RDP dengan Komisi VII, PGN Akui Target Pembangunan Jargas Tak Makbul

RDP dengan Komisi VII, PGN Akui Target Pembangunan Jargas Tak Makbul

RDP dengan Komisi VII, PGN Akui Target Pembangunan Jargas Tak Makbul

JawaPos. com – Perusahaan migas pelat merah PT Perusahaan Gas Negeri Tbk (PGAS) menyampaikan, sepanjang kurun 2009 hingga 2019 sudah mendirikan jaringan gas (jargas) di semesta tanah air sebanyak 537. 936 sambungan rumah tangga (SR). Penasihat Utama PGN Suko Hartono mengirimkan, jika dihitung dengan asumsi 260 juta per rumah diisi 4 orang, maka rasio sambungan sedang 0, 9 persen atau invalid lebih 1 persen saja yang menikmati fasilitas itu.

Suko memaparkan, sambungan Jargas tersebar di 17 provinsi dari 34 provinsi, lalu 60 kabupaten atau kota dari 514 kabupaten/kota atau sekitar 10 persen -11 tip. Panjang jaringan infastruktur yang terjaga adalah 3. 838 km, terbentang dari Aceh sampai Papua.

Sementara, progres pembangunan Jargas tahun 2020 sendiri meliputi 23 kabupaten/kota sebanyak 127. 864 sambungan rumah tangga. Angka tersebut lebih rendah dari rencana 316. 000 SR.

“Karena benar ada pengalihan anggaran dari jargas ke penanggulangan pandemi, ” ujarnya di gedung DPR RI, Senin (6/7).

Ia merincikan, roadmap pembangunan jargas sesuai dengan RPJMN tahun ini dari sebesar 316. 000 SR tersebut menelan biaya Rp 3, 5 triliun. Sejauh ini baru terealisasi sebanyak 127. 864 SR yang dibiayai APBN dengan biaya Rp satu, 4 triliun.

Mengenai jargas yang dibangun tahun tersebut di antaranya, Jargas Aceh Tamiang, Langsa, Deli Serdang 16. 709 SR. Jargas Palembang, Ogan Ilir 13. 358 SR. Jargas Ogan Komering Ulu, Muara Enim 13. 044 SR. Jargas Masirawas, Musi Banyuasin 12. 189 SR. Jargas Dumai, Pekan Baru 9, 981 SR.

Kemudian, Jargas Serang, Bandar Lampung 13. 144 SR. Jargas Semarang, Blora 10. 725 SR. Jargas Balikpapan, Penajam Paser Utara, Tarakan 16. 809 SR. Dan Jargas Jambi, Muaro Jambi, Sarolangun 12. 932 SR.