Peristiwa Jerinx SID Jadi Pelajaran Bernilai Bagi Publik Figur

Peristiwa Jerinx SID Jadi Pelajaran Bernilai Bagi Publik Figur

Peristiwa Jerinx SID Jadi Pelajaran Bernilai Bagi Publik Figur

JawaPos. com – Kasus dugaan pencemaran nama baik yang melilit drummer grup musik Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx,   dinilai harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak.   Khususnya kalangan jemaah figur atau selebriti, untuk bertambah berhati-hati dalam membuat pernyataan. Situasi itu diungkapkan pengacara Togar Situmorang.

“Ini pelajaran buat kita semua supaya lebih berhati-hati dalam menggunakan jari dalam menyampaikan pendapat di media sosial secara bijaksana. Agar di kemudian keadaan tidak menimbulkan permasalahan yang mampu merugikan kita sendiri. Apalagi datang di sel penjara, ” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos. com, Kamis (13/8).

Dia menilai, pernyataan Jerinx di media sosial seperti invalid memerhatikan dirinya sebagai seorang jemaah figur. Akibatnya, dia kurang tahu dampak yang ditimbulkan atas pernyataan yang dibuat. Padahal sebagai seorang publik figur, katanya, Jerinx mempunyai banyak penggemar dimana pernyataanya bisa memengaruhi ribuan orang.

Baca juga : Maka Tersangka Kasus IDI Kacung WHO, Jerinx SID Langsung Ditahan

Togar Situmorang menilai, pemberitahuan Jerinx cukup berbahaya ketika mengirimkan kampanye negatif terkait penanganan Covid-19 oleh pemerintah. Dia pun menganut penetapan tersangka terhadap Jerinx bukan hanya dipicu oleh pernyataan ‘IDI kacung WHO’. Tapi ada rangkaian pernyataan lain sebelumnya.

“Saya yakin dijadikannya Jerinx jadi tersangka bukan semata-mata karena dia menyebut IDI sebagai ‘kacung WHO’. Itu adalah puncak dari barang apa yang dilakukan Jerinx selama itu, yaitu membangun ketidakpercayaan dengan apa yang dilakukan pemerintah terkait Covid-19, ” ucapnya.

Menurutnya, Covid-19 merupakan bencana luar umum yang harus ditangani secara serius oleh pemerintah. Dia pun meminta orang-orang, khususnya kalangan artis tidak menjadikannya sebagai candaan apalagi hati. Energi yang demikian besar serta dana tidak sedikit digelontorkan buat penanganan masalah ini.

“Waktu dan dana dikerahkan sepenuhnya untuk menghadapi situasi ini yang sangat berpengaruh pada kesehatan & terpuruknya ekonomi di Indonesia, ” paparnya.

Di sedang situasi seperti ini, katanya, negeri masih direpotkan oleh penyebaran bahan palsu yang beredar di kelompok terkait korona. “Tujuannya untuk membentuk kepanikan di masyarakat sekaligus membuat ketidakpercayaan atas apa yang dilakukan pemerintah, ” papar Togar  Situmorang yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia Kota Denpasar itu.

Jerinx formal ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali pada Rabu (12/8), terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dalam postingannya itu, Jerinx mengatakan bahwa IDI merupakan kacung dari pola kesehatan dunia atau WHO. Tak terima dengan pernyataan tersebut, IDI kemudian melaporkan Jerinx ke penjaga.

Jerinx pun dikenakan dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 310 KUHP serta atau pasal 311 KUHP.

Saksikan video menarik dibawah ini: