Ingat Ya Para Cyclist, Bersepeda Pasti Pakai Masker dan Jaga Jeda

Ingat Ya Para Cyclist, Bersepeda Pasti Pakai Masker dan Jaga Jeda

Ingat Ya Para Cyclist, Bersepeda Pasti Pakai Masker dan Jaga Jeda

JawaPos. com – Tim Komunikasi Jemaah Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan ketika bersepeda saat berolahraga di bagian publik, maka harus menjaga tenggang 20 meter dengan orang dalam depannya.

“Apabila bersepeda, jaga jarak kurang lebih 20 meter, ” kata Reisa pada video virtual yang ditayangkan Gabungan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (9/7), seperti dilansir dari Antara.

Reisa menuturkan sejumlah aturan dalam berolahraga di ruang umum, yakni jika berlari atau jogging, pastikan berjarak kurang lebih 10 meter dengan orang di depannya. “Disarankan untuk berolahraga yang dikerjakan, pertama, tanpa berpindah tempat atau dilakukan dengan posisi sejajar sedikitnya dua meter dengan orang asing, ” ujar Reisa.

Menurut Reisa, iika berjalan suku atau berjalan cepat, pastikan berpisah kurang lebih 5 meter dengan orang di depannya. Reisa menyuarakan masker harus digunakan setiap waktu termasuk pada saat berolahraga sebab olahraga yang disarankan pada pandemi Covid-19 ini adalah olahraga dengan intensitas yang ringan hingga sedang maka akan masih aman memakai masker meskipun sedang berolahraga.

Jaga jarak juga langgeng dilakukan saat istirahat untuk prasmanan dan minum di area gerak atau tempat makan.

Reisa menuturkan jaga jarak langgeng dilakukan saat pengunjung sedang melangsungkan relaksasi atau peregangan termasuk push up dan sit up di tempat yang ditentukan. Arah rel jalan atau arah lari cuma satu arah sehingga tidak bersentuhan antar pengunjung. “Untuk para pemakai sepeda sebaiknya dipisah dan dilarang masuk ke area taman, ” tuturnya.

Reisa mengatakan dalam menjalani kebiasaan baru termasuk dalam berolahraga dan aktivitas fisik keluar rumah lainnya tentu dibutuhkan proses untuk beradaptasi dan menggalibkan diri.
“Kuncinya ada di disiplin mematuhi protokol kesehatan baik oleh pengelola dan terutama sebab pengguna sarana umum, ” perkataan Reisa. (*)