Kaidah Menari, Cara Mandiri Cegah Pukulan Stroke

Kaidah Menari, Cara Mandiri Cegah Pukulan Stroke

Kaidah Menari, Cara Mandiri Cegah Pukulan Stroke

JawaPos. com – Mencegah serangan stroke bisa dilakukan dengan mudah-mudahan dan mandiri. Yaitu dengan sistem menari. Tentu ini bukan menari seperti umumnya. Tetapi menari akronim dari meraba denyut nadi sendiri.

Pengenalan metode menari untuk cegah stroke itu disampaikan dalam program edukasi masyarakat oleh dokter spesialis jantung dan saluran darah RS Siloam Hospitals Manado dr Vekky Sariowan SpJP. Dengan umum dia mengatakan stroke menyimpan urutan teratas penyakit penyebab kematian di seluruh dunia. “Setelah penyakit jantung koroner, ” katanya Sabtu (10/10).

Dia menjelaskan salah satu langkah awal untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan melakukan deteksi dini penyakit fibrilasi atrium. Bahkan saat ini sudah ada pedoman terbaru yang diterbitkan oleh perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular Eropa 2020.

Dalam panduan itu diantaranya mengatur salah satu metode deteksi penyakit fibrilasi atrium dengan meraba nadi sendiri. Terutama pada individu berusia bertambah dari 65 tahun. Menurut Vekky metode ini dilatarbelakangi karena bertambah dari 30 persen penderita fibrilasi atrium gejala awalnya yakni stroke.

Untuk diketahui fibrilasi atrium adalah suatu keadaan di mana serambi atau atrium dalaman tidak berkontraksi secara normal. Atau hanya terjadi fibrilasi. Kondisi ini membuat jantung berdenyut secara tak teratur atau irreguler. Sehingga mewujudkan aliran darah di serambi dalaman menjadi statis dan mudah terbentuk bekuan darah. Denyut jantung dengan irreguler itu bisa dirasakan lewat denyut nadi.

Tabib kelahiran Tomohon itu lantas mengingatkan beberapa tindakan medis lanjutan buat deteksi stroke. Yaitu dengan mengabulkan penapisan atau pemeriksaan berkala pada individu sehat berusia lebih 65 tahun. “Pemeriksaan meliputi tekanan darah, rekam jantung, dan laboratorium, ” katanya

Vekky mengatakan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kemenkes, Provinsi Sulawesi Utara menempati urutan ketiga prevalensi keburukan stroke. Vekky mengatakan ada besar macam tipe stroke ditinjau lantaran segi etiologi. Yaitu stroke yang disebabkan oleh sumbatan aliran darah atau yang dikenal dengan stroke iskemik. Lalu stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah nalar atau Stroke Hemoragik.

Jenis penyebab atau etiologi serbuan stroke itu juga membuat beda pengobatan stroke. Menurutnya di rumah sakit tempatnya bekerja, telah dibantu tenaga dokter spesialis neurologi secara berbagai tingkat kompetensi. Kemudian serupa ada dokter spesialis bedah saraf konsultan yang siap melakukan penanganan masalah stroke. Hilmi Setiawan