BUMN Rombak Jajaran Direksi Pelindo I

BUMN Rombak Jajaran Direksi Pelindo I

BUMN Rombak Jajaran Direksi Pelindo I

JawaPos. com – Kementerian Badan Jalan Milik Negara (BUMM) merombak rentetan Direksi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pelindo I, dalam Jakarta, Senin (22/6). SVP Tata usaha Perusahaan Pelindo I Imron Eryandy mengatakan, pergantian pejabat baik itu promosi maupun rotasi suatu kongsi atau instansi adalah suatu perkara yang bisa kapan saja terjadi.

“Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham perseroan mempunyai kekuasaan untuk melakukan pergantian lapisan Direksi maupun Komisaris Pelindo I. Kami mengucapkan terima kasih arah dedikasi dan sumbangsih yang diberikan selama bertugas memangku jabatan Pengurus kepada jajaran Direksi Pelindo I sebelumnya, ” katanya dilansir lantaran Antara, Selasa (23/6).

Kepada jajaran Direksi yang baru, dia berpesan untuk bisa mengemban amanah dengan memberikan yang terbaik bagi kemajuan perusahaan. Perubahan lapisan jajaran Direksi Pelindo I tersebut berdasarkan SK Nomor. SK-213/MBU/06/2020.

Dalam RUPS, Kementerian BUMN mengangkat Dani Rusli Utama jadi Direktur Utama Pelindo I. Sebelumnya, Dani menjabat sebagai Direktur Metode Pelindo II.

Kemudian, Henry Naldi sebagai Direktur SDM dan Umum Pelindo I dengan sebelumnya menjabat sebagai SVP Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pelindo I. Ridwan Sani Siregar diangkat jadi Direktur Operasional dan Komersial.

Sebelumnya, Ridwan menjabat sebagai Direktur Utama PT Prima Terminal Petikemas yang merupakan anak perusahaan Pelindo I. Henri Panggabean diangkat sebagai Direktur Keuangan Pelindo I.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Senior Manager Treasury and Corporate Finance Pelindo II. Sementara itu, Prasetyo diangkat sebagai Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis.

Sebelumnya, Prasetyo menjabat jadi Head of Strategic Planning and Corporate Performance Bureau Pelindo III. Terakhir, Hosadi Apriza Putra diangkat sebagai Direktur Teknik.

Sementara itu, jajaran Komisaris Pelindo I meliputi Achmad Djamaludin sebagai Komisaris Utama, Arman Depari & Winata Supriatna sebagai komisaris. Namun Komisaris Independen dijabat oleh Herbert Timbo Parluhutan Siahaan, Ahmad Hero Mulia Tarigan, dan Irma Suryani Chaniago.