Eretan Dihantam Banjir Rob, Ketua DPRD Desak Pemerintah Bergerak Cepat

Eretan Dihantam Banjir Rob, Ketua DPRD Desak Pemerintah Bergerak Cepat

Eretan Dihantam Banjir Rob, Ketua DPRD Desak Pemerintah Bergerak Cepat

JawaPos. com – Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Syaefudin mendesak pemerintah kabupaten buat segera menangani persoala bencana banjir rob di Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon. Pasalnya sudah ada ribuan rumah yang terendam.

“Persoalan ini kudu segera dibenahi. Dipastikan solusinya serta dibantu warganya. DPRD akan lekas menyurati Dinas Pekerjaan Umum, buat meminta seperti apa tanggapanya, ” ujar Syaefudin ketika dihugungi JawaPos. com, Selasa (2/6).

Syaefudin juga menuturkan, dirinya telah melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir rob. Berangkat dari desa Kertawinangun, hingga Eretan Wetan dan Kulon.

“Tadi sore kita sudah melihat daerah-daerah terdampak banjir rob tersebut. Kondisinya memang butuh penanganan yang cepat, ” ujarnya.

Lebih lanjut Syaefudin juga mengutarakan, hingga Selasa (2/6) belum ada laporan dari Badan Penanggulangan Kesengsaraan Daerah (BPBD) Indramayu yang sudah bergerak ke lokasi bencana. Begitupun dengan para petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang seharusnya sudah bisa bergerak ke lokasi bahaya.

“Untuk saat tersebut belum ada laporan dari BPBD Indramayu dan PMI masuk ke saya, ” ujarnya.

Selain mendesak pemkab Indramayu, Syaefudin juga meminta pemerintah pusat segera menyikapi persoalan yang hampir terjadi di seluruh wilayah pesisir miring utara ini. Karena persoalan banjir rob ini tidak hanya berlaku di satu wilayah saja.

“Tentu butuh peran nyata dari pemerintah pusat juga. Sebab banjir rob ini sudah sangat menyusahkan warga yang ada dalam kawasan pesisir pantai utara, ” ujarnya.

Dilansir sejak Radar Indramayu, banjir besar rob itu mulai terjadi sejak seminggu lalu, tepatnya dua hari menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H. Saat itu, gelombang mulia ditambah hujan deras membuat air laut meluap ke wilayah kawasan penduduk. Kejadian itu berlangsung sangat cepat, wargapun sempat dibuat terpesona. Ratusan warga pun sempat mengungsi ke kantor Desa Eretan Wetan.

Dikabarkan, terjangan aliran besar itupun membuat beberapa bercak breakwater atau batu pemecah ombak ambruk. Dari situlah pasang tirta rob lantas menghantam tanggul empang dan akhirnya jebol.

Kondisi itu, membuat warga Eretan Wetan yakni Kodori merasa was-was dengan kondisi banjir rob. Pasalnya, air dari laut itu bisa datang dua kali dalam sehari. Tinggi air yang sudah mengakar rumah pun sudah sampai betis orang dewasa.

“Ini kondisi yang tidak seperti lazimnya. Kami setiap hari was-was sebab air rob bisa masuk rumah sehari dua kali, ” ujar warga yang tinggal di arah Pang itu.

Bahkan, katanya, tidak sudah ada ratusan lebih rumah yang rusak karena banjir rob itu. Mayoritas perekonomian masyarakat pun dibuat lumpuh, apalagai kondisi ini terjadi di tengah pandemi Covid-19.

“Kami sebagai masyarakat, tentu harapanya agar segera ada tindakan cepat dengan nyata dari pihak pemerintah, boleh itu perbaikan tanggul, turab, maupun saluran air, ” pungakasnya.