Kuartal-II, Realisasi Investasi IKFT Tembus Rp 32, 39 Triliun

Kuartal-II, Realisasi Investasi IKFT Tembus Rp 32, 39 Triliun

Kuartal-II, Realisasi Investasi IKFT Tembus Rp 32, 39 Triliun

JawaPos. com – Pemerintah terus memacu kinerja pabrik kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Sebab, sektor tersebut mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Khususnya, pada masa pandemi Covid-19 sekarang.

Dalam kuartal II tahun ini, kemampuan ekspor IKFT menyumbangkan USD 14, 59 miliar yang setara dengan Rp 215, 86 triliun. Realisasi investasinya menembus Rp 32, 39 triliun. Itu terdiri atas penanaman modal asing (PMA) Rp 20, 06 triliun dan penanaman pangkal dalam negeri (PMDN) Rp 12, 33 triliun.

Kendati investasi yang masuk ke daerah farmasi positif, alokasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 untuk penanganan kesehatan belum cukup. Besarannya berkisar Rp 25, 4 triliun. Prioritasnya adalah pemasokan vaksin Covid-19, sarana dan infrastruktur kesehatan, serta laboratorium.

“Memang perlu anggaran ekstra buat pengadaan vaksin Covid-19, ” ujar peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho Minggu (20/9).

Berdasar data Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, pemerintah sedangkan menjalin 10 kerja sama pemasokan vaksin. Tiga di antaranya bakal diproduksi di tanah air. Lupa satunya adalah vaksin Sinovac.

Andry memperkirakan, vaksin rampung dan mulai diproduksi masal memutar cepat pada akhir 2021 atau awal 2022. Nanti vaksin Sinovac dibanderol USD 25 (sekitar Rp 369 ribu). Setiap orang hendak membutuhkan dua dosis vaksin.

Jika minimal 70 obat jerih penduduk Indonesia (sekitar 176 juta jiwa) divaksin, kebutuhannya akan menyentuh 352 juta dosis vaksin. Oleh karena itu, dana yang dibutuhkan untuk pengadaan vaksin tidak akan cukup cuma dengan mengandalkan RAPBN 2021.