Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Jalankan Skema Leader-Follower

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Jalankan Skema Leader-Follower

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Jalankan Skema Leader-Follower

JawaPos. com –  Tiga merek yang beraliansi yaitu Renault-Nissan-Mitsubishi memulai babak anyar di tengah krisis ekonomi dengan disebabkan covid-19. Meskipun ketiganya mempercakapkan hal ini sebelum terjadi pandemi saat Januari tahun lalu setelah kasus penangkapan mantan Kepala Perserikatan Carlos Ghosn di Tokyo.

Ketiganya mempersiapkan strategi perdana yang disiapkan untuk mempertahankan kehadiran di industri otomotif global. Dimana untuk rencana keseluruhan seluruh bagian aliansi akan mendapatkan fokus pemasaran yang berbeda pada tiap wilayahnya.

Seperti dikutip pada laman autocar. co. uk , skema baru yang akan dijalankan bernama ‘Leader-Follower’. Besar ini akan menambah efisiensi menggunakan berbagi produksi dan pengembangan secara mendasar.

Jean-Dominique Senard selaku Kepala Aliansi, menerangkan kalau kesepakatan baru ini akan menaikkan besar kerja sama ketiga pemilik merek. Serta juga akan memotong biaya pengembangan model baru maka 40 persen.

Di dalam kesepakatan tersebut, nantinya Renault menjadi merek yang akan memimpin dalam pasar Eropa dan akan mempelopori pengembangan SUV segmen B tingkatan baru.

Sedangkan Nissan memimpin di Jepang, Amerika Melahirkan, dan Tiongkok dengan mengembangkan tingkatan baru SUV segmen C Nissan Qashqai hingga 2025.

Bagaimana dengan Mitsubishi? Merek Jepang ini akan memperkuat fokusnya dalam pasar Asia Tenggara (ASEAN) & Oceania; Australia dan selandia Baru.

Kesepakatan ‘Leader-Follower’ juga ada kesepakan berbagi platform ‘beyond’ termasuk bagian “upper bodies” organ. Hal ini akan melakukan buatan bersama-sama bila dimungkinkan. Seperti contoh produk Mitsubishi Xpander dikembangkan Nissan menjadi Livina.

“Kami akan fokus pada efisiensi dan daya saing daripada volume (penjualan). Kerangka baru akan membolehkan setiap anggota Aliansi menambah kapabilitas pokok dan manfaatnya dari kapabilitas tanda lain. Tujuannya untuk meningkatkan profitabilitas dan daya saing, ” perkataan Senard.

Meskipun Renault menjadi merek pemimpin di Perserikatan untuk pasar Eropa, namun Nissan maupun Mitsubishi bisa terus menawarkan model kendaraan di setiap daerah, meski masing-masing fokus di segmen pasarnya yang kuat.

Mitsubishi dalam aliansi ini pula memimpin pengembangan mobil bertenaga elektrik. Hal ini berkat keberhasilan Outlander PHEV di Eropa. Padahal Nissan Leaf juga tak kalah mentereng namanya di pasar Amerika Konsorsium.