Sri Mulyani Sebut Sisi Baik Pandemi, Mempercepat Proses Digitalisasi

Sri Mulyani Sebut Sisi Baik Pandemi, Mempercepat Proses Digitalisasi

Sri Mulyani Sebut Sisi Baik Pandemi, Mempercepat Proses Digitalisasi

JawaPos. com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memandang, teknologi dapat menjadi solusi untuk menetap hidup di tengah wabah Covid-19. Penggunaan teknologi bisa menjadi pilihan cara dalam mencari nafkah maupun mempertahankan bisnis perusahaan di saat pembatasan sosial diterapkan demi memotong rantai penyebaran Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, wabah Covid-19 tenggat detik ini masih belum sudah. Maka, teknologi menjadi alat pembantu penting dalam krisis kesehatan semacam ini. Maka dari itu, dipandang dari sisi baiknya, pandemi telah mempercepat proses digitalisasi dan mengganti cara hidup.

“Teknologi telah membantu banyak dari kita bertahan dalam situasi yang menantang ini, ” ujarnya saat menjadi pembicara kunci di acara webinar Southeast Asia Development Symposium (SEADS), Rabu (21/10).

Sri Mulyani mengatakan, sejak Maret tahun ini, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat telah dibatasi. Pembatasan tersebut menyebabkan kelompok masyarakat paling lembah menjadi yang paling terdampak.

Menurut Sri Mulyani, lupa satu upaya mengatasi dampak tersebut adalah melalui pemanfaatan teknologi. “Social distancing yang diterapkan telah mendorong banyak pihak perusahaan dan negeri untuk berkreasi dan memanfaatkan teknologi seperti penerapan remote working, online schooling, dan e-commerce, ” jelasnya.

Sri Mulyani mengiakan, teknologi telah memberikan berbagai kemungkinan melalui berbagai platform inovasi serta aplikasi yang merupakan alat buat membuat hidup lebih menjadi lebih mudah. Menurutnya, berkembangnya teknologi sukses membuat restrukturisasi dan menggairahkan rekan baik di negara maju maupun di negara berkembang.

“Pengembang teknologi membentuk kembali industri, merestrukturisasi pasar, dan mendefinisikan kembali kepentingan persaingan. Tidak serta merta menentukan siapa pemenang dan pecundang atau peran yang dapat dimainkan oleh pembuat kebijakan untuk membakar pertumbuhan inklusif yang didorong sebab perubahan teknologi ini, ” tuturnya.