Tempat Tradisi Ndalem Sunartan

Tempat Tradisi Ndalem Sunartan

Tempat Tradisi Ndalem Sunartan

JawaPos. com – Ndalem Sunartan adalah rumah keluarga dengan pendapa lega yang berusia sekitar 200 tahun. Rumah tersebut terletak di belakang Studio Lokananta di Solo. Pasangan koreografer-penari Danang Pamungkas dan Dewi Galuh Sintosari mendiami rumah ini. Di balai Ndalem Sunartan, latihan gerak hingga vokal menjadi rutinitas bagi Danang dan Galuh beserta kawan-kawannya. Pada masa pandemi, aktivitas seni pada Ndalem Sunartan tak menyurut.

Aktivitas mereka tak melulu berkutat pada mengolah tubuh buat tari. Mereka juga asyik menerapkan upaya pendokumentasian tari tradisi gaya Solo yang kini langka. Kegiatan pengarsipan itu lantas berkembang menjadi sebuah pentas daring yang tidak cuma menampilkan koreografi namun selalu menghadirkan narasumber membincangkan detil susunan. Siapa penciptanya, apa pentingnya, hingga bagaimana karya itu kini maka bahasan menarik. ’’Ndalem Sunartan kemudian menjadi nama program, ’’ logat Danang.

Ndalem Sunartan sebagai sebuah program melibatkan Fitria Trisna Murti, Fajar Prastiyani, Wahyu Santosa Prabowo, Resita Ayu Kusuma Devi, Irwan Dhamasto, Sigit Pratomo, dan Mc Muncang. Program daring itu mendapat sambutan positif. Bertiket terbatas 50 orang, Ndalem Sunartan di Solo diakses oleh penonton dari Inggris, Belanda, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, dan Prancis.

Ndalem Sunartan edisi pertama pada pertengahan Juli lalu itu mengetengahkan tari Srimpi Tamenggita sebagai menu. Srimpi Tamenggita adalah tari tradisional Jawa gaya Solo dengan saat ini hampir punah karena semakin jarang ditarikan. Lalu, tersedia pula tari Gunungsari dan tari Bromastra yang juga berasal lantaran khasanah tradisi tari gaya Solo. Sukses itu disambut serius secara merancang Ndalem Sunartan jilid dua. ’’Rencananya akan diselenggarakan pada 8 Agustus 2020 nanti, ’’ cakap Danang.

Pada corak terbarunya, Ndalem Sunartan tidak cuma menyuguhkan tari. Gamelan gadhon (Ringkas, Red) sengaja dihadirkan untuk mengapit langsung tarian yang dimainkan. Lalu, KRT Hartini dan Umi Hartono menjadi narasumber di Ndalem Sunartan kali ini. Dua narasumber itu adalah orang-orang yang piawai di hal karawitan, tembang dan tarian gaya Mangkunegaran. Edisi ke dua Ndalem Sunartan juga mengjundang seniman multidisiplin Wahyu Santoso Prabowo jadi narasumber.

Danang menyebut, tradisi dan budaya khas Tunggal memang menjadi fokus dari Ndalem Sunartan. Konsep semacam itu secara sendirinya menempatkan Ndalem Sunartan sebagai rumah bagi tradisi. ”Kami benar fokus gaya Solo dan lingkup tradisi murni, ” katanya. Tetapi demikian, Ndalem Sunartan tidak mati dengan bentuk-bentuk seni yang lain. (tir)