psikologis yang serius. Seperti kehilangan orang yang dicintai. Untuk memahami telogen effluvium, ada baiknya memahami siklus pertumbuhan rambut.

“Pada suatu waktu, 85-90 persen rambut kita berada dalam fase yang disebut anagen yakni fase pertumbuhan,” kata dr. Landriscina.

“Sedangkan 1-2 persen berada dalam fase transisi yang disebut catagen. Hingga 10 persen rambut kita berada dalam fase telogen atau ‘fase istirahat’, yaitu fase di mana rambut kita biasanya rontok. Dalam telogen effluvium, bagian rambut yang lebih besar dari biasanya bergerak ke fase telogen dan rontok,” tambahnya.

Beberapa jumlah rambut jika rontokknya sedikit, dikatakan masih normal. American Academy of Dermatology (AAD) mengatakan seseorang kehilangan 50 hingga 100 rambut sehari adalah hal yang biasa. Namun kehilangan secara signifikan bisa dianggap berlebihan.

Kendati demikian, hingga kini belum ada bukti mekanisme spesifik virus Korona yang memicu kerontokan rambut. “Banyak orang dengan Covid-19 menjadi sakit parah dengan demam tinggi dan gejala lain, yang kami tahu dapat menyebabkan kondisi telogen effluvium,” kata Dr. Landriscina.

“Kami tahu bahwa hormon stres kortisol dilepaskan pada tingkat yang lebih tinggi selama sakit parah, dan kami juga tahu bahwa kortisol dapat memengaruhi struktur rambut,” katanya.

Bahkan tekanan psikologis tertular virus Korona bisa menyebabkan telogen effluvium. Kesulitan ekonomi selama pandemi juga dapat menyebabkan rambut rontok. Seseorang yang mengalami kerontokan rambut yang disebabkan oleh stres akan mulai melihat rambut mereka secara bertahap kembali normal, karena rambut baru akan tumbuh.

“Cobalah menggunakan larutan minoxidil 5 persen topikal. Ini mendorong folikel rambut untuk meninggalkan fase telogen lebih awal dan kembali ke fase anagen atau pertumbuhan,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

4 Alasan Pemerintah Naikkan Cukai Rokok Tahun Depan

4 Alasan Pemerintah Naikkan Cukai Rokok Tahun Depan

JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea Cukai berencana akan kembali menaikkan tarif cukai rokok pada 2021 mendatang. Kenaikan tersebut akan diumumkan September mendatang.

Kepala Sub Direktorat Tarif Cukai & Harga Dasar Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Sunaryo menyatakan, langkah kebijakan tersebut telah dipertimbangkan sesuai dengan asumsi makro tahun 2021 hingga dampak pandemi Covid-19.

“Sudah memperhitungkan kenaikan harga cukai rokok ini pada APBN 2021 dan juga memperhitungkan kondisi saat ini,” ujarnya dalam diskusi virtual, Minggu (30/8).

Sunaryo menjelaskan, dalam pertimbangannya berdasarkan empat aspek. Pertama, berdasarkan hasil survei dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja reksan cukai. Menurutnya, secara umum masih memiliki resilience untuk melindungi tenaga kerja atau padat karya.

Kedua, lanjutnya, berkaitan dengan hasil indepth interview. Sebab, secara umum kontributor utama mengalami penurunan baik secara volume maupun nominal cukai.

Ketiga, kata dia, berdasarkan monitoring HTP, pabrikan belum sepenuhnya melakukan fully shifted atau forward shifting. “Kondisi saat ini pabrikan masih menalangi atau backward shifting,” ucapnya.

Aspek terakhir, yaitu titik optimum yang menjadi penentuan target 2021 yang berkorelasi positif terhadap sektor penerimaan.

Instruksi WHO, Tes Semua Orang Sekalipun Tak Tunjukkan Gejala Covid-19

Instruksi WHO, Tes Semua Orang Sekalipun Tak Tunjukkan Gejala Covid-19

JawaPos. com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara harus secara rajin menguji semua orang untuk menjumpai kasus virus Korona dan menutup agar tak menjadi sumber penularan. Bahkan sekalipun jika mereka tidak menunjukkan gejala.

Pada konferensi pers, Kepala Teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove mengatakan pengujian perlu digenjot. Makin saat ini semakin banyak karakter bergejala ringan atau tanpa petunjuk.

“Pengujian mungkin menetapkan diperluas untuk mencari individu dengan gejalanya lebih ringan atau yang mungkin tidak menunjukkan gejala, ” tegasnya seperti dilansir dari Fox59 , Minggu (30/8).

Instruksi WHO itu bertentangan dengan pedoman baru dibanding Pusat Pengendalian dan Pencegahan Aib AS (CDC). CDC menilai karakter yang telah melakukan kontak depan dengan pasien Covid-19 tetapi tak merasa sakit maka tidak menetapkan untuk dites. Untuk itu, Van Kerkhove mengatakan negara-negara bebas untuk menyesuaikan panduan pengujian WHO untuk kebutuhan masing-masing. Meski begitu, tempat menegaskan bahwa pengujian masif istimewa untik dilakukan.

“Yang paling penting adalah pengujian, untuk menentukan kasus aktif sehingga mampu diisolasi dan pelacakan kontak juga dapat dilakukan, ” katanya.

“Ini sangat mendasar buat memutuskan rantai transmisi, ” tegasnya.

Van Kerkhove juga mengungkapkan keprihatinannya tentang perilaku umum yang semakin cuek. Dia merasakan prihatin dengan orang yang berpikir tidak perlu menjaga jarak aman dari orang lain.

“Kami melihat bahwa orang-orang tak benar-benar mengikuti jarak fisik lagi. Meskipun Anda mengenakan masker, Anda masih perlu mencoba melakukan jangka fisik setidaknya satu meter serta bahkan lebih jauh jika Anda bisa, ” tegasnya.

Kepala WHO untuk Eropa, Dr. Hans Kluge, menganalogikan bahwa virus Korona adalah ‘tornado dengan buntut panjang’ yang begitu lama membentangkan waktunya. Dia mengatakan meningkatnya infeksi di kalangan anak muda dapat menyebar ke orang tua yang lebih rentan dan menyebabkan peningkatan kematian.

“Bahwa pada satu titik akan ada bertambah banyak rawat inap dan penambahan angka kematian, ” katanya.

“Mungkin orang yang bertambah muda memang belum tentu bakal mati karenanya, tapi ini adalah tornado dengan ekor yang lama dan itu adalah penyakit multi organ, ” katanya.

Kluge mengatakan 32 dari 55 negara bagian dan teritori di wilayah Eropa WHO telah merekam peningkatan tingkat infeksi baru semasa 14 hari lebih dari 10 persen. WHO juga merekomendasikan supaya anak-anak berusia 6 hingga 11 tahun memakai masker pada waktu-waktu tertentu untuk mencegah penyebaran virus. Terutama di daerah-daerah dengan penyebaran komunitas yang luas atau pada mana jarak sosial tidak bisa dipertahankan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Itu Berjuang di Garis Belakang Penanganan Covid-19 di Surabaya (2)

Itu Berjuang di Garis Belakang Penanganan Covid-19 di Surabaya (2)

Kali pertama tahu bahwa TPU Babat Jerawat bakal dijadikan lokasi pemakaman jenazah Covid-19, para aparat pemakaman waswas. Setelah seharian berlaku, langkah kaki menuju ke sendi untuk bertemu keluarga tak teristimewa mudah. Mereka khawatir kepulangannya berujung petaka.

DIMAS NUR APRIYANTO , Surabaya

Kedua  bola mata Hartono terbelalak ketika menyebut kata Maret & April. Kepala UPTD TPU Tebas Jerawat itu tak bisa mencuaikan bagaimana hari-harinya disibukkan dengan mengawasi dan mengontrol proses pemakaman segenap jenazah Covid-19 agar berlangsung tenang.

Jemarinya diangkat. ”Aduh, Maret-April itu banyak banget jenazah yang dimakamkan di sini, ” kata Hartono. ”Bisa 8 sampai 12 jenazah per hari, ” imbuhnya sambil menunjukkan angka utama dan dua dengan jemarinya.

Sejak Maret, ketika di luar rumah, masker tidak pernah absen dari hidungnya. Kecuali era mengambil air wudu, makan, serta minum. Di saku celananya selalu tersedia hand sanitizer. Tak terkira berapa kali sabun cuci tangan ditekannya serta keran air dinyalakannya.

Setiap selesai mengatur pemakaman, Hartono selalu bergegas meresap ke bilik disinfektan.

Tubuhnya berputar. ”Supaya saat menyelap ke kantor, semua steril, ” ucapnya. Ayah dua anak tersebut mengaku takut orang-orang di sekitarnya terpapar Covid-19.

Hartono paling tegas dalam menegakkan peraturan jaga jarak. Tak terkecuali pada keluarga jenazah Covid-19. Dia bekerja mendata identitas jenazah hingga keluarga jenazah. Dia selalu meminta rumpun jenazah yang menghampiri ke kantor TPU untuk kepentingan pengisian jati jenazah agar wajib steril.

Tak jarang, adu lagak antara Hartono dan keluarga jenazah terjadi. Biasanya terkait dengan keinginan keluarga menyaksikan pemakaman dari renggang dekat. Hal itu jelas dilarang.

Keluarga boleh sampai di pemakaman. Namun, kata Hartono, tidak boleh terlalu dekat secara para petugas ketika memakamkan. Jaraknya harus jauh, sekitar 300−500 meter. ”Saya kasih pengertian ke anak jenazah. Jangan, ini kan susunan. Pelan-pelan, ” tambahnya.

Selama pandemi, jumlah tukang gali kubur di TPU Babat Jerawat ditambah. Tidak seperti sebelum Covid-19 memorak-porandakan tatanan kehidupan. Yang lazimnya jaga malam tiga tukang kini bertambah menjadi empat orang. Total tersebut belum ditambah petugas asal TPU Pemerintah Kota Surabaya lain. ”Dari makam lain itu mampu dari Simo, misalnya. Ditambah perut orang, jadi yang jaga malam itu di tengah pandemi enam orang, ” terang Hartono.

Mandi setelah memakamkan jenazah menjadi kebiasaan anyar bagi para-para tukang gali makam TPU Babat Jerawat. Berapa kali mandi dalam sehari? ”Tergantung berapa banyak jenazah yang dimakamkan dalam sehari tersebut, ” kata Soni, salah seorang penggali makam, yang menemani Hartono berbincang dengan Jawa Pos.

Ketika pemakaman ramai pada waktu yang bersamaan, lanjut pria 29 tahun itu, mandinya dirangkap. Soni pernah harus memakamkan tiga jenazah sekaligus. ’’Ya, mandinya belakang setelah tiga jenazah selesai dimakamkan, ” katanya, lantas tertawa.

UPTD menyediakan air mendalam di kamar mandi khusus buat mereka. Selain alat pelindung diri (APD) seperti hazmat hingga wadah tangan, air mandi menjadi kebutuhan para petugas pemakaman. ”Ya, buat mandi penting banget, ” tambahan Soni.

Sama secara Hartono, Soni sempat merasa ketakutan ketika TPU Babat Jerawat dijadikan lokasi pemakaman jenazah Covid-19. Dia mengakui, saat ada rolling jadwal tugas, dia pernah berharap tidak mendapatkan tugas di TPU Babat Jerawat.

Rasa takut itu pelan-pelan sirna. Tensi waswasnya turun. Meski demikian, Soni lestari patuh protokol kesehatan. ”Saya khawatir kalau saya pulang bawa virus ke rumah. Beneran itu. Bersetuju meluk anak itu seperti ketar-ketir, ” bebernya.

Meski di TPU telah mandi, datang di rumah Soni mandi sedang. Baru setelah itu, dia gagah bercengkerama melepas rindu dengan suku kecilnya.

Suka serta duka dipupuk di atas tanah pemakaman oleh Soni dkk. Ciri dipanjatkan setiap malam untuk kesejahteraan seluruh anggota keluarga dan karakter sekitar. ”Saya pernah ada satu pemakaman jenazah yang enggak tersia-sia. Pintu mobil ambulans tidak mampu dibuka. Akhirnya, ambil jenazahnya sejak pintu samping, ” kenang Soni.

Padahal, dia menambahkan, menurut cerita petugas ambulans, saat di jalan tidak ada larangan apa pun. Perjalanan pun mampu. Sebagai petugas gali makam, Soni paling senang ketika penggalian makam berjalan cepat. ”Tapi, ya ada juga penggalian yang berlangsung lama, ” timpal Rohman, rekan Soni yang sama-sama tukang gali makam.

Baca Juga: Itu Berjuang di Garis Belakang Penanganan Covid-19 di Surabaya (1)

Rohman yang duduk dalam sebelah Soni mengungkapkan, pemakaman pada TPU Babat Jerawat berbeda secara Keputih. Pengurukan dilakukan dengan memakai cangkul. Kemudian, penggalian menggunakan jalan ekskavator. ”Pengurukan rata-rata 30−60 menit. Kalau hujan, bisa lebih lama. Bawa petinya enggak karu-karuan. Disedot sama mesin diesel dulu, ” paparnya.

Pria 38 tahun itu mengatakan, para aparat paling sedih jika mendapat kotak yang berat ketika diangkat. Mereka akan menghampiri keluarga. ”Saya sejumlah, yang belum ikhlas monggo diikhlaskan. Kasihan jenazah. Mari kita doakan bersama, kami baca Al Fatihah bersama-sama, ” kata Rohman secara nada lirih.

Sejak Maret hingga kini, ada ribuan orang yang dimakamkan di TPU Babat Jerawat. Mereka menempati arah XI dan XII. Luas tanah khusus Covid-19 sekitar satu hektare.

Saksikan video menarik berikut ini:

Gubernur Ganjar Sarankan Bioskop Tidak Dibuka saat Pandemi Covid-19

Gubernur Ganjar Sarankan Bioskop Tidak Dibuka saat Pandemi Covid-19

JawaPos. com –Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan pada para pengelola agar tidak menggelar serentak bioskop saat pandemi Covid-19. Dia mewanti-wanti pengelola bioskop berhati-hati karena masih banyak daerah pada Jateng yang persebaran Covid-19 masih tinggi.

”Untuk Jawa Tengah ya hati-hati dulu. Apalagi ota Semarang. Saya menyarankan jangan sekarang, ” kata Ganjar semacam dilansir dari Jarang di Semarang.

Ganjar sebenarnya berharap pengelola bioskop melakukan inovasi berupa bioskop drive in atau penonton berada di dalam mobil yang pernah dilakukan di Marina Convention Centre (MCC) masa pentas musik beberapa waktu berarakan. Dengan metode menonton bioskop seperti itu, penonton akan mempersiapkan diri secara baik di mobil masing-masing & mengurangi risiko penularan Covid-19.

”Kalau boleh ya, bioskopnya itu dengan drive in , saya pengen justru pengusaha bioskop membuka itu. Jadi, bioskopnya tetap jalan, masyarakat damai, ” ujar Ganjar.

Kalau memang dipaksakan masuk pada gedung bioskop seperti biasa, Ganjar meminta pengelola mempersiapkan betul protokol kesehatannya.

”Kalau mampu dipasang UV di dalamnya. Jika itu semua dilengkapi, mungkin bakal sedikit aman. Jika tidak, daya penularan Covid-19 di dalam gedung bioskop cukup tinggi karena posisinya yang tertutup rapat, dikhawatirkan virus akan mudah menyebar, ” kata Ganjar.

Kendati serupa itu, Ganjar mengizinkan dilakukan uji jika pembukaan bioskop di daerah-daerah dengan sudah masuk zona hijau dan sudah dipersiapkan dengan baik aturan kesehatannya. ”Kalau zona hijau dan sudah disiapkan protokolnya dengan indah, saya kira boleh juga dilakukan uji coba, ” tutur Membalas.

Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) berencana membuka serentak bioskop di seluruh Indonesia pada awal September. Saat itu, masih menunggu keluarnya izin dari pemerintah.

Saksikan video menarik berikut ini:

Tidak Percaya Tertular, Keluarga Buka Paksa Peti Jenazah Pasien Covid-19

Tidak Percaya Tertular, Keluarga Buka Paksa Peti Jenazah Pasien Covid-19

JawaPos. com –Pihak keluarga pasien Covid-19 pada Senin (24/8) malam, membuka paksa kotak jenazah dan melakukan pemakaman tunggal. Mereka mengaku melakukan itu sebab belum mendapatkan bukti jenazah terkena Covid-19.

”Penyebab terjadi penolakan oleh keluarga di Kelurahan Taeh Baruah tersebut karena pihak keluarga tidak percaya bahwa penderita betul-betul terjangkit Covid-19, ” kata pendahuluan Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan seperti dilansir dari Antara di Payakumbuh.

Menurut dia, pihak keluarga hanya mendapatkan pemberitahuan melalaikan lisan tanpa ada keterangan terekam dari otoritas berwenang. Selain itu, pihak keluarga juga tidak mempercayai penjelasan dari gugus tugas bahwa pasien berinisial YS sudah dimandikan sesuai protokol. Sehingga, keluarganya berinisiatif memandikan dan memakamkan tanpa adat Covid-19.

”Padahal pemulasaran, mulai dimandikan, dikafani, dan disalatkan sudah diikuti atau dilihat bagian keluarga, ” ujar Dony.

Menurut dia, warga di dalam awalnya sudah sepakat akan memasukkan anjuran dari gugus tugas. Cuma saja, karena mereka tidak mempercayai keterangan petugas, sehingga terjadi situasi tersebut. ”Tapi, setelah melihat bukti surat dari Laboratorium Universitas Andalas Padang, mereka baru ketakutan & menyadari kesalahan. Saat ini sudah ada yang dites usap, ” ujar Dony.

Era ini, lanjut dia, pihak tim sudah diamankan sebanyak enam orang yang terdiri atas adik peranakan, anak, dan adik ipar. ”Setiap anggota keluarga ini perannya bertentangan. Ada yang memandikan, mengangkat peti, dan memakamkan, ” terang Dony.

Dia menyebutkan, peristiwa itu merupakan yang pertama. Padahal sudah tujuh kasus yang melaksanakan pemulasaran jenazah di Payakumbuh dan belum ada penolakan. ”Karena benar dari rumah sakit langsung ke pemakaman. Kalau yang sekarang diantar ke rumah, jadi ada jalan oleh pihak keluarga, ” perkataan Dony.

Dia memasukkan, menimbang kondisi yang ada zaman ini, pihaknya tidak akan melanjutkan proses pidana. Tapi, pihak suku telah menandatangani surat perjanjian buat tidak melakukan hal seperti tersebut lagi. Pihaknya juga tidak menemukan adanya unsur memprovokasi karena satu kompleks tempat tinggal itu cuma diisi keluarga semua. ”Sebenarnya ada pidana. Aparat penegak hukum bisa menggunakan pasal 178 KUHP, ” kata Dony.

Saksikan video menarik berikut itu:

Simpulan Suap Pencabutan Red Notice Djoko Tjandra Terima Aliran Dana

JawaPos. com –Tiga tersangka kasus terkaan suap terkait pengurusan pencabutan red notice Djoko Tjandra mengaku menerima jalan dana dari Djoko. Ketiga simpulan itu adalah Tommy Sumardi, Brigjen Prasetijo Utomo, dan Irjen Napoleon Bonaparte.

”Kami pastikan memang mereka menerima aliran dana itu, ” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono serupa dilansir dari Kurun di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.

Peristiwa itu terungkap saat penyidik Bareskrim memeriksa ketiganya selama hampir 12 jam. Awi tidak bisa menyebutkan jumlah uang yang diberikan Djoko kepada ketiga tersangka untuk mengatur penghapusan red notice .

”Nominalnya tetap sudah masuk ke materi pemeriksaan, saya tidak bisa sampaikan. Belakang dibuka semuanya di pengadilan, ” kata Awi.

Menurut dia, saat diperiksa Senin (24/8) Djoko juga mengaku telah menyerahkan sejumlah uang untuk ketiga tersangka. Terpaut uang yang diterima para tersangka itu akan dikonfrontasi dengan instrumen bukti lainnya.

”Kalau itu berupa transfer atau cash and carry , nanti semuanya didalami penyidik. Dan itu akan dibuka semuanya pada pengadilan. Kami sudah lakukan pemeriksaan dan mereka telah mengakui menyambut uang tersebut, ” ujar Awi.

Bareskrim Polri sudah menetapkan Djoko Tjandra sebagai simpulan kasus dugaan suap pengurusan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Penyidik selalu menetapkan Tommy Sumardi, Brigjen Prasetijo Utomo, dan Irjen Napoleon Bonaparte berstatus tersangka dalam kasus itu. Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi diduga berperan sebagai pemberi suap, sedangkan Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon menjadi penerima suap.

Saksikan video memikat berikut ini: