Perkara Covid-19, Rekan: Banyak Kepala Kawasan Tak Paham Kebijakan Jokowi

Perkara Covid-19, Rekan: Banyak Kepala Kawasan Tak Paham Kebijakan Jokowi

Perkara Covid-19, Rekan: Banyak Kepala Kawasan Tak Paham Kebijakan Jokowi

JawaPos. com – Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani Covid-19 dinilai banyak yang tidak sinkron. Artinya, banyak kepala daerah yang kurang atau salah dalam menerapkan kebijaksanaan piusat untuk ke bawah.

Dari hasil analisa serta pengamatan Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, dari 33 provinsi, masih penuh kebijakan Jokowi yang tidak dijalankan ke bawah terkait kesehatan pada memutus mata rantai Covid-19.

“Hanya ada beberapa kawasan saja yang sinkron kebijakan kesehatan tubuh soal Korona dengan pemerintah was-was. Misalnya, soal isolasi mandiri, kesedian rumah sakit dan penerapan PSBB, ” tegas Ketua Rekan Nusantara Agung Nugroho.

Menurut Agung, parameter Jakarta jelas. Elok jumlah pasien tertular, korban meninggal dan pasien yang sembuh. Tatkala, kebijakan Jokowi banyak tidak terlaksana di kawasan Jawa Barat & Jawa Tengah. “Ini harus cepat dibenahi agar kebijakan daerah bisa sejalan dengan Jokowi, ” terangnya.

Diketahui, dalam mukadimah pada sidang kabinet paripurna menerjang Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9) lalu, Jokowi mengingatkan jajarannya bahwa kunci dari ekonomi agar membaik adalah kesehatan yang elok.

”Kesehatan yang cantik akan menjadikan ekonomi kita cara, artinya fokus kita tetap mengedepankan adalah kesehatan, penanganan Covid-19, karena memang kuncinya ada di sini, ” kata Jokowi dikutip lantaran situs Sekretariat Kabinet.

Untuk itu, Presiden Jokowi perintahkan jajaran Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Menteri Kesehatan serta TNI-Polri betul-betul agar yang berkaitan dengan urusan penanganan Covid-19 menjadi fokus sehingga ekonomi akan memasukkan.

”Sekali lagi jika penanganan Covid-19 baik, protokol kesehatan tubuh baik, ekonominya akan juga membaik, ” kata Jokowi saat tersebut.

Sementara Anies Baswedan dalam penerapan PSBB dan kebijakan pemprov DKI dalam penanganan epidemi covid telah seirama dan sesuai dengan langkah dan kebijakan Jokowi. Tentu saja  langkah-langkah Jokowi serta Anies patut diapresiasi.

Kebijakan Anies Baswedan dalam implementasi PSBB ketat di DKI merupakan bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat DKI dari penularan covid 19 sehingga dapat terus hidup sehat, dan ketika warga DKI tentu sehat maka perekonomian pun mau juga membaik.

“Dan kita sangat beruntung memiliki dua pemimpin yang fokus kerjanya di tengah pandemik covid-19 pada kesehatan warga” ujar Agung.