Month: June 2020

Peringkat Internet di Pulau Jawa Paling Ngebut Milik Kota Bekasi

Peringkat Internet di Pulau Jawa Paling Ngebut Milik Kota Bekasi

JawaPos. com – Perusahaan analitik mobile Opensignal menerbitkan analisis terbaru mengenai pengalaman streaming video pada telepon seluler di Indonesia. Dalam blog berjudul “West Papua’s Kota Sorong enjoys the best quality of mobile video streaming in Indonesia”, Opensignal menganalisis pengalaman streaming video pada telepon seluler di 44 kota terbesar di Indonesia berdasarkan skor gabungan semua operator nasional dengan berbagai teknologi jaringan berbeda.

Berdasarkan analisis Opensignal, secara garis besar disimpulkan bahwa pengguna di Kota Sorong menikmati streaming video pada telepon seluler dengan kualitas terbaik di Indonesia, dan selanjutnya di Ambon dan Jayapura. “Ketiganya berada di kategori peringkat Very Good, ” demikian bunyi kesimpulan Opensignal melalui keterangan tertulisnya kepada JawaPos. com.

Ini berarti bahwa pengguna di tiga kota tersebut rata-rata mengalami waktu pemuatan yang lebih cepat dan hanya lamban sesekali saja dibandingkan dengan kota-kota lainnya.

Opensignal juga menemukan pengalaman video di daerah perkotaan Indonesia berkisar dari Fair (40-55) hingga Very Good (65-75), tergantung pada lokasinya. Sebagian besar pengguna di kota-kota menikmati Pengalaman Video yang baik.

Pengguna di 40 kota tersebut merasakan pengalaman streaming video yang baik (good), dengan skor antara 55-65 poin, yang berarti banyak pengguna di daerah perkotaan Indonesia yang menikmati pengalaman streaming video yang mencukupi pada resolusi lebih rendah, namun loading masih lambat dan terhenti khususnya pada resolusi tinggi.

Kota dengan kategori peringkat Good adalah Tarakan, Manado, dan Gorontalo. Terlihat bahwa tidak ada kota di pulau Jawa yang masuk dalam peringkat 10 besar. Nilai tertinggi di pulau Jawa adalah Kota Bekasi (60, 3) peringkat ke-19, Surabaya di peringkat ke-22 dan Kota Bandung di perikat ke- 26. Ibu Kota Jakarta berada di peringkat ke-28.

“Semua kota terbesar di Indonesia seperti Makassar, Palembang, Medan, Tangerang Selatan dan Kota Tangerang semuanya berada di luar 10 besar, ” tandas Opensignal.

Saksikan video menarik berikut ini:

Eretan Dihantam Banjir Rob, Ketua DPRD Desak Pemerintah Bergerak Cepat

Eretan Dihantam Banjir Rob, Ketua DPRD Desak Pemerintah Bergerak Cepat

JawaPos. com – Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Syaefudin mendesak pemerintah kabupaten buat segera menangani persoala bencana banjir rob di Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon. Pasalnya sudah ada ribuan rumah yang terendam.

“Persoalan ini kudu segera dibenahi. Dipastikan solusinya serta dibantu warganya. DPRD akan lekas menyurati Dinas Pekerjaan Umum, buat meminta seperti apa tanggapanya, ” ujar Syaefudin ketika dihugungi JawaPos. com, Selasa (2/6).

Syaefudin juga menuturkan, dirinya telah melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir rob. Berangkat dari desa Kertawinangun, hingga Eretan Wetan dan Kulon.

“Tadi sore kita sudah melihat daerah-daerah terdampak banjir rob tersebut. Kondisinya memang butuh penanganan yang cepat, ” ujarnya.

Lebih lanjut Syaefudin juga mengutarakan, hingga Selasa (2/6) belum ada laporan dari Badan Penanggulangan Kesengsaraan Daerah (BPBD) Indramayu yang sudah bergerak ke lokasi bencana. Begitupun dengan para petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang seharusnya sudah bisa bergerak ke lokasi bahaya.

“Untuk saat tersebut belum ada laporan dari BPBD Indramayu dan PMI masuk ke saya, ” ujarnya.

Selain mendesak pemkab Indramayu, Syaefudin juga meminta pemerintah pusat segera menyikapi persoalan yang hampir terjadi di seluruh wilayah pesisir miring utara ini. Karena persoalan banjir rob ini tidak hanya berlaku di satu wilayah saja.

“Tentu butuh peran nyata dari pemerintah pusat juga. Sebab banjir rob ini sudah sangat menyusahkan warga yang ada dalam kawasan pesisir pantai utara, ” ujarnya.

Dilansir sejak Radar Indramayu, banjir besar rob itu mulai terjadi sejak seminggu lalu, tepatnya dua hari menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H. Saat itu, gelombang mulia ditambah hujan deras membuat air laut meluap ke wilayah kawasan penduduk. Kejadian itu berlangsung sangat cepat, wargapun sempat dibuat terpesona. Ratusan warga pun sempat mengungsi ke kantor Desa Eretan Wetan.

Dikabarkan, terjangan aliran besar itupun membuat beberapa bercak breakwater atau batu pemecah ombak ambruk. Dari situlah pasang tirta rob lantas menghantam tanggul empang dan akhirnya jebol.

Kondisi itu, membuat warga Eretan Wetan yakni Kodori merasa was-was dengan kondisi banjir rob. Pasalnya, air dari laut itu bisa datang dua kali dalam sehari. Tinggi air yang sudah mengakar rumah pun sudah sampai betis orang dewasa.

“Ini kondisi yang tidak seperti lazimnya. Kami setiap hari was-was sebab air rob bisa masuk rumah sehari dua kali, ” ujar warga yang tinggal di arah Pang itu.

Bahkan, katanya, tidak sudah ada ratusan lebih rumah yang rusak karena banjir rob itu. Mayoritas perekonomian masyarakat pun dibuat lumpuh, apalagai kondisi ini terjadi di tengah pandemi Covid-19.

“Kami sebagai masyarakat, tentu harapanya agar segera ada tindakan cepat dengan nyata dari pihak pemerintah, boleh itu perbaikan tanggul, turab, maupun saluran air, ” pungakasnya.

KPK Tangkap Eks Sekretaris MA Nurhadi

KPK Tangkap Eks Sekretaris MA Nurhadi

JawaPos. com – Tim Penyidik KPK dikabarkan berhasil menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrahman. Nurhadi diciduk bersama menantunya, Rezky Herbiyono yang ditetapkan sebagi buronan KPK sejak 11 Februari 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun JawaPos. com, keduanya dibekuk di kawasan perumahan elit di kawasan Jakarta Selatan. Masa ini Nurhadi bersama menantunya tengah diinterogasi oleh tim KPK, sebelum dibawa ke kantor lembaga antirasuah di bilangan Kuningan, Jakarta Daksina.

“Terima kasih serta penghargaan kepada rekan-rekan penyidik serta unit terkait lainnya yang tetap bekerja sampai berhasil menangkap NHD dan menantunya RH, ” nyata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, Selasa (2/6) dini hari.

Untuk diketahui, Nurhadi menjadi buronan KPK bersama menantunya, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Ketiganya ditetapkan sebagai buronan KPK sejak 11 Februari 2020.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima uang sogok dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah urusan di MA sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.