Bagian BRIS Melesat 375 Poin Pascamerger Bank Syariah BUMN

Bagian BRIS Melesat 375 Poin Pascamerger Bank Syariah BUMN

Bagian BRIS Melesat 375 Poin Pascamerger Bank Syariah BUMN

JawaPos. com – Tahapan merger tiga bank syariah BUMN mulai berjalan dan mengangkat saham PT Bank BRI Syariah (BRIS). Dalam penutupan perdagangan Senin (14/12), harga saham BRIS berada di level Rp 2. 160 per lembar. Naik 375 poin atau 21, 01 persen. Sebelum pengumuman merger pada 13 Oktober lalu, harga saham BRIS Rp 900 per lembar.

Ketua Project Management Office Fusi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi mengatakan, bank hasil merger itu berstatus perusahaan terbuka. Bank gabungan dengan nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk itu tercatat di Bursa Buah Indonesia (BEI) dengan kode BRIS.

Artinya, masyarakat mengapresiasi penggabungan tiga bank syariah pelat merah. Bukan tidak mungkin Bank Syariah Indonesia bakal naik posisi dari BUKU III ke IV seiring ketertarikan investor global dengan orientasi instrumen syariah.

“Hasilnya, pemegang saham akan memiliki benefit yang lebih banyak, ” kata Hery.

Tengah itu, sisanya sebanyak 4, 4 persen bisa dimiliki publik serta 2 persen untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI-Saham Syariah. Struktur pemegang saham itu berdasar pada perhitungan valuasi dari setiap bank peserta penggabungan.

Hery memastikan penggabungan bank syariah tidak akan membuat cabang-cabang ditutup atau memunculkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebab, potensi syariah sangat besar. Banyak yang belum digarap.

“Makanya, tidak perlu rasionalisasi (menutup) cabang. Yang akan kami lakukan justru relokasi, menempatkan cabang di lokasi dengan lebih baik dengan orang-orang (karyawan) yang tetap di sana, ” tegasnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membuktikan, ekonomi syariah merupakan motor segar penggerak perekonomian nasional.

[embedded content]