Sugi Nur Rahardja Ngaku Menghina NU Karena Peduli

Sugi Nur Rahardja Ngaku Menghina NU Karena Peduli

Sugi Nur Rahardja Ngaku Menghina NU Karena Peduli

JawaPos. com – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap motif Sugi Nur Rahardja mengeluarkan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Kepada penyidik, dia mengaku perbuatannya didasari kepedulian terhadap NU.

“Yang bersangkutan peduli terhadap NU. Yang bersangkutan rasakan bahwasannya NU sekarang dan NU yang dulu sudah berbeda ini karakter yang kita dapatkan, ” sebutan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta Daksina, Selasa (27/10).

Era ini pengakuan Nur Rahardja sedang terus didalami. Penyidik juga telah memeriksa 4 saksi. Di antaranya 2 pihak pelapor dari NU, dan 2 lainnya adalah cakap bahasa dan ahli pidana.

Selain itu, penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan kepada ulung ITE. Serta akan mendalami gambar Nur Rahardja di Youtube dengan diduga menghina NU.

“Masih diperiksa di laboratorium digital forensik. Kita tunggu, nanti kalau sudah selesai akan diperiksa ahlinya. Ahli ITE, ” pungkas Bambu.

Baca juga: Diduga Hina NU, Gus Nur Ditahan di Rutan Bareskrim Polri

Dittipidsiber Bareskrim Polri sebelumnya menangkap Suri Nur Rahardja. Tempat ditangkap di kediamannya di Sebal, Jawa Timur dini hari tadi. “Iya tadi dini hari Sabtu 24 Okt 2020 Pukul 00. 18 WIB di rumahnya Sawojajar, kecamatam Pakis, Malang, ” logat Awi.

Penangkapan Sinar Rahardja tertung dalam Surat Arahan Penangkapan Nomor SP. Kap/171/X/2020/Dittipidsiber. Tulisan tersebut berlaku untuk 24-25 Oktober 2020.

Dalam tulisan tersebut disebutkan perintah penangkapan sebab tersangka diduga telah menyebarkan bahan yang ditujukan untuk menimbulkan mengalami kebencian atau permusuhan individu atau SARA terhadap kelompok tertenru. Gus Nur diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Juncto 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UNDANG-UNDANG Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 310 dan atau 311 KUHP serta atau 207 KUHP.

Penangkapan ini sendiri, merujuk dalam laporan polisi LP/B/0600/X/2020/Bareskrim tanggal 22 Oktober 2020 yang dibuat sebab Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu NU melaporkan tersangka karena diduga melakukan penghinaan melalui akun Youtube Munjiat Channel.

Saksikan video menarik dibawah ini: