Berkepanjangan Gus Ipul Ikut Pilwali Pasuruan Makin Mulus

Berkepanjangan Gus Ipul Ikut Pilwali Pasuruan Makin Mulus

Berkepanjangan Gus Ipul Ikut Pilwali Pasuruan Makin Mulus

JawaPos. com – Rekomendasi PDIP kemarin membuat Pilkada Sidoarjo 2020 bisa diikuti tiga bagian calon (paslon). Namun, hingga kemarin baru dua paslon yang sudah mengantongi restu parpol.

Pertama, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik yang diusung PDIP dan PAN. Ke-2, Bambang Haryo Soekartono (BHS)-M. Taufiqulbar yang dijagokan PKS, PPP, Golkar, dan Demokrat. Tinggal PKB, Gerindra, dan Nasdem yang belum menyampaikan rekomendasi. Namun, bagi PKB, situasi itu bukan masalah karena itu adalah partai peraih kursi tertinggi, 16 kursi. Tanpa berkoalisi pun, mereka bisa mengusung paslon tunggal.

Lain halnya dengan Gerindra yang hanya punya tujuh kursi dan Nasdem dua kedudukan. Gabungan dua parpol tersebut belum memenuhi syarat untuk mengusung bahan sendiri. Seperti diketahui, parpol ataupun koalisi parpol hanya bisa memboyong paslon pilkada jika memiliki minimal sepuluh kursi DPRD. Karena itu, Gerindra dan Nasdem harus memastikan mendukung salah satu paslon.

Baca juga: PAN Sepakat Usung Gus Ipul-Adi Wibowo di Pilkada Tanah air Pasuruan

Sekretaris DPC PDIP Sidoarjo Samsul Hadi menyebutkan, setelah ini pihaknya bakal melakukan konsolidasi lebih lanjut. ”Duduk beriringan dengan paslon biar ada kesolidan, ” katanya. Termasuk membahas teks mendaftar ke KPU. ”Tanggal daftarnya belum ditetapkan, ” ujarnya. Samsul menambahkan, penunjukan Kelana-Dwi Astutik telah melalui banyak pertimbangan. ”Bu Dwi Astutik, misalnya, orangnya energik, gampang beradaptasi, targetnya tentu menang, ” katanya.

PDIP Sidoarjo hanya memiliki sembilan kursi DPRD. Karena itu, mereka butuh utama kursi lagi untuk bisa mencatat ke KPU Sidoarjo. Kekurangan kursi tersebut dipenuhi PAN. PAN pada Sidoarjo punya lima kursi & siap berkoalisi dengan PDIP. Rekomendasi dari PAN juga turun ke pasangan Kelana-Dwi.

Pada bagian lain, kubu BHS-Taufiqulbar siap memperbesar koalisi. Meski jumlah kedudukan sudah mencapai sebelas, mereka tak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan parpol lain yang belum memiliki calon. Ketua DPD Golkar Sidoarjo Warih Andono berharap Gerindra ikut gerbong mereka. ”Tapi, kalau tak pun, Pak BHS sudah tenteram untuk daftar ke KPU, ” ucap dia.

BHS dan Taufiqulbar bakal mendaftar ke KPU pada hari pertama pendaftaran, yakni Jumat (4/9). ”Kami daftar setelah salat Jumat. Ketua golongan dan unsur pemenangan turut sedia, kami siapkan khusus, ” perkataan sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo tersebut. Sementara itu, calon daripada PKB mengerucut ke dua paslon, yakni Achmad Amir Aslichin-Ainun Jariyah dan Ahmad Muhdlor Ali-Subandi. Letak menunggu rekom DPP PKB mendarat ke siapa.

Baca juga: PKB Resmi Usung Gus Ipul-Adi pada Pilwali Pasuruan

Pilwali Pasuruan

Di Kota Pasuruan, langkah Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk maju pilwali kian lancar. Sebab, KPU akhirnya merevisi Peraturan KPU (PKPU) tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur serta Wakil Gubernur, Bupati dan Pengantara Bupati, dan atau Wali Praja dan Wakil Wali Kota. Ada beberapa klausul yang dihapus di dalam perubahan PKPU keempat itu. Lengah satunya tentang syarat calon dengan melarang downgrade jabatan.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Hukum Hasan Asyuro mengaku sudah menerima salinan PKPU Nomor 9 Tahun 2020 itu. Produk norma yang merupakan turunan dari PKPU 1/2020 tersebut telah diundang-undangkan ataupun disahkan pada 31 Agustus 2020. Sedangkan KPU Kota Pasuruan menerima dalam bentuk salinan sehari setelahnya, yakni Selasa (1/9). ”Materinya setara dengan draf revisi PKPU yang kami terima sebelumnya. Pada PKPU perubahan keempat ini, ada susunan yang lebih spesifik. Sesuai secara putusan MA, pasal 4 bagian (1) huruf p angka dua, klausulnya dihapus, ” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Bromo .

Saksikan video menarik berikut itu: