Pasien Positif Covid-19 di Sidoarjo 986 Orang

Pasien Positif Covid-19 di Sidoarjo 986 Orang

Pasien Positif Covid-19 di Sidoarjo 986 Orang

JawaPos. com –Jumlah pasien positif Covid-19 di Sidoarjo, Jawa Timur, mencapai 986 orang setelah pada Senin (15/6) ada penambahan lagi 29 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman seperti dilansir dari Antara mengatakan, masih ditemukan kasus baru pasien positif Covid-19. Penambahan sebanyak 29 orang itu di antaranya di Kecamatan Sidoarjo dua  orang, Buduran satu orang, Candi tiga orang, Gedangan dua orang, Porong satu orang, Taman empat orang, Wonoayu dua orang, dan Tulangan dua orang. Selain itu, Kecamatan Krian tiga orang, Prambon satu orang, Sedati dua orang, Waru empat orang, dan Balongbendo dua orang.
”Untuk pasien sembuh pada Senin (15/6) lumayan banyak mencapai 26 orang sehingga jumlah totalnya sekarang mencapai 150 orang pasien sembuh, ” kata Syaf Satriawarman.

Penambahan konfirm meninggal, kata dia, ada dua orang berasal dari Kecamatan Tulangan dan Kecamatan Sedati. Untuk kasus orang dalam pemantauan bertambah 17 orang menjadi 1. 248 orang dan pasien dalam pengawasan sebanyak 593 orang.

Wakil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sidoarjo Kombespol Sumardji menambahkan, pihaknya telah menyalurkan jamu herbal untuk masyarakat yang terpapar virus korona jenis baru itu. ”Jamu herbal yang disalurkan itu merupakan bantuan dari Kapolda Jawa Timur. Jamu herbal itu diharapkan bisa membantu meningkatkan imun masyarakat sehingga tidak mudah sakit, ” ucap SUmardji.

Sementara itu, kasus baru pasien positif Covid-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melonjak tajam. Senin (15/6) tercatat tertinggi selama pandemi Covid-19 berlangsung dengan total tambahan sebanyak 38 orang. Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali mengatakan, tingginya tambahan positif  Covid-19 itu sesuai prediksi. Sebab, pihaknya melakukan tes masal secara masif kepada beberapa pasien yang berstatus dalam pengawasan.

Selain itu, kata dia, tingginya penambahan kasus bertujuan untuk menyelesaikan klaster besar jilid II, seperti Klaster Surabaya, Sidowungu, Sampoerna, dan Pabean. ”Lonjakan kasus juga untuk menyelesaikan klaster baru, yaitu klaster Pasar Gresik dan Pasar Benjeng, ” kata Saifudin Ghozali.

Selama pandemi berlangsung, di Gresik penambahan kasus positif tertinggi hanya sampai 19 pasien dan itu terjadi pada Selasa (9/6). ”Untuk Senin (15/6), tambahan positif sebanyak 38 orang. Mereka berasal dari klaster Surabaya 7 orang, klaster Pasar Gresik/Krempyeng 1 orang, klaster Pasar Benjeng 14 orang, klaster Pasar Pabean 6 orang, dan klaster Sampoerna 3 orang. Sebanyak 7 pasien klasternya masih dalam pendalaman Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, ” terang Saifudin Ghozali.

Saksikan video menarik berikut ini: