Kejadian Covid-19 di Karanganyar Terus Naik, Stok APD Kembali Menipis

Kejadian Covid-19 di Karanganyar Terus Naik, Stok APD Kembali Menipis

Kejadian Covid-19 di Karanganyar Terus Naik, Stok APD Kembali Menipis

JawaPos. com – Ketersediaan alat pelindung muncul (APD) bagi tenaga kesehatan dengan tergabung dalam Tim Satuan Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Karanganyar, menipis. Jika kasus Covid-19 langsung naik, stok APD hanya cukup untuk satu bulan ke depan.

Kepala pelaksanan Pranata Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Sundoro Budi Karyanto mengungkapkan, stok APD menipis karena banyak warga meninggal akibat Covid-19. Tengah proses pemulasaraan jenazah Covid-19 tetap menerapkan protokol kesehatan. Baik tenaga kesehatan maupun petugas harus ber-APD lengkap.

Sundoro memperhitungkan, jika setiap hari ada dua atau tiga orang meninggal dan harus dimakamkan dengan protokol kesehatan tubuh, maka ketersediaan APD hanya pas untk satu bulan ke aliran.

”Untuk penambahan APD bagai petugas pemulasaraan jenazah, tersebut sedang kami usulkan ke daerah. Kalau untuk yang petugas kesehatan di dinas terkait, masih cukup untuk satu bulan ke depan. Dengan catatan, kalau kasusnya tetap, ” terang Sundoro seperti dikutip Radar Solo, Sabtu (17/10).

Berdasarkan data terakhir hingga Jumat pukul 12. 00, kasus positif Covid-19 di Karanganyar secara akumulatif mencapai 117 orang. Di antaranya yang masih menjalani isolasi sendiri sebanyak 55 orang, rawat inap 62 orang. Kemudian, pasien sehat sebanyak 472 orang, sementara yang meninggal 40 orang.

Disinggung terkait rakor BPBD beriringan tim gugus tugas, Sundoro mengungkapkan, rakor membahas pembahasan Inpres Cetakan 6 Tahun 2020 tentang Penambahan Disiplin dan Penegakan Hukum, Adat Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengoperasian Corona di Kabupaten Karanganyar.

”Yang harus diwaspadai munculnya klaster baru, yakni klaster suku dan klaster perkantoran. Untuk klaster keluarga kami hanya bisa mengedukasi masyarakat. Akan tetapi, untuk yang klaster perkantoran, setiap hari saya melakukan penyemprotan disinfektan, ” tambahan Sundoro.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Sutarno mengatakan, kemaluan kerja sama antarinstansi dalam pengerjaan Covid-19. Apalagi kasus Covid-19 masih cukup tinggi.

”Saat ini kasus yang berkembang lantaran klaster keluarga dan perkantoran. Buat itu, semua harus bersinergi di dalam memutus rantai persebaran di provinsi Karanganyar. Tetap terapkan protokol kesehatan tubuh dalam kehidupan sehari-hari, ” cakap sekda.

Saksikan video menarik berikut ini: