Month: October 2020

Bahan Pendemo Emannuel Macron Diingatkan soal Penularan Covid-19

Bahan Pendemo Emannuel Macron Diingatkan soal Penularan Covid-19

JawaPos. com – Dipicu kekecewaan terhadap Presiden Prancis Emannuel Macron‎ yang dinilai mendiskreditkan Agama islam dan Nabi Muhammad SAW, sebesar elemen masyarakat di Tanah Cairan berencana menggelar unjuk rasa di dalam 2 November mendatang. Mengenai dasar ini, Juru Bicara Satuan Suruhan (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengimbau‎ agar aksi unjuk menikmati yang dilakukan tetap memperhatikan adat kesehatan.

“Kami imbau untuk mempertimbangkan tata cara penyampaian aspirasinya mengingat kondisi pandemi & kasus yang masih tinggi. Utamakan selalu kepentingan kesehatan masyarakat, ” ujar Wiku kepada wartawan, Sabtu (31/10).

‎Terpisah, Pemimpin Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengajukan masyarakat untuk tidak melakukan kelakuan unjuk rasa. Itu dikarenakanangka penularan Covid-19 yang belum melandai.

“I‎ya memang demonstrasi betul berpotensi timbul adanya penularan Covid-19. Karena di situ masyarakat berkumpul dan bepotensi adanya penularan, ” tuturnya.

Tri Yunis mengatakan, unjuk rasa baru mampu dilakukan jika masyarakatnya patuh kepada 3M seperti memakai masker, melestarikan jarak, dan mencuci tangan. “Demo boleh dilakukan tapi dengan memelihara jarak‎, dengan menggunakan masker, ” katanya.

Informasi sekadar, usai unjuk rasa menolak UNDANG-UNDANG Omnibus Law Cipta Kerja kurang waktu lalu, sebanyak 123 mahasiswa terkonfirmasi positif Covid-19. Tri Yunis pun meminta, pengalaman tersebut dijadikan pelajaran sebelum turun ke ustaz.

“Karena kan kelompok berkumpul saat unjuk rasa & berpotensi adanya penularan (Covid-19-Red), ” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pernyatan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait ekstremisme Islam telah menuai reaksi keras dari berbagai negara, terutama negara Arab & negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Macron dianggap telah menghina Islam dan membela penerbitan kartun Rasul Muhammad SAW yang kontroversial.

Eri-Armuji Ungguli Machfud Arifin-Mujiaman Berdasar Buatan Survei

Eri-Armuji Ungguli Machfud Arifin-Mujiaman Berdasar Buatan Survei

JawaPos. com –Pasangan Calon Nomor Runtut 1, Eri Cahyadi dan Armuji unggul berdasar hasil survei yang dilakukan Populi Center. Dalam inspeksi yang diselenggarakan pada 6–13 Oktober, elektabilitas Eri-Armuji unggul di nilai 41 persen. Sedangkan Machfud-Mujiaman meraih angka 37, 7 persen.

Poling itu dilakukan lembaga independen Populi Center, dilakukan di dalam 800 responden yang dipilih dengan acak bertingkat ( multistage random sampling ). Mengenai Margin of error pada survei itu sebesar 4, 0 persen secara tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut Hartanto Rosojati, satu diantara peneliti dari Populi Center, ada sejumlah temuan dari hasil inspeksi tersebut. Di antaranya, publik bertambah mengenal Machfud Arifin dengan persentase 74, 0 persen, Eri Cahyadi 68, 8 persen, Armuji 55, 0 persen, dan Mujiaman Sukirno 50, 2 persen.

”Eri Cahyadi unggul untuk kategori akseptabilitas sebagai sosok yang mampu membawa perbaikan. Hasil survei pula menunjukkan dia sosok yang disukai, paling memahami persoalan Kota Surabaya dan dinilai paling mampu menjalankan Covid-19, ” tutur Hartanto.

Dari sisi elektabilitas, lanjut dia, pasangan calon Eri Cahyadi-Armuji unggul sebagai calon dengan 41, 0 persen dan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman 37, 7 persen. Tengah responden yang tidak menjawab 21, 3 persen.

”Jadi secara popularitas Pak Machfud Arifin lebih unggul, tapi elektabilitasnya masih kalah dibanding Pak Eri Cahyadi, ” ujar Hartanto.

Sementara itu, untuk tingkat kontribusi, 80, 7 persen responden mengaku akan menggunakan hak pilih, 14, 2 persen menjawab masih tahu perkembangan Covid-19, dan 23 tip menjawab tidak akan datang ke TPS.

”Bisa disimpulkan antusiasme dan tingkat partisipasi ( voters turnout ) warga Kota Surabaya cukup mulia, ” terang Hartanto.

Peneliti Populi Center Jefri Adriansyah menambahkan, angka yang diperoleh paslon nomor 1 sangat meyakinkan dibandingkan lawannya. Mengingat kemunculan Eri-Armudji sangat pendek dibanding Machfud Arifin-Mujiaman yang muncul jauh-jauh hari.

”Saya cukup kaget karena perkataan Eri-Armudji bisa mengimbangi Pak Machfud yang sejak Januari sudah mengumumkan maju Pilwali Surabaya. Banyaknya partai yg mengusung Pak Machfud tidak memberikan efek yang signifikan, ” kata Jefri.

Patuh dia, dasar keunggulan Eri didasari 21, 2 persen masyarakat dengan ingin calon berlatar belakang fungsionaris, 13, 2 persen birokrat, serta 12, 8 persen politisi.

”Latar belakang Eri dan Armuji masuk dalam tiga mulia yang diinginkan masyarakat. Kesuksesan Bu Risma yang dulunya sebagai birokrat akan berpengaruh pada pemilih pilkada kali ini. Mas Eri memiliki latar belakang birokrat, ” perkataan Jefri.

William Wirakusuma, juru bicara Timses Paslon satu Eri-Armuji mengatakan, hasil survei sebagai penyemangat bagi seluruh pihak yang memenangkan Eri-Armuji.

”Mas Eri ini baru bergerak satu bulan saja tapi bisa menyusul Pak Machfud yang sudah utama tahun lebih dulu bergerak. Pergerakan luar biasa dari Mas Eri dan tim disambut antusiasme warga Surabaya terhadap sosok beliau. Itu yang saya lihat juga dalam lapangan, ” papar William.

Dia melihat tingkat kebahagiaan yang tinggi terhadap Wali Tanah air Tri Rismaharini menjadi salah utama alasan keunggulan Eri. ”87, 3 persen warga puas dengan kemampuan Bu Risma. Masyarakat mendukung Raka Eri karena latar belakangnya sama-sama birokrat andal. Apalagi Bu Risma juga selalu menyampaikan kedua sosok ini mampu memimpin Surabaya dan melanjutkan kebaikan era beliau, ” terang William.

Saksikan video menarik berikut itu:

Seruan Boikot Prancis, Umat Islam Jangan Sampai Jadi Alat Bentur

Seruan Boikot Prancis, Umat Islam Jangan Sampai Jadi Alat Bentur

JawaPos. com – Gelombang ajakan memboikot buatan Prancis semakin ramai disuarakan. Direktur Jaringan Moderasi Indonesia Islah Bahrawi mengingatkan, dalam isu ini pengikut Islam jangan sampai latah bereaksi dan dijadikan alat bentur pertarungan orang lain.

“Reaksi umat Islam seringkali terjadi karena latah. Ketika sebuah isu meletup dan bergesekan dengan agama, seluruh orang kadang segera menutup lupa – tanpa pernah menganalisa peristiwa sebenarnya. Inilah mengapa militansi umat Islam seringkali dijadikan alat tabrak untuk pertempuran orang lain, ” kata Islah kepada wartawan, Kamis (29/10).

Hampir seluruh negara Muslim menunjukkan reaksi kemarahannya atas ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron karena dirasa menyudutkan Islam lewat kasus kartu Nabi Muhammad SAW.   Negara-negara di timur tengah seperti Saudi, Qatar & Turki marah besar. Bahkan, Iran sebagai negara yang punya ikatan bilateral yang erat dengan Perancis menunjukkan sikap kecewanya.

Karena itu, Islah mengajak umat Muslim di Tanah Air menanggapi perkara ini dengan introspeksi. Menurutnya, harus disadari, jangan samapi kaum muslimin terprovokasi dan akhirnya dicap intoleran, sebab gemar mengumbar kebencian serta melakukan aksi kekerasan kepada orang lain karena perbedaan keyakinan.

“Sikap yang seringkali mengundang stigma negatif tentang Islam. Itu hanya akan merugikan Islam itu sendiri, ” ujarnnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kecewa dengan pernyataan Macron. Namun, Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi meminta masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketenteraman di Tanah Air menyikapi imbauan memboikot produk Prancis.

Muhyiddin meyakini, pemerintah akan menjemput langkah-langkah bijak merespons isu tersebut. Dia juga meminta Kementerian Sungguh Negeri meminta penjelasan dari Representatif Besar Prancis di Indonesia.

“Kepada masyarakat umat Islam dan bangsa Indonesia yang ingin menyampaikan aspirasi penolakan silakan, tapi dengan tertib, tidak boleh merusak dan harus mengikuti aturan berperan, ” kata Muhyiddin

Machfud Arifin Janjikan Pemberdayaan Bentor Surabaya

Machfud Arifin Janjikan Pemberdayaan Bentor Surabaya

JawaPos. com –Calon Wali Kota Surabaya cetakan urut dua Machfud Arifin menjanjikan pemberdayaan becak motor (bentor) dengan selama ini sering dipandang separuh mata. Dia melihat bentor jadi mata pencaharian masyarakat bawah telah seharusnya dirangkul. Bentor juga disebut lebih manusiawi.

”Yang jelas bentor ini lebih manusiawi dari becak yang dipancal dikayuh dengan tenaga manusia, ” tutur Machfud Arifin pada Rabu (28/10).

Semasa ini, bentor selalu digusur dan dilarang beroperasi. Menurut Machfud, penggusuran bentor dari Kota Pahlawan bukanlah solusi. Ke depannya bentor kudu diberdayakan dan ditata.

”Nanti kita tata. Kita rapikan. Tapi kita harus memastikan barangnya harus legal bukan motor bodong atau curian, ” tegas Machfud.

Tidak hanya keberadaannya, area operasi dan jalur melintas bentor dan kendaraan umum lain juga akan diatur. ”Harapannya bisa bermanfaat. Seluruh pihak bisa membongkar-bongkar nafkah dan tidak melanggar berarakan lintas, ” jelas Machfud yang juga mantan Kapolda Kalimantan Daksina itu.

Sementara itu, Koordinator Bentor Surabaya Achmad Yulianto mengapresiasi janji Machfud Arifin ”Kami para pekerja bentor ini sudah capek mendengar sumpah pihak berwenang. Janjinya menyejahterakan saya, tapi malah digusur, ” keluh Achmad Yulianto.

Tempat melihat perhatian Machfud terhadap bentor sebagai bukti bahwa sebagai bahan wali kota mampu merangkul segenap pihak. Tidak terkecuali masyarakat mungil. ”Pak Machfud sangat peduli secara kesejahteraan masyarakat kecil, ” ujar Achmad Yulianto.

Saksikan video menarik berikut itu:

Sugi Nur Rahardja Ngaku Menghina NU Karena Peduli

Sugi Nur Rahardja Ngaku Menghina NU Karena Peduli

JawaPos. com – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap motif Sugi Nur Rahardja mengeluarkan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Kepada penyidik, dia mengaku perbuatannya didasari kepedulian terhadap NU.

“Yang bersangkutan peduli terhadap NU. Yang bersangkutan rasakan bahwasannya NU sekarang dan NU yang dulu sudah berbeda ini karakter yang kita dapatkan, ” sebutan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta Daksina, Selasa (27/10).

Era ini pengakuan Nur Rahardja sedang terus didalami. Penyidik juga telah memeriksa 4 saksi. Di antaranya 2 pihak pelapor dari NU, dan 2 lainnya adalah cakap bahasa dan ahli pidana.

Selain itu, penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan kepada ulung ITE. Serta akan mendalami gambar Nur Rahardja di Youtube dengan diduga menghina NU.

“Masih diperiksa di laboratorium digital forensik. Kita tunggu, nanti kalau sudah selesai akan diperiksa ahlinya. Ahli ITE, ” pungkas Bambu.

Baca juga: Diduga Hina NU, Gus Nur Ditahan di Rutan Bareskrim Polri

Dittipidsiber Bareskrim Polri sebelumnya menangkap Suri Nur Rahardja. Tempat ditangkap di kediamannya di Sebal, Jawa Timur dini hari tadi. “Iya tadi dini hari Sabtu 24 Okt 2020 Pukul 00. 18 WIB di rumahnya Sawojajar, kecamatam Pakis, Malang, ” logat Awi.

Penangkapan Sinar Rahardja tertung dalam Surat Arahan Penangkapan Nomor SP. Kap/171/X/2020/Dittipidsiber. Tulisan tersebut berlaku untuk 24-25 Oktober 2020.

Dalam tulisan tersebut disebutkan perintah penangkapan sebab tersangka diduga telah menyebarkan bahan yang ditujukan untuk menimbulkan mengalami kebencian atau permusuhan individu atau SARA terhadap kelompok tertenru. Gus Nur diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Juncto 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UNDANG-UNDANG Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 310 dan atau 311 KUHP serta atau 207 KUHP.

Penangkapan ini sendiri, merujuk dalam laporan polisi LP/B/0600/X/2020/Bareskrim tanggal 22 Oktober 2020 yang dibuat sebab Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu NU melaporkan tersangka karena diduga melakukan penghinaan melalui akun Youtube Munjiat Channel.

Saksikan video menarik dibawah ini:

Perkara Pembelian Pil Xanax, Vanessa Angel Salahkan Pihak Apotek

Perkara Pembelian Pil Xanax, Vanessa Angel Salahkan Pihak Apotek

JawaPos. com – Vanessa Angel menyampaikan pembelaan di dalam sidang pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat pada hari ini, Senin (26/10). Lewat pengaruh hukumnya, Arjana Bagaskara, Vanessa Angel merasa pembelian pil Xanax di salah satu apotek, di Surabaya, Jawa Timur, bukan kesalahannya.

Arjana Bagaskara, mengatakan, yang seharusnya disalahkan adalah pihak toko obat. Sebab, awalnya pembelian pil Xanax memang berdasarkan resep dokter dibanding Rumah Sakit Puri Cinere, Depok. Tapi ditolak karena resep tak bisa digunakan di luar Jakarta.

Setelah dibujuk biar pil itu diberikan, akhirnya aparat apotek memberikannya dengan syarat menjepret bareng. Permintaan itu pun dipenuhi Vanessa Angel sehingga terjadilah pembicaraan.

“Pihak apotek lah yang salah yang telah menyampaikan pil Xanax, ” kata Arjana Bagaskara dalam sidang pledoi Vanessa Angel di PN Jakarta Barat Senin (26/10).

Arjana mengatakan pemberian obat-obatan terlarang tidak hanya dialami kliennya. Beberapa kasus terjadi dimana apotek memberikan obat-obatan terlarang. Menurutnya, fakta ini bersandarkan hasil penelitian. “Ada apotek yang memang kurang patuh terhadap peraturan, ” katanya.

Arjana Bagaskara mengatakan pembelian pil Xanax oleh Vanessa Angel bukan untuk bersenang-senang. Dia menggunakannya karena merasai kecemasan berlebih dan mengalami gangguan pada bagian lambung. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya resep sinse dikeluarkan dokter RS Puri Cinere.

“Itu telah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter RS Cinere, ” tuturnya.

Selain itu, pengacara Vanessa Angel berharap majelis hakim mempertimbangkan secara bijaksana sebelum menjatuhkan vonis. Pasalnya Vanessa Angel sudah menggunakan Xanax sebelum terjerat kasus dan penggunaannya berdasarkan resep dokter.

“Terdakwa sudah pernah berobat sebelumnya, ” katanya.

Pengacara Vanessa Angel berharap majelis ketua membebaskan kliennya dari segala syarat. Namun jika hal itu tidak memungkinkan atas pertimbangan hakim, dia meminta kliennya dijatuhi hukuman seringan mungkin dengan mempertimbangkan riwayat Xanax yang sudah pernah dipakai Vanessa Angel. Di samping itu kliennya masih memiliki bayi yang harus diberi ASI dan juga butuh curahan kasih sayang seorang ibu.

Saksikan video menarik berikut ini:

Tanpa Lupa Bahagia

Tanpa Lupa Bahagia

”Jangan lalai bahagia” jelas lebih terasa mudah untuk dikatakan daripada dilakukan. Pertama karena kita tahu, kesedihan bukanlah sesuatu yang direncanakan. Ia mampu datang kapan saja.

—

THE Discomfort of Evening , novel debut setia Belanda Marieke Lucas Rijneveld yang tahun ini memperoleh penghargaan The International Booker Prize, dibuka secara lanskap yang tampak membahagiakan: sebuah rumah penuh kedamaian di peternakan, keluarga yang saleh, menjelang Natal.

”Keluarga yang saleh”, kita tahu, sering kali menjelma gambaran keluarga yang ideal. Dia dibayangkan jauh dari segala dengan jahat dan kotor. Di novel ini bahkan sampai titik pada mana tak ada saluran TV komersial. Hanya TV Netherland satu, 2, atau 3 yang tidak ada ”orang telanjang”. Keluarga taat adalah keluarga yang terlindungi sebab noda dunia.

Akan tetapi, dunia yang terlindung pun mempunyai akhir: kematian. Andai kematian ialah pusat dari kosmologi kesalehan, sebab perbuatan baik dan ibadah kala kali merupakan bekal untuk kesibukan yang akan datang, kematian tetaplah kematian. Ia memberikan rasa tak nyaman bagi yang hidup.

”Meskipun mereka menceritakan hal-hal baik mengenai abangku, kematian tetaplah terasa menjijikkan…” kata Jas, sang narator, di hadapan peti asal Matthies, abangnya.

Seketika, keluarga itu mulai diliputi keprihatinan, juga keputusasaan. Ironisnya, orang kerap semakin mendekat kepada agama, pada Tuhan, ketika malapetaka datang menghampiri, mencari perlindungan dan penghiburan. Pada saat yang sama, bisa pula menyusun orang semakin menjauh, merasa tak memperoleh perlindungan maupun penghiburan.

Si ibu mulai tidak lagi makan bersama sekaligus tak banyak makan seperti sebelumnya. Tubuhnya mulai kurus. Mereka memang sedang pergi ke gereja, tapi hanya agar ”tetangga tahu kamu pegari dan meskipun apa yang berlaku, kami masih percaya kepada-Nya. ”

Obbe, salah kepala anak di keluarga itu, mulai mempertanyakan apa itu kematian dan bermain-main dengan kematian: ia menancapkan seekor hamster ke dalam kaca berair, menutup gelas itu secara telapak tangannya. Di depan matanya, hamster itu melonjak ke segala sisi, mata membelalak, sebelum hancur.

Marieke Lucas Rijneveld, seorang penulis bergender non-binari, perlahan (dan sedikit menyayat-nyayat) mengisahkan mengenai peta kesedihan, dikontraskan dengan kesibukan keluarga yang demikian taat dalam nilai-nilai agama.

Akan tetapi, bahkan dalam kemuramannya, novel itu menawarkan percik-percik humor meskipun sejenis humor kelam. Ketika anak-anak tersebut mandi kelewat lama, misalnya, sang ayah akan menakut-nakuti bahwa indra peraba mereka akan mengelupas dan ia terpaksa menjemurnya seperti menjemur indra peraba kelinci.

Mengucapkan juga:

Ketika Jay berpikir untuk pergi dari rumah, tanah pertanian dan kampung itu, saudarinya memakai baju abu mereka dan berpura-pura menjadi seorang gentleman dari kota yang bakal menyelamatkan gadis desa. Ia mencium Jay, melesakkan lidah ke dalam mulutnya, membuat Jay kemudian bekerja, ”Aku seorang pedofil. ”

”Bukan. Pedofil harusnya adam, tua, dan beruban. Kau perempuan, sepertiku, ” kata Hanna, saudarinya, yang langsung disergap Jay secara kelegaan, ”Terima kasih, Tuhan. ”

Dengan bahasa dengan sering blak-blakan, novel ini dasar memiliki kualitas untuk mengganggu kenyamanan kita. Kutipan-kutipan biblikal yang berserakan di sana sini terasa laksana ejekan pada sikap kesalehan dengan macam burung beo, alih-alih konfirmasi pada berbagai tindakan dan perkataan.

Ditambah dengan penjelasan yang tanpa tedeng aling-aling: bagaimana sabun batangan mencoba melancarkan jalan belakang si anak yang beberapa hari tak bisa buang air besar, misalnya. Atau bagaimana ketika si tokoh berpikir kotoran dalam perut merupakan miliknya, tapi sekali keluar, menjadi milik dunia.

Kesusastraan Belanda bisa oleh karena itu kurang populer di Indonesia, terlepas dari hubungan sejarah yang mempertautkan kedua bangsa. Bagi saya pribadi, novel ini merupakan sejenis daya perkenalan kembali, yang tak pernah betul-betul akrab.

Kembali ke urusan kematian, melalui roman ini Marieke Lucas Rijneveld mengajukan satu pertanyaan tersirat, apa lawan dari kematian? Kelahiran! Dan kemunculan manusia, sebagaimana hewan-hewan, datang melalaikan sesuatu yang sering kali malah tabu dibicarakan: seks.

Ia mendekatkan seseorang untuk menjelma pendosa.

Semakin jauh dari hari kematian abang mereka, kenangan kematiannya tak juga melempem, tapi malah menimbulkan imajinasi liar, gelap, dan mengganggu. Bocah-bocah itu memperoleh penghiburan kecil dari pengalaman-pengalaman yang tampak menantang.

Dari urusan payudara gadis dengan hanya tumbuh jika dilihat bocah lelaki hingga sepuluh detik sampai percobaan meletakkan kaleng minuman soda ke kemaluan anak gadis. Mereka tahu tengah melintasi daerah kritis, sejenis wilayah gelap di seberang sana, tapi tak bisa menghindar darinya.

”Sakit? ” tanya sang narator ke saudarinya selepas ia mengalami pengalaman seksual pertama dengan kaleng minuman. ”Tidak. Enak, kok. ”

Di ruang keluarga yang saleh, mereka tahu harus menyembunyikan kemahiran seperti itu. Mungkin itu juga makna kenapa Jay terus memikirkan ibunya menyembunyikan orang Yahudi di gudang bawah tanah dari kejaran Nazi.

Bahwa kehidupan harus sedikit disembunyikan dari sang ajal. (*)


EKA KURNIAWAN , setia dan novelis, nomine The Man Booker International Prize 2016

Saksikan video menarik dibawah ini:

PREVIEW El Clasico: Gol Ansu Fati Lebih Dinanti Ketimbang Gol Messi

PREVIEW El Clasico: Gol Ansu Fati Lebih Dinanti Ketimbang Gol Messi

JawaPos. com – Ikatan emosional menjadi salah satu faktor Ronald Koeman dipilih sebagai entrenador FC Barcelona perut bulan lalu. Pria berkebangsaan Belanda itu merupakan sweeper andalan Barca pada era 1989–1995.

Kembalinya Koeman ke Barca turut berdampak pada nilai sentimental El Clasico edisi ke-278 di Camp Nou malam nanti (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 21. 00 WIB). Yakni, membabitkan lintas generasi rivalitas dua perkumpulan.

Entrenador 57 tahun itu merupakan sosok paling senior. Koeman berharta di dekade yang berbeda secara entrenador Real Madrid Zinedine Zidane yang berkostum pemain pada 2001–2006.

Tintin –julukan Koeman– bakal jadi lawan adu taktik yang berbeda ketimbang entrenador Barca dengan pernah dihadapi Zidane seperti Luis Enrique, Ernesto Valverde, hingga Quique Setien.

Kekalahan bersambung di La Liga (0-1 sebab Cadiz CF, 18/10, lalu 2-3 oleh Shakhtar Donetsk di Bon Champions, 22/10) membuat Zidane berkecukupan dalam posisi sulit.

”Saya bisa menikmatinya (El Clasico). Apalagi di Camp Nou (tidak pernah kalah atau 2 kala menang dan 3 kali seri, Red), ” tutur pelatih yang telah memenangkan tiga gelar Liga Champions serta masing-masing dua membuat di La Liga, Copa del Rey, Supercopa de Espana, Beker Super Eropa, dan Piala Negeri Antarklub itu dilansir AS.

Kepada El Mundo Deportivo, Koeman juga tidak terbebani melaksanakan El Clasico pertamanya sebagai penyuluh. ”Jadi pemain Barca merupakan peristiwa istimewa dan semakin istimewa saat tampil di El Clasico. Tidak banyak perubahan (dari El Clasico sejak masih aktif hingga saat ini, Red). Jika salah satu malang, maka akan dihujani hujatan, terutama pelatihnya, ” beber pelatih secara statistik 3 kali menang, 1 kali seri, dan 1 kali kalah bersama Barca itu.

Seperti sektor pelatih, pemain kedua tim di El Clasico malam nanti juga berwarna dengan lintas generasi. Para pemain superior atau sudah membela minimal sedekade masih ada seperti Lionel Messi, Gerard Pique, dan Sergio Busquets di Barca. Real diwakili kapten Sergio Ramos, Marcelo, serta Karim Benzema.

Yang maka pertanyaan, apakah nama-nama veteran tersebut masih tetap mendapat panggung malam nanti atau justru beralih pada pemain-pemain muda seperti Ansu Fati, Pedri, dan Sergino Dest pada Barca. Kemudian, di Los Merengues ada Vinicius Junior, Rodrygo Goes, maupun Luka Jovic.

Vinicius mampu mencatatkan namanya pada papan skor dalam El Clasico terakhir di Estadio Santiago Bernabeu (2/3). Striker 20 tahun asal Brasil itu membuka kemenangan 2-0 Real atas Barca dalam jornada ke-26 La Liga musim lalu.

Saat ini, Vinicius juga menjadi pemain tersubur Real dengan 3 gol. Bukan Benzema yang baru mengemas sebiji lulus. Situasinya sama di Barca. Ansu Fati dengan koleksi 4 gol berada di atas Messi (2 gol).

Musim berarakan, Fati hanya tampil 16 menit dalam dua edisi El Clasico. ”Saat ini, Barcelonistas mungkin bertambah menantikan golnya (gol Ansu Fati ketimbang gol Messi, Red), ” tulis Marca.

Warga Swadaya Perbaiki Jembatan Titi Panegara, Berharap Jadi Permanen

Warga Swadaya Perbaiki Jembatan Titi Panegara, Berharap Jadi Permanen

JawaPos. com – Warga yang tinggal di Daerah Polonia dan Medan Baru seakan terpisahkan dengan Sungai Babura dengan membelah kawasan tersebut. Beruntung pemerintah membangun jembatan Jembatan Titi Panegara pada 1986.

Kini jembatan itu sudah setahun rusak dan terbengkalai. Walaupun sudah diperbaiki secara swadaya warga setempat, namun kondisinya masih memprihatinkan. Warga berharap ada perbaikan besar karena jembatan itu bagi warga Polonia Medan, adalah akses utama. Baik untuk warga maupun bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

“Jembatan ini sudah berkali-kali rusak. Setiap harinya hampir 1. 000 sepeda motor lewat dari sini. Kehadirannya sangat dibutuhkan. Kami (warga) dengan swadaya berupaya memperbaiki, ” ucap Poniran, warga setempat dalam hadapan Muhammad Bobby Afif Nasution, calon wali kota Medan.

Bobby Nasution pada Jumat (23/10) sengaja datang dan meninjau langsung kondisi jembatan rusak dengan sering dikeluhkan warga Polonia Daerah. Infrastruktur itu sangat vital bagi warga karena menjadi akses sari untuk menghubungkan Medan Polonia serta Medan Baru.

Poniran dan warga lainnya berharap Bobby Nasution dapat memperjuangkan perbaikan jembatan itu. Setidaknya, jika terpilih di Pilwali Medan pada 9 Desember 2020 nanti, harapan itu dapat diwujudkan. “Kalau Pak Bobby terbatas wali kota, tentu memperjuangkan perbaikan jembatan ini jadi permanen, ” kata Poniran.

Bila sudah permanen, warga pun tak perlu lagi waswas melintas di jembatan itu untuk menyeberang sungai. Apalagi jembatan itu dapat menyerahkan akses ke kampus USU.

Bobby Nasution sudah mengihimpun informasi dari warga tentang status Jembatan Titi Panegara. “Tadi aku sudah tanya apakah pernah diajukan melalui musrenbang. Sebenarnya jembatan itu memang layak diperbaiki tapi mematok sekarang memang belum pernah dibangun infrastruktur dari pemerintah, ” tuturnya.

Menurut menantu Pemimpin Jokowi itu, jembatan tersebut tercatat jalur utama bagi masyarakat. Kondisi jemabtan berdekatan dengan kampus USU. Jembatan itu jadi akses untuk mahasiswa untuk ke kampus.

“Kata warga, dulunya ulama sekitar jembatan juga sering terhambat, apalagi di pagi hari. Oleh karena itu nanti saat memimpin akan kita perbaiki infrastrukturnya, ” pungkasnya.

Saksikan video menjadikan berikut ini:

Pandemi Covid-19, Permintaan Produk Elektronik Terbang

Pandemi Covid-19, Permintaan Produk Elektronik Terbang

JawaPos. com – Perubahan kebiasaan ketika pandemi Covid-19 dengan banyak dalam rumah meningkatkan permintaan terhadap produk-produk elektronik maupun peralatan rumah nikah. Setidaknya, itu yang disampaikan sebab Direktur UFO Elektronik Surabaya Poedji Harixon.

Kata Poedji, penjualan pada semester pertama 2020 terjadi pertumbuhan sebesar 10 komisi. Yang menopang pertumbuhan tersebut kurun lain untuk produk kategori cooking semacam kompor tanam, kemudian air conditioning (AC), freezer dan water heater .

”Kompor tanam sangat diminati karena ibu famili makin sering memasak selama pandemi, ” ujarnya, Rabu (21/10).

Tingginya animo honorarium produk elektronik maupun peralatan rumah tangga sendiri terasa pada periode transisi setelah pelaksanaan PSBB. Makin kebutuhan mesin cuci diperkirakan bakal meningkat memasuki musim penghujan. ”Perkiraan kami, permintaan akan terus naik sampai dengan Desember nanti, ” papar Poedji.

Tingginya permintaan juga dirasakan pabrikan. Direktur MODENA Indonesia Bagus Y. Prastowo mengatakan, sampai September produk-produk home appliances telah mencatat pertumbuhan penjualan sampai dua digit. ”Kenapa masih tumbuh? Karena kami fokus menggarap bagian menengah ke atas yang tak terdampak pandemi, ” lanjutnya.

Menurutnya pada masa pandemi ada shifting perilaku konsumen. Contohnya chest freezer yang biasanya banyak dipakai pabrik, kini justru diminati konsumen panti tangga. ”Mereka lebih suka menyetok bahan makanan beku di sendi. Saking tingginya permintaan, sampai pengganggu stok, ” tandasnya.

Selain chest freezer, produk yang juga tinggi permintaan adalah water heater . ”Akhir semester lalu kami meluncurkan buatan baru dan animo pasar molek, ” urainya. Tingginya permintaan memerosokkan pihaknya untuk merevisi produksi water heater .

Saksikan video menjadikan berikut ini: