Implementasi Protokol Kesehatan Ojol Kunci Menyekat Penyebaran Covid-19

Implementasi Protokol Kesehatan Ojol Kunci Menyekat Penyebaran Covid-19

Implementasi Protokol Kesehatan Ojol Kunci Menyekat Penyebaran Covid-19

JawaPos. com – Pemakai sepeda motor, khususnya ojek online (ojol) sudah diperbolehkan beroperasi mengangkut penumpang di masa pandemi Covid-19.

Namun, pengguna tetap menerapkan protokol kesehatan, serta mengacu pada Peraturan Kementerian Perhubungan Cetakan 41 Tahun 2020 tentang Pengoperasian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Ketua Hijau Doctors Network Indonesia, Andi Khomaini mengamini hal tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan. Di samping tersebut, para ojol juga harus menerapkan perilaku hidup bersih dan bugar pada masa pandemi Covid-19. Hal ini merupakan panduan penting untuk pengemudi dan penumpang agar tidak menularkan atau pun tertularkan.

“Kalau penumpang dan pengemudi ojek masing-masing menerapkan protokol kesehatan tubuh maka tidak akan ada dengan tertular dan menularkan, ” ujar Andi di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (13/6).

Andi mengingatkan dalam masa adaptasi kultur baru, bagi para penumpang serta pengemudi diharapkan untuk selalu memakai masker, cuci tangan dan menggunakan helm sendiri yang memiliki penghabisan di bagian wajah.

“Penerapan protokol kesehatan pada ojol dengan menggunakan masker, sering cuci tangan dan menggunakan helm milik sendiri yang mempunyai penutup di bagian wajah, hal ini tentunya meminimalisir penularan Covid-19, ” sebutan Andi yang merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

Tatkala itu, Adilla Lestari pengemudi ojol menyatakan sejak diperbolehkan beroperasi kembali pengemudi ojol telah menerapkan aturan kesehatan.

“Pengemudi dibekali hand sanitizer dan masker, kalau ada penumpang yang tidak membawa masker, kami pun akan menyerahkan masker untuk penumpang, selain itu helm yang digunakan yang memiliki penutup dibagian wajah, ” membuka Adilla.

Adilla menambahkan, operator ojol juga memberikan partisi yang dipasang diantara pengemudi dan penumpang agar menghindari penularan Covid-19.

“Kami diberikan partisi yang dipasang di punggung pilot sebagai pembatas. Selain itu, motor disemprotkan disinfektan secara rutin & pembayaran lebih banyak menggunakan kekayaan elektronik daripada tunai, ” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini: