Penyelidik Sebut Paslon Harus Realistis dalam Debat Pilwali Surabaya

Penyelidik Sebut Paslon Harus Realistis dalam Debat Pilwali Surabaya

Penyelidik Sebut Paslon Harus Realistis dalam Debat Pilwali Surabaya

JawaPos. com –Pengamat kebijakan Andri Arianto melihat debat jemaah Pilwali Surabaya tahap pertama di Rabu (4/11) berlangsung cukup seru. Dosen sosiologi di Universitas Agama islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) itu melihat kedua pasangan calon (Paslon) memiliki elektabilitas yang cukup kuat.

”Kalau bicara menimpa kekuatan, keduanya punya kekuatan berbeda. Tapi sama-sama mampu dan mempunyai pendukung yang rata. Sama banyaknya, ” ujar Andri pada Rabu (4/11).

Dia melihat kekuatan Paslon Nomor Urut Satu Eri Cahyadi dan Armuji berharta di partai pengusung, yakni PDIP. ”Selain itu, ada dukungan Risma. Kemungkinan besar pasangan Eri & Armuji akan tetap membawa Risma sebagai senjata. Risma incumbent . Ujung tombak untuk merangkul massa. Ini asumsi kami, ” tutur Andri.

Sementara Paslon Nomor Dua Machfud Arifin dan Mujiaman punya gaya bantuan dari delapan parpol. ”Machfud berasumsi Surabaya belum maju serta adil. Menurut saya pasangan Machfud Arifin masih mengkritisi kepemimpinan sebelumnya, ” terang Andri.

Sementara itu, pengamat politik Suko Widodo dari Universitas Airlangga melihat kedua paslon memiliki kekuatan dengan seimbang.   ”Kekuatan masing-masing basisnya berbeda. Machfud dimotori delapan golongan. Eri didukung incumbent . Eri akan lebih mengoptimalkan PDIP yang dikenal solid serta pengaruh Wali Kota Risma. Beta kira ini akan menjadi senjata untuk menggerakkan warga pemilih, ” papar Suko.

Suko melihat debat akan menjadi lebih menarik ketika kedua paslon menganjurkan gagasan menarik dan baru untuk masyarakat.

”Misalnya, taruhan kerja atau usaha. Rakyat kemaluan mendengar gagasan yang realistis serta bermanfaat pada masa pandemi itu, ” jelas Suko.

Suko mencontohkan isu surat ijo yang selalu dibawa Machfud. Isu tersebut merupakan masalah orang penuh. Tidak hanya akan didengar penonton debat, juga bisa menjadi punchline dengan berpengaruh pada tambahan dukungan.

”Surat ijo adalah mengikuti masalah massa. Jika ada inisiatif yg masuk akal bisa hadirkan ini, pasti akan menarik. Ini kesempatan, ” ujar Suko.

Suko menyarankan warga buat mencermati paparan kandidat. Dia mengundang warga untuk melihat secara realistis dan perlu dipertanyakan. ”Warga harus cermat apakah paparan kandidat realistis atau tidak. Jika tidak realistis, itu perlu dipertanyakan, ” kata pendahuluan Suko.

Saksikan video menarik berikut ini: