Fitri Salhuteru Tak Percaya Nikita Mirzani Dalangi Kasus Penganiayaan

Fitri Salhuteru Tak Percaya Nikita Mirzani Dalangi Kasus Penganiayaan

Fitri Salhuteru Tak Percaya Nikita Mirzani Dalangi Kasus Penganiayaan

JawaPos. com – Nikita Mirzani dituding sebagai pemrakarsa di balik kasus penganiayaan yang dialami mantan manajer Lucinta Luna, Isa Zega. Fitri Salhuteru demi sahabat dekat tidak percaya jika Niki mendalangi sebuah tindak pidana kejahatan.

“Mana kira-kira Nikita sebodoh itu. Bukan tidak percaya memang nggak mungkin, ” perkataan Fitri Salhuteru kepada JawaPos. com melalaikan pesan singkat Jumat (20/11).

Dia pun meminta jalan tidak lagi mengekspose mereka karena dianggap bukan lah siapa-siapa. Isa Zega Cs bukan lah bintang film yang kehidupannya harus diberitakan. “Siapa mereka sehingga penting diberitakan, ” selorohnya.

Ketika ditanya soal tudingan yang menyudutkan Nikita Mirzani ini, apakah akan dibawa ke ranah hukum oleh kartika film Nenek Batil itu, Fitri mengiakan, sampai sekarang Niki belum kepikiran ke arah sana. Kata Fitri, ada banyak yang lebih berguna dilakukan ibu tiga anak tersebut dari pada membuat laporan polisi kepada Isa Zega Cs.

“Niki tidak akan buang waktu untuk sampah seperti mereka. Masih banyak urusan yang lebih penting, ” tandasnya.

Perlu diketahui, kasus penganiayaan dengan dialami mantan manajer Lucinta Luna terjadi saat tengah berada di sebuah kafe di apartemen Kalibata City pada 3 November 2020. Kejadian ini terjadi pada memukul 22. 30 WIB. Akibat peristiwa tersebut, Isa Zega mengalami luka pada bagian wajah.

Kasus penganiayaan ini lantas tumbuh. Nikita Mirzani pun dituding sebagai otak penganiayaan. Hal itu tersirap setelah salah satu pelakunya bekerja suara. Devi, salah satu pelaku mengaku menerima uang Rp 20 juta untuk memukul Isa Zega. Berdasarkan informasi yang diterimanya ternyata pihak yang mengorder dirinya tersebut adalah Nikita Mirzani.

Dia melakukan aksi ini beserta Arnold, lelaki 28 tahun dengan kini mendekam di dalam tangsi Polsek Pancoran Jakarta Selatan. Keduanya memiliki peran berbeda. Devi bertugas mendokumentasikan lewat video sementara Arnold menjadi eksekutor. Arnold langsung ditahan polisi lantaran berhasil diamankan petugas keamanan aparteman tepat di hari kejadian pada 3 November 2020.

Sebelum pengakuan Devi, Budianto Tahapary selaku kerabat dibanding Thomy (sebelumnya ditulis inisial T) juga membeberkan fakta. Thomy adalah perantara yang menjembatani order ini.

Budianto mengaku sudah berhasil mengantongi sejumlah bahan untuk menjerat Niki ke bidang hukum. Salah satu bukti dengan telah dikantonginya berupa transfer sedekah dari seorang perempuan diduga asisten Nikita Mirzani berinisial D ke Thomy tertanggal 30 Oktober 2020. Dana yang ditransfer itu sejumlah Rp 25 juta.

Saksikan video menarik dibawah ini: