Biar Ditentang, Menag Tetap Jalankan Rencana Penceramah Bersertifikat

Biar Ditentang, Menag Tetap Jalankan Rencana Penceramah Bersertifikat

Biar Ditentang, Menag Tetap Jalankan Rencana Penceramah Bersertifikat

JawaPos. com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi membuka Sosialisasi Program Bimtek Penceramah Agama Bersertifikat. Acara itu berlangsung offline dan online sejak Rabu (16/9) hingga ditutup dalam Jumat (18/9) besok dengan peluncuran resmi program Bimtek Penceramah Keyakinan Bersertifikat.

“Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan layanan bimbingan keagamaan melalui para penceramah, ” ujar Zainut di Jakarta di keterangan tertulis, Kamis (17/9).

Zainut juga menuturkan, kalender ini adalah bagian dari respon pemerintah dalam menyikapi isu-isu sebetulnya yang mengemuka di bidang keagamaan. Menurutnya, layanan keagamaan memiliki kedudukan strategis dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.

Kemudian, katanya, program ini tidak hanya untuk meningkatkan dan menguatkan kompetensi orator agama dari aspek materi maupun metodologi.

“Program ini juga untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai moderasi beragama dalam wawasan kebangsaan, ” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Penerangan Agama Islam Juraidi sebagai Panitia Pelaksana menjelaskan kaum rumusan terkait dengan program ini. Pertama, program ini bersifat manasuka, bukan mandatori. “Jadi sama seluruhnya tidak dipaksakan, ” tegasnya kurang waktu lalu.

Ke-2, program ini bukan sertifikasi orator. Ketiga, Bimtek Penceramah Agama islam, dilakukan oleh Kementerian Agama bergabung dengan MUI dan semua Ormas Islam. “Karena dari segi kepesertaan, kita akan minta kepada Ormas Islam untuk mengirimkan peserta untuk mengikuti Bimtek ini, tentu tersedia yang sifatnya perseorangan yang diundang, ” kata dia.

Keempat, program Bimtek Penceramah Pegangan tidak hanya dikembangkan dalam Agama Islam, tetapi seluruh agama. “Jadi akan ada program semacam tersebut juga di agama selain Agama islam, ” tandasnya.

Diketahui, Program Penceramah Bersertifikat atau sertifikasi penceramah ini menuai banyak penolakan dari berbagai kalangan. Salah satunya Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta Departemen Agama (Kemenag) menyudahi kontroversi sekitar sertifikasi penceramah yang tidak berguna.

“Karena rencana tersebut hanya menimbulkan keresahan, polemik, dan memicu penolakan oleh masyarakat umum, ” ujar HNW.

Munculnya program yang kontroversial tersebut kata HNW, sangatlah tidak tepat, terlebih dilakukan di tengah keprihatinan bangsa yang sedang tertimpa malang Covid-19. Kemunculuan program di tengah pandemi juga bertentangan dengan pernyataan Presiden Jokowi agar semua pihak fokus dan sibuk mengurusi pandemi Korona.

“Sekalipun saya setuju untuk terus mengarusutamakan ceramah dan laku Agama yang moderat tidak radikal dan menghadirkan rahmatan lil alamin, mestinya Menag & Kemenag memberikan keteladanan lebih dulu, bukan dengan mewacanakan sertifikasi, ” ujar HNW.

Apalagi, kata HNW, program yang kontroversial itu juga menghadirkan keresahan baik di kalangan Umat, dan tak membantu menghadirkan penguatan imunitas untuk atasi Covid-19.

Bertambah lanjut, HNW mengkritisi dan mengingatkan, bahwa program sertifikasi penceramah tak pernah muncul dalam program kerja maupun prioritas rencana kerja Departemen Agama beserta anggarannya yang disampaikan Kemenag ke DPR.   Makin, program ini juga belum pernah dibahas dan disetujui oleh premi VIII DPR RI.

Bahkan anehnya, sekalipun begitu seriusnya Menteri Agama dengan wacana program sertifikasi hingga konon melibatkan MUI, BNPT, dan BPIP, Dirjend Bimas Islam malah menyatakan program tersebut tidak punya konsekuensi apapun. Masa benar demikian, seharusnya Kemenag tak ngotot membuat program yang mengacaukan umat dan ditolak banyak bagian itu. Apalagi program dan anggarannya belum pernah disampaikan dan disetujui oleh DPR.

”Harusnya program kontroversial dan tak produktif seperti ini, dibatalkan saja. Biar Menag fokus melaksanakan program kegiatan prioritasnya serta berkontribusi maksimal atasi covid-19 melalui program-program di Kemenag, ” pungkasnya.