Ketua WP KPK Siap Hadir di Agenda Vonis Sidang Etik

Ketua WP KPK Siap Hadir di Agenda Vonis Sidang Etik

Ketua WP KPK Siap Hadir di Agenda Vonis Sidang Etik

JawaPos. com – Dewan Pengawas KPK menjadikan sidang putusan atas dugaan pelanggaran kode etik terhadap aparat antirasuah pada Selasa (15/9). Sidang tersebut menentukan nasib dari Ketua Medan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo.

Yudi Purnomo yang sudah mendapat seruan dari Dewas KPK pun menguatkan siap hadir pada sidang tersebut. Adapun sidang itu digelar dalam Gedung ACLC KPK, pukul 09. 00.

“Benar, beta sudah mendapatkan undangan dari Dewas KPK untuk menghadiri sidang putusan etik terhadap saya pada keadaan Selasa tanggal 15 September 2020 jam 09: 00 pagi berdiam di Gedung ACLC KPK, Ulama HR Rasuna Said Kav C-1, Jakarta Selatan, ” kata Yudi dalam keterangannya, Minggu (13/9).

Sebelumnya Yudi sudah mengikuti persidangan secara tertutup. Dalam sidang itu pun sejumlah saksi & ahli pun sudah dihadirkan.

Baca juga: WP KPK Tegaskan Plt Dumas Tak Melanggar Etik di dalam Kinerjanya

“Saya jadi hadir untuk mendengarkan putusan pandangan hidup yang bermula dari laporan pada saya ketika saya berjuang untuk membela penyidik KPK asal kepolisian yaitu Kompol Rossa Purbo Bekti agar tetap bisa bekerja dalam KPK, ” tegas Yudi.

Yudi diduga menyebarkan keterangan tidak benar. Yudi diduga mengabaikan kode etik dan pedoman temperamen “Integritas” pada Pasal 4 bagian (1) huruf o Peraturan Balai Pengawas KPK Nomor 02 Tarikh 2020.

Sidang vonis terhadap Yudi bersamaan dengan Kepala KPK Firli Bahuri. Hal tersebut sebelumnya dibenarkan oleh Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris.

Baca juga: WP KPK: Rossa Diberhentikan Tak Sesuai Prosedur

Syamsuddin Haris mengatakan, rencananya sidang putusan akan digelar pada Selasa, (15/9) pekan depan. Sidang putusan bersemangat terbuka dan dapat diketahui jemaah.

“Sudah selesai, status sidang putusan, selasa tgl 15 september jam 11. 00, ” kata Syamsuddin dikonfirmasi, Selasa (8/9).

Syamsuddin memastikan, sidang putusan dugaan gaya hidup kaya terkait penggunaan helikopter milik perusahaan swasta oleh Firli akan digelar terbuka. Sebab, selama proses penelitian saksi, sidang tersebut digelar mati. “Ya sidang putusan bersifat terbuka, ” pungkas Syamsuddin.

Saksikan video menarik berikut tersebut: