Produksi di Jember Melimpah, Sayur-mayur Oleh karena itu Sampah

Produksi di Jember Melimpah, Sayur-mayur Oleh karena itu Sampah

Produksi di Jember Melimpah, Sayur-mayur Oleh karena itu Sampah

JawaPos. com – Jumlah buatan yang begitu tinggi membuat kadar sayur-mayur di sejumlah wilayah Jatim kini begitu merana. Salah kepala yang terparah terjadi di Jember. Kini sebagian besar komoditas itu terbuang percuma.

Pemicunya, tingginya kapasitas produksi tak diimbangi dengan konsumsi. Pada saat konsumen lokal tak bisa menyerap, sayur-mayur di kabupaten ini tak mampu dikirim ke luar karena tertutupnya mayoritas jalur distribusi akibat pandemi Covid-19.

Akibatnya, saat ini tempat pembuangan sampah menjadi lahan baru sayur-mayur itu. Misalnya, dalam TPA Pakusari. Kini TPA tersebut dihiasi dengan sampah organik, khususnya sayur-mayur.

Bahkan, dibanding pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak peternak yang datang ke TPA Pakusari untuk mencari pakan. Ya, di gunungan sampah tersebut terdapat banyak sampah sayur-sayuran. Bahkan, ada sampah sayur terong dalam satu sak penuh. Salah satunya adalah Feri Irawan. Bersama orang tuanya, dia mencari pakan peliharaan di TPA Pakusari. ”Ini buat pakan sapi, ” terangnya.

Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro membuktikan, pada pandemi korona seperti itu, petani hortikultura merana. Sebab, kehormatan tanaman sayur dan buah hancur-hancuran. ”Down semua lihat harga begitu, ” paparnya.

Pokok, tanaman hortikultura produksi Jember dengan biasanya disalurkan ke berbagai wilayah mulai tersendat. Dengan demikian, penerapan sayuran di Jember itu melimpah. Ditambah, serapan atau konsumsi kelompok tidak bisa menyerap semua buatan sayur. Kondisi itulah yang melaksanakan hasil pertanian sayuran menghiasi TPA Pakusari.