Perkara Pembelian Pil Xanax, Vanessa Angel Salahkan Pihak Apotek

Perkara Pembelian Pil Xanax, Vanessa Angel Salahkan Pihak Apotek

Perkara Pembelian Pil Xanax, Vanessa Angel Salahkan Pihak Apotek

JawaPos. com – Vanessa Angel menyampaikan pembelaan di dalam sidang pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat pada hari ini, Senin (26/10). Lewat pengaruh hukumnya, Arjana Bagaskara, Vanessa Angel merasa pembelian pil Xanax di salah satu apotek, di Surabaya, Jawa Timur, bukan kesalahannya.

Arjana Bagaskara, mengatakan, yang seharusnya disalahkan adalah pihak toko obat. Sebab, awalnya pembelian pil Xanax memang berdasarkan resep dokter dibanding Rumah Sakit Puri Cinere, Depok. Tapi ditolak karena resep tak bisa digunakan di luar Jakarta.

Setelah dibujuk biar pil itu diberikan, akhirnya aparat apotek memberikannya dengan syarat menjepret bareng. Permintaan itu pun dipenuhi Vanessa Angel sehingga terjadilah pembicaraan.

“Pihak apotek lah yang salah yang telah menyampaikan pil Xanax, ” kata Arjana Bagaskara dalam sidang pledoi Vanessa Angel di PN Jakarta Barat Senin (26/10).

Arjana mengatakan pemberian obat-obatan terlarang tidak hanya dialami kliennya. Beberapa kasus terjadi dimana apotek memberikan obat-obatan terlarang. Menurutnya, fakta ini bersandarkan hasil penelitian. “Ada apotek yang memang kurang patuh terhadap peraturan, ” katanya.

Arjana Bagaskara mengatakan pembelian pil Xanax oleh Vanessa Angel bukan untuk bersenang-senang. Dia menggunakannya karena merasai kecemasan berlebih dan mengalami gangguan pada bagian lambung. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya resep sinse dikeluarkan dokter RS Puri Cinere.

“Itu telah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter RS Cinere, ” tuturnya.

Selain itu, pengacara Vanessa Angel berharap majelis hakim mempertimbangkan secara bijaksana sebelum menjatuhkan vonis. Pasalnya Vanessa Angel sudah menggunakan Xanax sebelum terjerat kasus dan penggunaannya berdasarkan resep dokter.

“Terdakwa sudah pernah berobat sebelumnya, ” katanya.

Pengacara Vanessa Angel berharap majelis ketua membebaskan kliennya dari segala syarat. Namun jika hal itu tidak memungkinkan atas pertimbangan hakim, dia meminta kliennya dijatuhi hukuman seringan mungkin dengan mempertimbangkan riwayat Xanax yang sudah pernah dipakai Vanessa Angel. Di samping itu kliennya masih memiliki bayi yang harus diberi ASI dan juga butuh curahan kasih sayang seorang ibu.

Saksikan video menarik berikut ini: