Month: July 2020

Tetap Ingat Jaga Jarak, Angkatan Laut AS Dibekali Perangkat Khusus

Tetap Ingat Jaga Jarak, Angkatan Laut AS Dibekali Perangkat Khusus

JawaPos. com – Penularan wabah Covid-19 pada Amerika Serikat masih tinggi. Bersandar itu, Tim Respons Cepat Covid-19 Angkatan Laut AS bakal menerapkan program pelacakan kedekatan untuk menentukan seberapa efektif kebijakan jarak sosial dalam membatasi penyebaran virus di kalangan prajurit.

Di kerjanya, perangkat dapat dipakai atau wearable khusus yang menyimpan pesan pengguna dalam jarak enam bersantai atau 1, 8 meter lebih satu sama lain. Dan, mampu mengidentifikasi 100 perangkat yang berbeda dalam jarak dekat dalam waktu kurang dari satu menit.

Para petinggi Angkatan Laut AS saat ini mengambil penyampaian untuk teknologi prototipe komersial. Tapi perangkat catatan tidak dapat membereskan informasi pribadi atau memiliki WiFi dan GPS. Hal itu sebab layanan dapat menjadi ancaman ketenteraman.

Dilansir dari Daily Mail , Selasa (21/7), Angkatan Laut AS telah terpukul karena banyak tentara dengan positif Covid-19. Terungkap pada April lalu bahwa setidaknya 40 pesawat terdapat kasus Covid-19. Dari total itu, 26 di antaranya masih terinfeksi dengan lebih dari 3. 000 anggota dinyatakan positif serta dua tentara meninggal.

Saat ini pejabat mencari teknologi untuk menghentikan penyebaran virus Korona di kalangan prajurit Angkatan Laut AS. “Catatan kedekatan digunakan untuk mengidentifikasi individu-individu yang terlalu dekat terlalu lama dengan seseorang yang dites positif Covid-19, ” ucap pejabat tersebut.

Set yang digunakan diharapkan mirip secara ukuran jam tangan pria dan ketebalan tidak melebihi 3-8 inci. Masa pakai baterai harus bertahan setidaknya lima hari.

Namun, tidak seperti perangkat tradisional, yang dipilih oleh Angkatan Laut tidak dapat memiliki kemampuan buat menyimpan informasi pribadi. Angkatan Bahar juga tertarik pada fitur-fitur lain untuk mempromosikan jarak sosial.

Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Kota Enau Turun Jadi 69, 91 Upah

Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Kota Enau Turun Jadi 69, 91 Upah

JawaPos. com –Tingkat kesembuhan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor menurun sebab 70, 40 persen menjadi 69, 91 persen pada Senin (20/7). Setelah ditemukannya tiga kasus gres positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno seperti dilansir dibanding Antara di Kota Bogor mengucapkan, Dinas Kesehatan menemukan lagi tiga kasus terkonfirmasi positif pada Senin (20/7). Tiga kasus tersebut merupakan imported case , yakni warga Kota Bogor yang beraktivitas di luar Kota Enau dan tertular di luar Tanah air Bogor. ”Notifikasinya disampaikan ke Biro Kesehatan Kota Bogor, ” kata pendahuluan Sri Nowo Retno pada Senin (20/7).

Menurut dia, dengan adanya tambahan tiga urusan baru positif Covid-19, akumulasi peristiwa positif di Kota Bogor menjadi 226 kasus. Sedangkan, kasus membangun yang sembuh tambah satu kejadian menjadi 158 kasus. Dengan bukti tersebut, tingkat kesembuhan kasus nyata Covid-19 di Kota Bogor, di dalam hari ini (20/7) menjadi 69, 91 persen.

Pada Minggu (19/7), kata dia, pengumpulan kasus positif Covid-19 adalah 223 kasus. Sedangkan, kasus positif segar adalah 157 kasus sehingga level kesembuhannya adalah 70, 40 komisi.

”Tingkat kesembuhan peristiwa Covid-19 di Kota Bogor sebelumnya telah mencapai 72, 35 tip pada Sabtu (18/7), sedangkan di Jumat (17/7) mencapai 71, 75 persen, ” terang Sri Nowo Retno.

Adanya bunga tiga kasus baru positif Covid-19 serta satu kasus positif sembuh, kata dia, membuat jumlah peristiwa positif yang saat ini pada perawatan di rumah sakit dalam Kota Bogor tercatat menjadi 48 kasus. Selain kasus positif Covid-19, di Kota Bogor saat itu ada 43 pasien dalam penjagaan, kemudian ada 48 warga Kota Bogor dalam pemantauan, serta 75 orang tanpa gejala.

Sementara itu, Ketua Gugus Perintah Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, adanya kasus baru positif Covid-19 yang ditemukan dalam beberapa keadaan terakhir, GTPP COVID-19 Kota Bogor berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan. Khususnya pemakaian masker secara masif kepada seluruh warga Kota Enau.

Menurut dia, salah satu wujud dari kampanye pamakaian masker secara masif, dalam GTPP Kota Bogor bekerja sama dengan Kodim 0606 Kota Bogor melaksanakan operasi masker di empat kedudukan di Kota Bogor pada Sabtu (18/7). Dalam operasi tersebut, warga Kota Bogor yang tidak mamakai masker diberikan masker sekaligus diingatkan untuk selalu menggunakan masker dalam seluruh kegiatan di luar vila.

Saksikan video menarik berikut ini:

& nbsp;

Natural Kesulitan, Pembalap Indonesia Gagal Raih Poin di Hungaria

Natural Kesulitan, Pembalap Indonesia Gagal Raih Poin di Hungaria

JawaPos. com- Pembalap Indonesia yang memperkuat tim DAMS Racing Sean Gelael menjalani balapan Metode 2 di Sirkuit Hungaroring, Hungaria, Minggu dengan penuh kesulitan. Hasilnya, dia mendulang nol poin dalam dua balapan.

Di balapan kedua (sprint race), Sean finis di posisi ke-12. Sedangkan pada balapan pertama (feature race) Sean apalagi hanya finis ke-17.

“Balapan yang sulit karena semua nyaris pakai strategi yang setara. Saya berharap pada seri beserta di Silverstone kembali di rel perolehan poin, ” kata Sean dalam keterangan resminya seperti dilansir dari Antara.

Di Formula 2 seri tiga itu, Sean start di posisi 17. Dia menggunakan strategi balapan pas dengan pebalap lain termasuk muslihat dalam penggunaan ban karena Sirkuit Hungaroring sangat memakan ban.

Walau taktik tersebut dimanfaatkan banyak pembalap, namun pilihan bannya berbeda. Ada yang ban prime (lebih keras) dahulu baru kemudian option (lebih lunak), ada juga sebaliknya.

Sean menggunakan opsi option-prime. Persis dengan yang dipakai pembalap dengan start di posisi sepuluh besar tercatat peraih pole position, Callum Ilott sejak tim Uni-Virtuosi.

Hanya dua pebalap yang tidak mematuhi taktik ini, yakni Luca Ghiotto (Hitech) dan Giuliano Alesi (HWA Racelab). Mereka memilih ban prime semenjak start hingga finis.

Ghiotto dengan segudang pengalamannya berasil menaklukkan perjudiannya tersebut. Walaupun di lap-lap terakhir dia dikejar oleh Ilott. Ghiotto akhirnya menjadi juara. Ilott dan Mick Schumacher (Prema) menyimpan posisi kedua dan ketiga.

Bagi Sean, meski finis di posisi 12, perjuangannya terhormat cukup bagus. Sebab, dia dinilai sudah berusaha maksimal bahkan tahu berada di posisi sembilan. Namun, kondisi di trek yang rajin dan salah strategi, membuat pembalap 23 tahun itu kesulitan.

Hingga seri ketiga, Sean baru mengumpulkan tiga poin yang semuanya diraih di GP Styria. Pada seri pertama GP Austria, Sean gagal meraih poin.

Setelah tiga pekan bersambung, balapan yang berada satu golongan di bawah Formula 1 itu akan istirahat sejenak. Formua dua kembali tergelar di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir Juli mendatang.

Merujuk WHO, Dokter Reisa Broto Asmoro: Rapid Test Masih Diperlukan

Merujuk WHO, Dokter Reisa Broto Asmoro: Rapid Test Masih Diperlukan

JawaPos. com – Duta Adaptasi Kebiasaan Segar Gugus Tugas Nasional Covid-19, tabib Reisa Broto Asmoro mengatakan rapid test masih diperlukan untuk mendeteksi seseorang tertular virus Korona atau tidak. Menurut dokter Reisa, kaidah pengecekan menggunakan rapid test merupakan salah stu cara untuk melayani screening awal ‎virus Korona.

“Bahwa rapid test sedang diperlukan sebagai salah satu jalan yang bisa mengetahui apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak, ” ujar Reisa di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7).

Berdasarkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan tubuh Dunia (WHO), rapid test sedang diperlukan bagi masyarakat yang bakal melakukan deteksi dini terhadap virus Korona.

Dokter Reisa menuturkan masyarakat bisa rutin melayani pemeriksaan dengan menggunakan metode rapid test. Setelah itu jika hasilnya adalah reaktif, selanjutnya pemeriksaan dilakukan dengan metode swab test PCR.

“Bisa dengan mengabulkan rapid test dan kemudian dilanjutkan dengan swab test, ” sebutnya.

Dokter Reisa bersuara saat ini di dalam daerah telah memproduksi rapid test. Level akurasinya juga cukup baik. Jadi rapid test buatan dalam jati ini sangat membantu untuk dikerjakan test masal.

“Indonesia pun kini sudah bisa memproduksi alat rapid test sendiri. Tersebut membantu‎ agar deteksi dapat dilakukan dengan lebih banyak dan berkembang, ” ungkapnya.

Buat Covid-19, dokter Reisa berpesan pada masyarakat untuk saling melindungi mulia dengan yang lainnya. Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan yang selektif. Seperti memakai masker, jaga jeda, dan mencuci tangan.

“Tanggung jawab kita semua buat tidak menulari orang lain tertutama kelompok rentan, seperti orang tua kita yang suntuk, orang dengan penyakit penyerta dan mereka dengan memiliki gangguan imunitas, ” pungkasnya.

Awak Advokasi Novel: Vonis untungkan Ke-2 Terdakwa dan Kepolisian

JawaPos. com – Tim advokasi Novel Baswedan menilai, proses persidangan hingga vonis teehadap pelaku penyerangan Novel Baswedan merupakan  skenario ideal.   Skenario sempurna ini ditunjukkan oleh sikap kedua terdakwa yang menerima dan tidak banding, walaupun diputus lebih berat dari tuntutan penuntut umum.

Diketahui, dua tersangka penyiraman air keras terhadap Roman Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, masing-masing dihukum dua tahun penjara dan satu tahun enam bulan penjara. Vonis keduanya lebih berat dari tuntutan mulia tahun penjara jaksa penuntut umum (JPU).

“Skenario tersebut adalah tuntutan yang ringan untuk mengunci putusan hakim.   Nyaris tidak ada putusan yang dijatuhkan terlalu jauh dari tuntutan, kalaupun lebih tinggi daripada tuntutan. Misalnya tidak mungkin hakim berani menjebloskan pidana 5 tahun penjara untuk terdakwa yang dituntut 1 tahun penjara. Mengapa putusan harus mudah, agar terdakwa tidak dipecat daripada Kepolisian dan menjadi whistle blower/justice collaborato r, ” kata anggota tim pembelaan, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Jumat (17/7).

Penting ditegaskan kembali, kata Kurnia, sejak depan persidangan Tim Advokasi Novel Baswedan sudah mencurigai proses peradilan dijalankan hanya untuk menguntungkan para terdakwa. Kesimpulan itu bisa diambil dibanding dakwaan, proses unjuk bukti, tuntutan Jaksa, dan putusan yang dasar menafikkan fakta-fakta sebenarnya.

Kurnia memandang, vonis dua tarikh dan satu tahun enam bulan terhadap kedua terdakwa,   bagian yang paling diuntungkan adalah jawatan Kepolisian. Sebab dua terdakwa dengan notabene berasal dari anggota Kepolisian tidak mungkin dipecat, karena balasan tidak lebih dari dua tahun.

“Sikap yang tak mengungkap kejapolitik sampai akarnya pada saat ini hanyalah perulangan terhadap kasus-kasus serangan terhadap aktivis antikorupsi serta aktivis-aktivis lain dan penegak patokan pemberantas korupsi, ” sesal Kurnia.

Kurnia menyebut, proses persidangan  juga menunjukkan potret penegakan hukum di Indonesia tidak sudah berpihak pada korban kejahatan. Terlebih lagi, korban kejahatan dalam pasal ini adalah penegak hukum dengan bekerja di KPK.

“Maka dari itu, kami meyakini di masa yang akan datang para penegak hukum, khususnya Pemeriksa KPK, akan selalu dibayang-bayangi sebab teror yang pada faktanya tidak pernah diungkap tuntas oleh negara, ” cetusnya.

Sebab karena itu, tim advokasi tidak henti-hentinya mendesak  Presiden Joko Widodo untuk segera membentuk Tim Ikatan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki ulang kasus penyiraman air membanting yang menimpa Penyidik KPK, Roman Baswedan.

“Sebab, penanganan perkara yang dilakukan oleh Kepolisian terbukti gagal untuk mengungkap ringkasan dan aktor intelektual kejahatan ini, ” tandasnya.

Seperti diketahui, majelis hakim telah memvonis pelaku penyerangan Novel pada Kamis (16/7). Kedua anggota Brimob Polri itu, Rahmat Kadir Mahulette divonis dua tahun tangsi, sedangkan Ronny Bugis divonis satu tahun enam bulan penjara. Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan satu tahun penjara JPU.

Perbuatan  kedua tersangka menyebar mata Novel Baswedan menemui luka berat. Sehingga kornea serampangan kanan dan kiri berpotensi menjadikan kebutaan.

Kedua terdakwa melakukan perbuatannya karena membenci Novel Baswedan yang dinilai telah mengingkari dan melawan institusi Polri. Keduanya kemudian pada 11 April 2017 bertempat di Jalan Deposito Blok T Nomor 10 RT 003 RW  010 Kelurahan Pegangsaan Perut, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara  sekitar pukul 05. 10 WIB menyiram cairan asam sulfat (H2SO4) atau air aki kepada Roman Baswedan yang keluar dari Langgar Al-Ikhsan menuju tempat tinggalnya.

Akibat ulah kedua terdakwa, cidera yang dialami Novel itu disebutkan berdasarkan hasil visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga menyatakan ditemukan luka bakar dibagian wajah dan kornea mata kanan dan kiri Novel.

Ronny Bugis dan Rahmat Kadir divonis melanggar Pasal 353 bagian (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Tips to Help You Win the Lottery

Many people like to bet on the lottery, winning a lot of money. So does this mean that if you are not winning a lot of money then you should stop and try again? No, on the contrary. If you are honest with yourself you will be able to improve your chances of winning with each successive ticket.

You do not have to be lucky to win the Data SGP lottery, a good chance is all that you need. Your problem is that you tend to focus on the fact that you cannot become lucky so you tend to focus on it instead of concentrating on your objectives.

Many young men who spend all their time thinking about what they can’t do, cannot get the most out of life. If you take that approach then you will never reach your goals.

Being a strong winner takes some effort, work and effort but you will reap the rewards in the end. After you win a few times, you will see that the whole process is a bit tedious.

So what you should be doing, you should be putting some effort in improving your odds of winning the lottery. This is a great way to boost your self-confidence as well. You will be able to appreciate the fact that you are indeed a winner and you are going to win again. This could make you feel better about yourself and you will enjoy playing again.

You may be thinking about the biggest factors that may affect your chances of winning the lottery. Here are a few tips to help you improve your chances of winning the lottery:

Having a lot of favorite size lottery tickets will increase your chances of winning. You may also want to consider buying in a variety of big jackpots as well. You may want to spread out your bets a little as these can increase your chances of winning.

Have more than one number to choose from for your favorite lottery ticket. You may also want to consider buying in a selection of big numbers as well. It is very important to remember to keep your options open when picking your number and it may help you win.

Bet according to your personal preferences. If you are of the opinion that you are a winner and would like to keep it that way, you may want to consider betting according to the lotto odds.

Playing when the odds are in your favor can be very beneficial to you. So if you are under the impression that the lotto will not work with you, you may want to consider trying a game before the lotto hits.

If you have friends or family members who can explain the lotto to you then by all means do so. There is nothing that can beat a wise person in helping you understand something. If you do not like reading, you may want to take advantage of your local library to learn how to play the lotto.

Remember that a little guidance and help will go a long way. You may be a lucky winner or a loser, but you still deserve to be treated fairly. You will be amazed at what you will learn if you are willing to learn.

IBC Dukung Langkah Erick Gandeng KPK Awasi Dana PEN di BUMN

IBC Dukung Langkah Erick Gandeng KPK Awasi Dana PEN di BUMN

JawaPos. com – Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC) Roy Tenteram mengatakan, langkah menteri BUMN Erick Thohir menggandeng KPK dalam menguasai dana program PEN patut dibantu. Pasalnya, langkah ini diperlukan untuk menjaga anggaran agar realisasinya benar sasaran.

“Namun cara ini perlu diwujudkan secara sistemik dalam sebuah sistem. Sehingga dan tidak disalah gunakan oknum tertentu, ” ujar Roy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7).

Menurut Roy, dana PEN itu penting untuk disalurkan kepada BUMN yang bersentuhan langsung dengan cara memperkuat pemulihan dan ketahanan ekonomi nasional.

“Ekonomi produktif itu penting, juga diarahkan tahu BUMN-BUMN yang sehat secara keuangan jangan sampai diarahkan kepada BUMN yang sebenarnya tidak sehat, ” katanya.

Karena itu, Roy menambahkan, perlu adanya keterbukaan dalam pembenahan sistem di pada manajemen BUMN. Sebab salah kepala sistem pencegahan korupsi adalah adanya aturan untuk mencegah terjadinya conflict of interest atau konflik relevansi.

“Conflict of interest itu yang antara lain tiba dari pengadaan barang dan uluran tangan di BUMN, kemudian penempatan pejabat-pejabat di BUMN, dan juga keterbukaan laporan keuangan, nah ini membangun penting, ” imbuhnya.

Selain itu, Roy juga menyuarakan, BUMN sebaiknya didorong untuk lebih terbuka menyangkut tata kelola perusahaan kepada masyarakat. Karenanya pelu pula dibangun sistem yang pencegahan yang baik.

“Misal di hal ini sistem rekrutmen dengan melibatkan beberapa pihak yang maksudnya menghindari konflik kepentingan, ” ungkapnya.

Roy berharap dengan pelibatan KPK maka dana PEN benar-benar akuntable dan tepat sarasaran dalam pengelolaanya sehingga berdampak di dalam penguatan pertumbuhan ekonomi nasional. Sekali lalu menepis kekhawatiran publik tentang pengelolaan PEN jatuhnya ke BUMN yang tidak kompeten.

“Anggaran atau uang rakyat yang dikelola BUMN ini harusnya bisa ke depan lebih prodiktf tidak ada kolusi dan juga bisa berpengaruh pada memperkuat perekonomian, ” tuturnya.

Sementara itu, Staf Khusus BUMN Arya Sinulingga mengutarakan, pendampingan dari KPK ini diperuntukkan agar dana-dana yang dikucurkan sebab pemerintah kepada BUMN ini mampu dikelola dan disalurkan dengan tertib dan sesuai dengan ketentuan dengan berlaku.

“Minta dibanding KPK untuk bisa memberikan pendampingan supaya dana-dana yang diberikan negara kepada BUMN bisa disalurkan mampu digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan tak melanggar dasar. Harapannya penggunaan anggaran bisa dikawal dengan baik, ” tutur Arya

ICW Soroti Kasus Dugaan Suap Gubernur Papua Barat pada eks Anggota KPU

ICW Soroti Kasus Dugaan Suap Gubernur Papua Barat pada eks Anggota KPU

JawaPos. com – Indonesia Corruption Watch (ICW) ikut menyororti pengungkapan kasus dugaan suap Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan kepada mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Nilai suapnya Rp 500 Juta.

Sangkaan suap itu muncul dari petunjuk saksi Sekretaris KPUD Papua Barat dalam persidangan yang menyebut adanya aliran dana Rp 500 juta dari Dominggus ke Wahyu.

Merespons hal itu, Peneliti ICW Tama Satrya Langkun mendesak agar segera dilakukan konfirmasi dengan harus digali oleh penuntut ijmal. Sehingga, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nantinya bisa melakukan pendalaman agar proses pengadilan berjalan maksimal

Diketahui, Wahyu beserta kader PDI Perjuangan Agustiani Tio Fridelina saat ini sedang diadili terkait dugaan suap yang dilakukan politisi Harun Masiku dalam urusan Pergantian Antar Waktu (PAW) bagian DPR RI dapil Sumatera Daksina.

Dalam dakwaan pada Pengadilan Tipikor Jakarta bulan Mei lalu, JPU Takdir Suhan mengecap bahwa selain suap dari Harun Masiku, terdakwa Wahyu Setiawan serupa diduga menerima gratifikasi dari Gubernur Dominggus terkait proses seleksi bagian KPUD Papua Barat.

Dakwaan JPU diperkuat oleh keterangan Sekretaris KPUD Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo dalam persidangan yang digelar Jumat (9/7). Selain mengaku menerima dana dari Gubernur Dominggus melalui ajudan, Thamrin juga mengaku dialah yang mentransfer simpanan setengah miliar itu kepada Wahyu lewat rekening milik istri sepupunya.

Penyebutan nama Gubernur Dominggus dalam persidangan itu lalu menyulut reaksi dari sebagian kalangan masyarakat Papua Barat. Beberapa aktivis pemuda setempat menyayangkan penuntut umum KPK yang mereka anggap sudah melakukan kriminalisasi dan melanggar asas praduga tak bersalah, karena mengungkap nama Gubernur Dominggus tanpa klarifikasi terlebih dahulu.

Menanggapi pertanyaan seputar kemungkinan persidangan Wahyu Setiawan menyeret tersangka lain, Tama mengatakan, hal itu tergantung dalil-dalil putusan dan pertimbangan majelis hakim dalam kasus Masiku.

”Apakah fakta-fakta persidangan bisa menjadi pertimbangan yang perlu ditindaklanjuti, jadi bisa menjadi dasar bagi KPK untuk membuka proses penyelidikan pertama terhadap si A atau si B, ” ujar Tama di dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/7).

Karena yang sahih, lanjut Tama, bisa ada pengkajian baru dengan tersangka baru, namun prosesnya tetap harus dilalui terlebih dalulu. Tidak bisa langsung.

”Tetap harus ada petunjuk majelis hakim yang mendalilkan perlunya penyelidikan baru di persidangan, ” ujarnya.

Karena tersebut, menurut Tama, semua tergantung pada jaksa. Apakah keterangan saksi (Sekretaris KPUD Papua Barat) perlu didalami atau tidak. Kalau informasinya persis, jaksa tentu akan meminta keterangan saksi-saksi lain untuk pendalaman.

”Jadi, sekali lagi, itu tidak ada kaitan dengan pengingkaran (yang disebut dilakukan KPK) kepada asas praduga tak bersalah. Namun untuk memulai penyelidikan baru, lestari harus melalui putusan pengadilan secara dalil-dalil pertimbangan yang kuat, ” pungkas Tama.

Terpisah, pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji meyakini, KPK akan menyelidiki setiap kasus dugaan korupsi dengan muncul dalam fakta persidangan. Hal itu mengingat lembaga anti-rasuah tersebut sudah terbiasa mengungkap tindak kejahatan korupsi yang faktanya muncul di persidangan.

”KPK lazimnya sangat responsif terhadap fakta-fakta dan hasil kesaksian di persidangan, ” tuturnya.

Ditambahkan, bukti persidangan merupakan bagian dari pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) untuk KPK. Karena masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan guna mencari sebesar alat bukti yang cukup.

”Keterangan terdakwa maupun saksi dalam persidangan itu perlu di- cross check examination dari bagian hukum pidana untuk dinilai keabsahan dan legitimasi keterangannya, ” terang Indriyanto.

Saksikan video menarik berikut ini:

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo Cabut Pembatasan Perjalanan Dinas untuk ASN

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo Cabut Pembatasan Perjalanan Dinas untuk ASN

JawaPos. com – Aparatur sipil negara (ASN) mendapat angin segar di pusat pandemi. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negeri dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mencabut larangan kegiatan perjalanan dinas bagi ASN.

Dengan adanya pencabutan itu, kedepannya ASN diperbolehkan melakukan perjalanan dinas. “Sepanjang memenuhi beberapa persyaratan terbatas, ” tutur Men-PANRB Tjahjo Kumolo Selasa (14/7).

Adapun ketentuan ASN untuk melakukan penjelajahan dinas adalah, mereka harus memiliki surat tugas yang ditandatangani penguasa setingkat eselon II atau besar kantor.

Lalu, mengindahkan status penyebaran Covid-19 di daerah tujuan perjalanan dinas berdasarkan peta zonasi risiko Covid-19. Hingga kebijakan pemerintah daerah asal dan bahan perjalanan dinas terkait pembatasan keluar/masuk orang.

Ketentuan menyelenggarakan perjalanan dinas untuk ASN ini diatur dalam Surat Edaran Gajah PAN-RB No. 64/2020 tentang Kesibukan Perjalanan Dinas Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Biasa Baru.

Tjahjo menodong, dalam pelaksanaan perjalanan dinas ASN, pejabat pembina kepegawaian (PPK) kudu memastikan penugasan dan penerbitan tulisan tugas perjalanan dinas dilakukan dengan selektif dan akuntabel. Lebih dibanding itu, para pejabat wajib memerhatikan tingkat urgensi dari perjalanan jawatan tersebut.

Mantan Sekjen PDIP itu menegaskan, jika terdapat ASN yang melanggar, maka dikenai sanksi. Sanksi tersebut disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah No. 53/2010 mengenai Disiplin PNS dan Peraturan Negeri Nomor 49 Tahun 2018 mengenai Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Di bagian lain, Tjahjo juga menyinnggung soal sistem sif bagi instansi pemerintah. Dia meminta agar dilakukan penyerasian jam kerja selama tatanan lazim baru. Tujuannya, mengurangi penumpukan penumpang di satu waktu. Sehingga sanggup menerapkan physical distancing sesuai Surat Edaran (SE) Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Khususnya untuk ASN dalam Instansi Pemerintah di Wilayah Jabodetabek, ” ujar Mantan Menteri Pada Negeri tersebut. Dia meminta, pola kerja diatur sesuai dengan persyaratan atau kriteria yang ditetapkan di dalam SE Menteri PANRB No. 58/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai ASN dalam Tatanan Normal Baru.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa jumlah pegawai yang hidup dalam sif diatur secara harmonis mendekati perbandingan 50: 50. Penggolongan jam kerja antarsif wajib dikerjakan dengan jeda minimal 3 tanda. Sif pertama masuk antara memukul 07. 00-07. 30 WIB & pulang antara pukul 15. 00-15. 30 WIB. Shift kedua, menghunjam antara pukul 10. 00-10. 30 WIB dan pulang sekitar jam 18. 00-18. 30 WIB.

Pengaturan jam kerja itu juga harus diikuti dengan optimalisasi penerapan bekerja dari rumah (WFH) dan keselamatan bagi kelompok sensitif. Penyusunan dan penerapan teknis operasional jam kerja oleh masing-masing instansi dilaksanakan dengan tetap menjalankan adat kesehatan.

Seluruh kegiatan tersebut wajib dilaporkan evaluasinya pada Menteri PANRB pada setiap hari Jumat. “Wajib melaporkannya ke hamba secara tertulis setiap Jumat, selambatnya pukul 16. 00 WIB, ” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Bertambah Irit Cost, Jokowi Rampingkan Lembaga Negara

Bertambah Irit Cost, Jokowi Rampingkan Lembaga Negara

JawaPos. com – Presiden Joko Widodo menegaskan rencana untuk melaksanakan perampingan 18 lembaga pemerintahan. “Ada perampingan, dalam waktu dekat jumlahnya 18 (lembaga), ” katanya,   di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7).

Ia memberikan hal tersebut dalam pertemuan secara sejumlah media.

Pada sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020 lalu, dia  menyampaikan peluang untuk membubarkan lembaga hingga perombakan kabinet karena para menteri berfungsi biasa-biasa saja.

“Semakin ramping organisasi,   cost- nya juga semakin kita kendalikan anggaran biaya. Kita lihat kalau kita kembalikan ke gajah, ke dirjen, ke direktorat, kok harus pakai badan-badan atau komisi-komisi itu lagi?, ” kata dia.

Dengan perampingan lembaga dan komisi, dia berharap pemerintahan dapat bekerja lebih efisien.

“Kapal itu se- simple   mungkin sehingga bergeraknya semakin cepat, organisasi ke depan kira-kira seperti itu, negara yang cepat akan mengalahkan dengan lambat, bukan negara gede menghabisi negara kecil, ” kata tempat.

Menteri Sekretaris Negeri,   Pratikno, secara terpisah memasukkan lembaga yang akan dibubarkan maujud komite, komisi hingga badan. “Tapi nanti kita finalkan, ” katanya.

Dalam pemerintahan bagian I (2014 – 2019)  Jokowi telah membubarkan 23 lembaga. (*)