Panggilan Terbuka Lakon Teater

Panggilan Terbuka Lakon Teater

Panggilan Terbuka Lakon Teater

JawaPos. com – LeLakon 2020 yang ditaja oleh Kalabuku, Kalanari Theatre Movement, Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF), Periode Teater, dan Bandung Performing Arts Forum (BPAF) mengumumkan panggilan terkuak bagi karya tulis yang diciptakan dengan tujuan menjadi lakon untuk pertunjukan teater ciptaan para setia dan atau pelaku teater Nusantara. Lakon yang terpilih nantinya disusun menjadi sebuah buku antologi.

LeLakon 2020 adalah upaya yang tak hanya ingin memancing lakon, namun juga mendokumentasikan sekali lalu menyebarkannya. Bagi pengirim yang karyanya terpilih masuk dalam buku koleksi, tak ada hadiah uang tunai, piagam, piala, dan sejenisnya. Mereka hanya akan menerima lima potongan buku antologi yang memuat karyanya. Semua lakon yang masuk mencuaikan panggilan terbuka ini akan diseleksi oleh tim kurator sebelum diputuskan masuk dalam buku antologi.

Tim kurator LeLakon terdiri dari nama-nama yang dekat secara seni dan teater di Nusantara hari ini. Mereka adalah Muhammad Abe (aktor, penerjemah, direktur IDRF, Yogyakarta), Shinta Febriany (sutradara, penyair, penulis lakon, Makassar), Brigitta Isabella (peneliti seni, kritikus seni, Yogyakarta), Riyadhus Salihin (sutradara, dramaturg, setia lakon, Bandung), dan Ibed Surgana Yuga (sutradara, penulis lakon, editor Kalabuku, Bali/Yogyakarta).

’’Kami berharap buku antologi dari LeLakon 2020 dapat terbit pada tarikh ini juga, ’’ kata Ibed Surgana Yuga dari Kalabuku. Wacana antologi tersebut diperkirakan dapat memuat lima hingga 10 lakon yang beragam. Keragaman antologi tersebut tak lepas dari siasat kerja kuratorial yang diterapkan LeLakon 2020.

Menurut Ibed, kuratorial LeLakon tidak diringkus dalam satu inti. LeLakon 2020 justru membuka kemungkinan selebar-lebarnya untuk keberagaman. Baik di bentuk, gaya, tema, eksperimen, dan sebagainya. Cara ini diharapkan dapat meluaskan jangkauan jelajah ruang ungkap teater. Bisa pula karya yang dikrimkan berupa lakon untuk dimainkan satu orang.

Proses kurasi LeLakon 2020 melekat pada kurator sebagai pribadi maupun tim kerja. Kerja kuratorial semacam itu dengan sendirinya tidak akan lepas sebab subjektivitas dan ideologi masing-masing kurator walau tetap bersifat dialogis dan kolektif. Hal tersebut membuka kemungkinkan kurator dapat tak memilih satu lakon pun karena tak serasi dengan bingkai kurasinya.

Ketentuan lakon yang dikirimkan buat LeLakon 2020 cukup longgar. Tak ada batasan jumlah halaman atau durasi pertunjukan. Lakon ditulis secara sebagai bahasa utama bahasa Nusantara. Bahasa selain Indonesia harus disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. Semrawut, karya yang dikirim bukan terjemahan, saduran, adaptasi, atau alih wahana dari karya orang lain. Teater yang sudah pernah dipentaskan, diterbitkan, diikutkan atau memenangkan lomba dapat dikirimkan selama hak ciptanya dipegang oleh penulis.

Itu yang hendak mengirimkan karyanya pada LeLakon 2020 diberi tenggat waktu hingga 5 September 2020. Lulus, pada 5 Oktober 2020 naskah terpilih akan diumumkan. Semua naskah yang dikirimkan dalam LeLakon 2020 akan dikurasi ulang oleh IDRF. Nantinya, naskah yang terpilih pada kurasi ulang tersebut akan dibacakan dalam IDRF 2020 yang diselenggarakan akhir tahun ini. (tir)