Cari Korban Tenggelam, Datangi Sesepuh Kalimas

Cari Korban Tenggelam, Datangi Sesepuh Kalimas

Cari Korban Tenggelam, Datangi Sesepuh Kalimas

Saat melangkahkan tangan ke bantaran Sungai Kalimas pada Jalan Ngagel, Bambang merasakan situasi yang ganjil. Hawa sekitar terasa pengap. Panas. Padahal, waktu tersebut malam hari. Instingnya berkata, tersedia kekuatan gaib yang ingin menunjukkan diri.

—

Siang  itu, rata-rata Oktober, handy talky (HT) milik Bambang Hadi Purnomo tiba-tiba berbunyi. Diinformasikan, bocah laki-laki 14 tahun tenggelam di aliran Sungai Kalimas, Jalan Ngagel, Wonokromo. Tepatnya dalam dekat Jembatan BAT. Korban masuk saat hendak mencari ikan dalam sungai tersebut bersama beberapa saudara sebayanya.

Bambang kebagian sif malam. Meski begitu, menggunakan HT, pria kelahiran Surabaya, 28 Desember 1973, terus memantau perihal tersebut. Derasnya arus membuat pencarian tidak berjalan maksimal. Jarum jam telah menunjukkan pukul 17. 30 dan matahari pun telah masuk. Namun, jasad korban belum selalu ditemukan. Gelapnya malam membuat pekerjaan semakin sulit.

Komandan Tim KT Rescue Potensi SAR Jawa Timur itu pun berangkat ke lokasi kejadian. Sesampainya dalam lokasi, Bambang merasa ada yang tidak beres. ”Saat baru menginjakkan kaki di pinggir sungai, auranya sudah tidak enak. Panas serta seperti ada yang tidak beres terkait nonteknis, ” ujar Jelas. Agar jasad korban cepat ditemukan, pihak keluarga mendatangkan “orang pintar”.

Mereka pun menaburkan bunga di lokasi tersebut. Bukannya jasad korban ketemu, aura negatif malah terasa menguat. Untuk menyelami kondisi yang sebenarnya, Bambang, awak, dan keluarga korban berusaha berkomunikasi dengan ”penunggu” sungai.

Ternyata, ada dua sosok yang mencoba untuk menyembunyikan jasad target. Dua makhluk halus berada di tempat yang berbeda. Satu di bawah Jembatan BAT dan kepala lagi mendiami salah satu gedung kosong di Jalan Ngagel.

Bambang yang punya kemampuan lebih duduk dan berkonsentrasi di bantaran sungai. Dia mencoba berembuk dengan para penguasa wilayah. Jelas meminta mereka membebaskan korban. Tak lama kemudian, makhluk di lembah Jembatan BAT menyetujui permintaan Jelas. Namun sebaliknya, penguasa di tanah menolaknya.

”Penunggu di bangunan tua cuma bilang belum mau melepas korban. Bahkan, ritual yang dilakukan malah membuat mereka kesal dan semakin tidak bakal melepas korban, ” ujarnya. Bambang tak memaksakan diri. Pencarian lestari berjalan.

Keesokan keadaan, dia mendatangi makam Mbah Bungkul. Bambang menjelaskan, Mbah Bungkul merupakan penguasa teratas pada aliran Kali Kalimas. Dia meminta agar awak korban bisa segera dilepaskan. Kesepakatan itu pun menuai hasil indah. Petunjuk pun diberikan. Mbah Bungkul menyuruh pihak keluarga kembali menabur bunga di lokasi kejadian.

”Saya memberitahukan, tetapi pada sana ada yang menghalangi. Tempat bilang kalau sudah tahu, & segera menyelesaikannya, ” ucap tempat. Sekitar jam dua siang, rumpun melakukan tabur bunga di sekitar lokasi. Dan benar saja, setengah jam kemudian jasad korban dapat ditemukan. ”Karena sudah 24 jam tenggelam, nyawa korban tidak bisa diselamatkan, ” ujarnya.

Ada Buaya Putih di Pintu Air Jagir

Dunia  lain ada di mana-mana. Tetapi, sebagian besar yang terasa mengerikan berada di aliran sungai. Makin, Bambang bilang, ”penguasa” sungai lebih menyeramkan daripada penunggu di provinsi pegunungan.

Bambang membaca, kebanyakan makhluk halus di kali adalah mereka yang meninggal dengan tragis. Di antaranya, tenggelam, pati padam diri, atau dibunuh dan jasadnya dibuang ke sungai. Pintu-pintu cairan menjadi tempat perkumpulan mereka.

Dunia lain yang pas bikin merinding berada di Kesempatan Air Jagir. Sosok siluman bajul putih dan siluman ular terdapat di lokasi tersebut. Jumlahnya betul banyak. Mereka menampakkan wujud di dalam hari-hari tertentu. Yakni, malam Jumat dan Senin Paing. Pada waktu-waktu itulah, energi mereka dirasa paling kuat.

Munculnya pusaran air dan suhu yang sejuk di area Pintu Air Jagir menjadi pertanda jika mereka mulai menampakkan diri. Mereka yang punya kemampuan lebih akan bisa tahu wujud kepala manusia dengan awak buaya atau ular.

Nah, orang-orang yang tidak beretika baik seperti berkata kasar dan buang air besar atau mungil sembarangan menjadi sasaran gangguan para-para makhluk halus tersebut. ”Apalagi, jika orang itu lagi melamun atau sedang stres. Mereka dengan mudah merasuki orang tersebut, ” ujar Bambang. Bahkan, itu bisa mematikan korban.

Saksikan video menarik berikut ini: