Tjandra Budianto Diadili karena Bikin Tebal telinga Rumah Kuncoro Lau Retak

Tjandra Budianto Diadili karena Bikin Tebal telinga Rumah Kuncoro Lau Retak

Tjandra Budianto Diadili karena Bikin Tebal telinga Rumah Kuncoro Lau Retak

JawaPos. com – Tjandra Budianto diadili dalam Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Penyebabnya, dia membangun rumah hingga menimbulkan rumah tetangganya rusak. Kuncoro Lau, tetangga sebelah rumah, melaporkannya ke polisi hingga berujung ke persidangan. Kuncoro menuding Tjandra sebagai penyebab rumahnya rusak.

Kuncoro menyatakan, dirinya dan Tjandra susunan berdampingan di Perumahan Mulyosari BPD Mulyorejo. Kuncoro menempati rumah arah C-24 dan Tjandra blok C-26. Dua rumah itu hanya dibatasi dinding sebagai pemisah. Kerusakan rumahnya terjadi sejak 2016 bersamaan secara pembangunan rumah dua lantai yang dihuni Tjandra. ”Setelah dia bangun, rumah kami rusak. Dia tidak ada izin ke kami saat membangun rumah, ” ujar Kuncoro saat bersaksi di persidangan bergandengan istrinya, Yuliana.

Menurut nya, dinding, atap, hingga lantai vila retak-retak akibat pembangunan rumah tetangganya. Dia sempat meminta ganti menderita, tetapi Tjandra menolaknya. Kuncoro membicarakan bahwa selain dirinya, ada lima rumah lain yang rusak.

Kasus itu sempat dimediasi di tingkat RT/RW, kelurahan, mematok kecamatan. Lima tetangga lainnya beres saat mediasi di tingkat kecamatan. Namun, untuk kerusakan rumahnya, tidak ada titik temu. Kuncoro kesimpulannya melaporkan sang tetangga ke Mapolda Jatim. ”Mereka (tetangga lain) sampai kecamatan, habis itu tidak ada lagi, ” katanya.

Kuncoro mengklaim bahwa rumah seluas 200 meter persegi itu dibeli seharga Rp 1 miliar di dalam 2013. Dia meminta ganti celaka Rp 350 juta kepada Tjandra. Ganti rugi itu digunakan untuk renovasi total rumahnya. ”Berdasarkan pandai, harus direnovasi semua. Nilai itu dari pemborong. Sudah ada hitung-hitungannya, ” ujarnya.

Tetangga lain, Cahyono Kurniawan yang rumahnya juga rusak, mengaku sudah mendapat ganti rugi dari Tjandra. Saat ini urusannya bersama empat tetangga asing sudah beres dengan Tjandra. Cuma Kuncoro yang belum beres. ”Dari yang saya dengar, Pak Kuncoro minta ganti rugi senilai kehormatan rumah baru, ” kata Cahyono.

Sementara itu, Tjandra mengaku sudah berniat mengganti celaka kerusakan rumah Kuncoro. Hanya, tetangganya itu menolaknya. Penawaran tersebut disampaikannya sejak mediasi pertama. Tjandra menentang permintaan ganti rugi Kuncoro yang dianggap terlalu mahal.

”Sebenarnya saya sudah berniat bertanggung jawab. Memberi ganti rugi buat perbaikan. Hanya beda soal kehormatan sebenarnya ini, ” katanya.

Pengacara Tjandra, Aine Atalia Nego, menambahkan bahwa kliennya telah mengakui enam rumah tetangganya rusak akibat proses pembangunan rumahnya. Tjandra sudah beriktikad baik untuk mengganti rugi kerusakan.

Menurut nya, pada 2016, kliennya sudah menyiapkan para tetangga yang rumahnya rusak. Termasuk Kuncoro. Tjandra menyatakan bakal bertanggung jawab dan siap menyilih rugi. Dia meminta para tetangganya mengajukan nilai ganti rugi kepadanya. ”Silakan masing-masing menghitung sendiri. Ada yang Rp 22 juta, Rp 27 juta, Rp 30 juta, dan rata-rata puluhan juta. Tinggal satu yang belum oke, Pak Kuncoro, ” kata Aine.

Kuncoro ketika itu menodong ganti rugi rumah senilai harga baru. Tjandra merasa keberatan. ”Pak Kuncoro minta dibikinkan IMB, jalan listrik yang baru, dan seluruh sesuatunya. Tentu Pak Tjandra penolakan, ” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini: