Merujuk WHO, Dokter Reisa Broto Asmoro: Rapid Test Masih Diperlukan

Merujuk WHO, Dokter Reisa Broto Asmoro: Rapid Test Masih Diperlukan

Merujuk WHO, Dokter Reisa Broto Asmoro: Rapid Test Masih Diperlukan

JawaPos. com – Duta Adaptasi Kebiasaan Segar Gugus Tugas Nasional Covid-19, tabib Reisa Broto Asmoro mengatakan rapid test masih diperlukan untuk mendeteksi seseorang tertular virus Korona atau tidak. Menurut dokter Reisa, kaidah pengecekan menggunakan rapid test merupakan salah stu cara untuk melayani screening awal ‎virus Korona.

“Bahwa rapid test sedang diperlukan sebagai salah satu jalan yang bisa mengetahui apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak, ” ujar Reisa di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7).

Berdasarkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan tubuh Dunia (WHO), rapid test sedang diperlukan bagi masyarakat yang bakal melakukan deteksi dini terhadap virus Korona.

Dokter Reisa menuturkan masyarakat bisa rutin melayani pemeriksaan dengan menggunakan metode rapid test. Setelah itu jika hasilnya adalah reaktif, selanjutnya pemeriksaan dilakukan dengan metode swab test PCR.

“Bisa dengan mengabulkan rapid test dan kemudian dilanjutkan dengan swab test, ” sebutnya.

Dokter Reisa bersuara saat ini di dalam daerah telah memproduksi rapid test. Level akurasinya juga cukup baik. Jadi rapid test buatan dalam jati ini sangat membantu untuk dikerjakan test masal.

“Indonesia pun kini sudah bisa memproduksi alat rapid test sendiri. Tersebut membantu‎ agar deteksi dapat dilakukan dengan lebih banyak dan berkembang, ” ungkapnya.

Buat Covid-19, dokter Reisa berpesan pada masyarakat untuk saling melindungi mulia dengan yang lainnya. Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan yang selektif. Seperti memakai masker, jaga jeda, dan mencuci tangan.

“Tanggung jawab kita semua buat tidak menulari orang lain tertutama kelompok rentan, seperti orang tua kita yang suntuk, orang dengan penyakit penyerta dan mereka dengan memiliki gangguan imunitas, ” pungkasnya.