PSBB Ketat Lagi, Begini Aturan Operasional Rumah Ibadah di Jakarta

PSBB Ketat Lagi, Begini Aturan Operasional Rumah Ibadah di Jakarta

PSBB Ketat Lagi, Begini Aturan Operasional Rumah Ibadah di Jakarta

JawaPos. com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan mengembalikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat. Dengan begitu, semua jenis kegiatan akan kembali dibatasi.

Kendati demikian, Anies memiliki petunjuk berbeda untuk rumah ibadah. Tempat memutuskan membuat sedikit penyesuaian dengan kondisi masyarakat saat ini. Tempat hanya melarang tempat ibadah raya beroperasi.

“Rumah ibadah raya yang jamaahnya datang dibanding sejumlah lokasi tempat seperti Langgar Raya tidak dibolehkan untuk dibuka, harus tutup, ” kata Anies.

Sedangkan untuk panti ibadah di dalam komplek ataupun perkampungan yang jamaahnya hanya sejak komplek itu masih diperbolehkan jalan. Dengan catatan tetap menerapkan adat kesehatan.

“Ada pengecualian, kawasan yang memiliki jumlah peristiwa yang tinggi, ada datanya, wilayah-wilayahnya RW-RW, yang dengan kasus mulia, maka kegiatan beribadah harus dikerjakan di rumah saja, ” imbuhnya.

Kendati demikian, Anies tetap mengimbau kepada masyarakat di seluruh Jakarta agar tetap beribadah di rumah meskipun rumah ibadah berskala lokal tetap bisa beroperasi. Hal ini mengingat perkumpulan jenis apapun tetap berpotensi menularkan Covid-19.

“Meski begitu izinkan saya menganjurkan untuk lebih molek semua dikerjakan di rumah, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Anies memutuskan menarik PSBB masa pergantian. PSBB akan dikembalikan layaknya era pertama kali diterapkan dengan bentuk pembatasan secara ketat. Keputusan itu tak lepas dari kondisi Covid-19 di Jakarta yang masih langsung meninggi. Sampai dengan Rabu (9/9), kasus konfirmas positif di Jakarta berjumlah 49. 837. Dengan rata-rata penambahan setiap hari sekitar seribu kasus dalam 2 pekan terakhir.

“Situasi wabah dalam Jakarta ada dalam kondisi perlu. Maka dengan kedaruratan ini tak banyak pilihan bagi Jakarta melainkan menarik rem darurat sesegera mungkin, ” kata Anies di Rumah Kota Jakarta.

Selain jumlah kasus positif yang langsung melonjak, pertimbangan PSBB kembali diketatkan yakni karena angka kematian dalam 2 pekan terakhir juga ikut meningkat. Selain itu, ketersediaan bagian ICU untuk pasien Covid-19 juga terus menipis.

Saksikan video menarik berikut ini: