Anies: Kepatuhan Warga Terapkan Prokes Sepekan Terakhir Menurun

Anies: Kepatuhan Warga Terapkan Prokes Sepekan Terakhir Menurun

Anies: Kepatuhan Warga Terapkan Prokes Sepekan Terakhir Menurun

JawaPos. com – Penerapan protokol kesehatan di Ibu Kota Jakarta berdasarkan pengamatan FKM UI mengalami penurunan. Hasil pengamatan perilaku 3M seperti mencantumkan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan masih belum mencapai tumpuan.

“Berdasarkan pengamatan perilaku 3M (Memakai masker, Menjaga jeda, dan Mencuci tangan) yang dikerjakan FKM UI, terdapat stagnansi maupun penurunan persentase kepatuhan masyarakat semasa sepekan terakhir untuk seluruh indikator, ” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam keterangannya, Minggu (22/11).

Anies menjelaskan, pada 21 November 2020, masukan tingkat kepatuhan masyarakat yang dicatat FKM UI diantaranya memakai kedok berada di kisaran angka 65 persen, menjaga jarak berada di kisaran angka 60 persen & mencuci tangan berada di kisaran angka 30 persen.

“Persentase kepatuhan masyarakat untuk 3M harus mencapai minimal 80 tip untuk dapat mengendalikan potensi penularan Covid-19, ” ujar Anies.

Anies menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan terus bekerja persis dengan jajaran Forkopimda dalam cara penegakan hukum atas protokol kesehatan masyarakat di wilayah Ibu Tanah air. Jika penggunaan masker dengan meningkat, disiplin menjaga jarak, menjauhi gerombolan serta ditambah sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka angka penularan akan menyusut.

“Ini adalah jalan bersama. Masyarakat disiplin 3M, kami di Pemerintah akan terus menggalakan 3T yaitu Testing, Tracing, dan Treatment, ” tegas Anies.

Baca juga: DKI Jakarta Kembali Perpanjang PSBB Transisi Mematok 2 Minggu Ke Depan

Perpanjangan PSBB Masa Pergantian ini berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020 yang menegaskan apabila tak terjadi peningkatan kasus COVID-19 dengan signifikan, PSBB Masa Transisi bakal diperpanjang secara otomatis selama besar pekan.

“Seperti diketahui bersama, Pemprov DKI Jakarta mampu menerapkan kebijakan rem darurat ataupun emergency brake policy apabila berlaku kenaikan kasus secara signifikan ataupun tingkat penularan yang mengkhawatirkan sehingga membahayakan pelayanan sistem kesehatan, ” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam keterangannya, Minggu (22/11).

“Berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Masa Pergantian dua pekan terakhir, kondisi epidemi COVID-19 DKI Jakarta masih terkendali dan menuju aman. Akan tetapi, kita harus semakin waspada serta semakin disiplin dalam protokol kesehatan, ” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini: