Menang Data SGP Dengan Game Gratis

tuantogel-slide3

Menang Data SGP Dengan Game Gratis

Cara tercepat dan termudah untuk mendapatkan hadiah Lotere Data SGP Rp. 1000 pertama Anda adalah dengan memainkan permainan yang ditawarkan di situs. Sebagian besar permainan lotere telah diprogram untuk dimainkan tanpa hadiah uang tunai, tetapi jika Anda ingin memenangkan uang dengan memainkan permainan, kemungkinannya bertentangan dengan Anda. Pengundian lotere diadakan setiap minggu, jadi periksalah situs secara teratur untuk permainan baru. Setelah Anda menemukan game yang Anda sukai, cukup masuk dan mulai bermain.

Setiap minggu, hadiah jackpot ditarik, dan pemain dapat bermain untuk memenangkannya. Hadiah jackpot untuk setiap pengundian ditentukan oleh berapa banyak pemain yang telah mendaftar untuk sebuah permainan, dan berapa banyak uang yang telah dibayarkan pada pengundian sebelumnya. Hadiah jackpot untuk lotere didasarkan pada jumlah orang yang telah memasuki permainan dan memenangkan hadiah dalam beberapa undian terakhir. Di masa lalu, hadiah jackpot setidaknya bernilai satu juta dolar. Ada beberapa permainan yang tidak menawarkan hadiah kemenangan, tetapi bonus uang tunai, bukan hadiah uang.

Selain hadiah jackpot, situs web juga mempublikasikan nama dan alamat pemenang undian. Ini memungkinkan setiap pemain yang tertarik untuk melacak kemenangan beruntun mereka. Jika Anda kebetulan menjadi pemenang undian dan memiliki kartu Jaminan Sosial yang valid, SIM, dan kartu identitas, Anda akan dapat mencairkan hadiah jackpot dan mendapatkan cek melalui pos.

Meskipun tidak semua permainan online undian lotere sama, ada banyak variasi di antara permainan. Anda akan menemukan bahwa setiap gambar menawarkan hadiah jackpot spesialnya sendiri. Memenangkan hadiah jackpot mengharuskan pemain yang menang untuk menempatkan lebih banyak nomor pemenang daripada nomor tertinggi berikutnya yang dimainkan. Misalnya, jika pemain memenangkan undian dan memainkan semua enam nomor, mereka harus menempatkan nomor paling banyak berikutnya yang dimainkan sebagai enam untuk memenuhi syarat untuk hadiah jackpot.

Banyak orang merasa mudah untuk memainkan permainan lotere online ini. Situs ini telah dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan. Yang dibutuhkan hanyalah alamat email dan kartu kredit. Situs ini akan memberikan nomor yang akan diundi dan hadiah jackpot yang sesuai. Selama Anda telah mendaftar untuk suatu permainan dan membayar biaya pendaftaran, Anda akan dapat menikmati permainan online penuh peluang.

Anda juga dapat mendaftar untuk permainan gratis dan mencobanya untuk mengetahui apakah situs tersebut cocok untuk Anda. Tidak ada risiko yang terlibat dan Anda bisa mendapatkan kemenangan instan dari bermain lotre. Anda bahkan dapat memenangkan hadiah dengan bermain lotre bersama anak-anak Anda.

Tanpa Lupa Bahagia

Tanpa Lupa Bahagia

”Jangan lalai bahagia” jelas lebih terasa mudah untuk dikatakan daripada dilakukan. Pertama karena kita tahu, kesedihan bukanlah sesuatu yang direncanakan. Ia mampu datang kapan saja.

—

THE Discomfort of Evening , novel debut setia Belanda Marieke Lucas Rijneveld yang tahun ini memperoleh penghargaan The International Booker Prize, dibuka secara lanskap yang tampak membahagiakan: sebuah rumah penuh kedamaian di peternakan, keluarga yang saleh, menjelang Natal.

”Keluarga yang saleh”, kita tahu, sering kali menjelma gambaran keluarga yang ideal. Dia dibayangkan jauh dari segala dengan jahat dan kotor. Di novel ini bahkan sampai titik pada mana tak ada saluran TV komersial. Hanya TV Netherland satu, 2, atau 3 yang tidak ada ”orang telanjang”. Keluarga taat adalah keluarga yang terlindungi sebab noda dunia.

Akan tetapi, dunia yang terlindung pun mempunyai akhir: kematian. Andai kematian ialah pusat dari kosmologi kesalehan, sebab perbuatan baik dan ibadah kala kali merupakan bekal untuk kesibukan yang akan datang, kematian tetaplah kematian. Ia memberikan rasa tak nyaman bagi yang hidup.

”Meskipun mereka menceritakan hal-hal baik mengenai abangku, kematian tetaplah terasa menjijikkan…” kata Jas, sang narator, di hadapan peti asal Matthies, abangnya.

Seketika, keluarga itu mulai diliputi keprihatinan, juga keputusasaan. Ironisnya, orang kerap semakin mendekat kepada agama, pada Tuhan, ketika malapetaka datang menghampiri, mencari perlindungan dan penghiburan. Pada saat yang sama, bisa pula menyusun orang semakin menjauh, merasa tak memperoleh perlindungan maupun penghiburan.

Si ibu mulai tidak lagi makan bersama sekaligus tak banyak makan seperti sebelumnya. Tubuhnya mulai kurus. Mereka memang sedang pergi ke gereja, tapi hanya agar ”tetangga tahu kamu pegari dan meskipun apa yang berlaku, kami masih percaya kepada-Nya. ”

Obbe, salah kepala anak di keluarga itu, mulai mempertanyakan apa itu kematian dan bermain-main dengan kematian: ia menancapkan seekor hamster ke dalam kaca berair, menutup gelas itu secara telapak tangannya. Di depan matanya, hamster itu melonjak ke segala sisi, mata membelalak, sebelum hancur.

Marieke Lucas Rijneveld, seorang penulis bergender non-binari, perlahan (dan sedikit menyayat-nyayat) mengisahkan mengenai peta kesedihan, dikontraskan dengan kesibukan keluarga yang demikian taat dalam nilai-nilai agama.

Akan tetapi, bahkan dalam kemuramannya, novel itu menawarkan percik-percik humor meskipun sejenis humor kelam. Ketika anak-anak tersebut mandi kelewat lama, misalnya, sang ayah akan menakut-nakuti bahwa indra peraba mereka akan mengelupas dan ia terpaksa menjemurnya seperti menjemur indra peraba kelinci.

Mengucapkan juga:

Ketika Jay berpikir untuk pergi dari rumah, tanah pertanian dan kampung itu, saudarinya memakai baju abu mereka dan berpura-pura menjadi seorang gentleman dari kota yang bakal menyelamatkan gadis desa. Ia mencium Jay, melesakkan lidah ke dalam mulutnya, membuat Jay kemudian bekerja, ”Aku seorang pedofil. ”

”Bukan. Pedofil harusnya adam, tua, dan beruban. Kau perempuan, sepertiku, ” kata Hanna, saudarinya, yang langsung disergap Jay secara kelegaan, ”Terima kasih, Tuhan. ”

Dengan bahasa dengan sering blak-blakan, novel ini dasar memiliki kualitas untuk mengganggu kenyamanan kita. Kutipan-kutipan biblikal yang berserakan di sana sini terasa laksana ejekan pada sikap kesalehan dengan macam burung beo, alih-alih konfirmasi pada berbagai tindakan dan perkataan.

Ditambah dengan penjelasan yang tanpa tedeng aling-aling: bagaimana sabun batangan mencoba melancarkan jalan belakang si anak yang beberapa hari tak bisa buang air besar, misalnya. Atau bagaimana ketika si tokoh berpikir kotoran dalam perut merupakan miliknya, tapi sekali keluar, menjadi milik dunia.

Kesusastraan Belanda bisa oleh karena itu kurang populer di Indonesia, terlepas dari hubungan sejarah yang mempertautkan kedua bangsa. Bagi saya pribadi, novel ini merupakan sejenis daya perkenalan kembali, yang tak pernah betul-betul akrab.

Kembali ke urusan kematian, melalui roman ini Marieke Lucas Rijneveld mengajukan satu pertanyaan tersirat, apa lawan dari kematian? Kelahiran! Dan kemunculan manusia, sebagaimana hewan-hewan, datang melalaikan sesuatu yang sering kali malah tabu dibicarakan: seks.

Ia mendekatkan seseorang untuk menjelma pendosa.

Semakin jauh dari hari kematian abang mereka, kenangan kematiannya tak juga melempem, tapi malah menimbulkan imajinasi liar, gelap, dan mengganggu. Bocah-bocah itu memperoleh penghiburan kecil dari pengalaman-pengalaman yang tampak menantang.

Dari urusan payudara gadis dengan hanya tumbuh jika dilihat bocah lelaki hingga sepuluh detik sampai percobaan meletakkan kaleng minuman soda ke kemaluan anak gadis. Mereka tahu tengah melintasi daerah kritis, sejenis wilayah gelap di seberang sana, tapi tak bisa menghindar darinya.

”Sakit? ” tanya sang narator ke saudarinya selepas ia mengalami pengalaman seksual pertama dengan kaleng minuman. ”Tidak. Enak, kok. ”

Di ruang keluarga yang saleh, mereka tahu harus menyembunyikan kemahiran seperti itu. Mungkin itu juga makna kenapa Jay terus memikirkan ibunya menyembunyikan orang Yahudi di gudang bawah tanah dari kejaran Nazi.

Bahwa kehidupan harus sedikit disembunyikan dari sang ajal. (*)


EKA KURNIAWAN , setia dan novelis, nomine The Man Booker International Prize 2016

Saksikan video menarik dibawah ini:

PREVIEW El Clasico: Gol Ansu Fati Lebih Dinanti Ketimbang Gol Messi

PREVIEW El Clasico: Gol Ansu Fati Lebih Dinanti Ketimbang Gol Messi

JawaPos. com – Ikatan emosional menjadi salah satu faktor Ronald Koeman dipilih sebagai entrenador FC Barcelona perut bulan lalu. Pria berkebangsaan Belanda itu merupakan sweeper andalan Barca pada era 1989–1995.

Kembalinya Koeman ke Barca turut berdampak pada nilai sentimental El Clasico edisi ke-278 di Camp Nou malam nanti (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 21. 00 WIB). Yakni, membabitkan lintas generasi rivalitas dua perkumpulan.

Entrenador 57 tahun itu merupakan sosok paling senior. Koeman berharta di dekade yang berbeda secara entrenador Real Madrid Zinedine Zidane yang berkostum pemain pada 2001–2006.

Tintin –julukan Koeman– bakal jadi lawan adu taktik yang berbeda ketimbang entrenador Barca dengan pernah dihadapi Zidane seperti Luis Enrique, Ernesto Valverde, hingga Quique Setien.

Kekalahan bersambung di La Liga (0-1 sebab Cadiz CF, 18/10, lalu 2-3 oleh Shakhtar Donetsk di Bon Champions, 22/10) membuat Zidane berkecukupan dalam posisi sulit.

”Saya bisa menikmatinya (El Clasico). Apalagi di Camp Nou (tidak pernah kalah atau 2 kala menang dan 3 kali seri, Red), ” tutur pelatih yang telah memenangkan tiga gelar Liga Champions serta masing-masing dua membuat di La Liga, Copa del Rey, Supercopa de Espana, Beker Super Eropa, dan Piala Negeri Antarklub itu dilansir AS.

Kepada El Mundo Deportivo, Koeman juga tidak terbebani melaksanakan El Clasico pertamanya sebagai penyuluh. ”Jadi pemain Barca merupakan peristiwa istimewa dan semakin istimewa saat tampil di El Clasico. Tidak banyak perubahan (dari El Clasico sejak masih aktif hingga saat ini, Red). Jika salah satu malang, maka akan dihujani hujatan, terutama pelatihnya, ” beber pelatih secara statistik 3 kali menang, 1 kali seri, dan 1 kali kalah bersama Barca itu.

Seperti sektor pelatih, pemain kedua tim di El Clasico malam nanti juga berwarna dengan lintas generasi. Para pemain superior atau sudah membela minimal sedekade masih ada seperti Lionel Messi, Gerard Pique, dan Sergio Busquets di Barca. Real diwakili kapten Sergio Ramos, Marcelo, serta Karim Benzema.

Yang maka pertanyaan, apakah nama-nama veteran tersebut masih tetap mendapat panggung malam nanti atau justru beralih pada pemain-pemain muda seperti Ansu Fati, Pedri, dan Sergino Dest pada Barca. Kemudian, di Los Merengues ada Vinicius Junior, Rodrygo Goes, maupun Luka Jovic.

Vinicius mampu mencatatkan namanya pada papan skor dalam El Clasico terakhir di Estadio Santiago Bernabeu (2/3). Striker 20 tahun asal Brasil itu membuka kemenangan 2-0 Real atas Barca dalam jornada ke-26 La Liga musim lalu.

Saat ini, Vinicius juga menjadi pemain tersubur Real dengan 3 gol. Bukan Benzema yang baru mengemas sebiji lulus. Situasinya sama di Barca. Ansu Fati dengan koleksi 4 gol berada di atas Messi (2 gol).

Musim berarakan, Fati hanya tampil 16 menit dalam dua edisi El Clasico. ”Saat ini, Barcelonistas mungkin bertambah menantikan golnya (gol Ansu Fati ketimbang gol Messi, Red), ” tulis Marca.

Warga Swadaya Perbaiki Jembatan Titi Panegara, Berharap Jadi Permanen

Warga Swadaya Perbaiki Jembatan Titi Panegara, Berharap Jadi Permanen

JawaPos. com – Warga yang tinggal di Daerah Polonia dan Medan Baru seakan terpisahkan dengan Sungai Babura dengan membelah kawasan tersebut. Beruntung pemerintah membangun jembatan Jembatan Titi Panegara pada 1986.

Kini jembatan itu sudah setahun rusak dan terbengkalai. Walaupun sudah diperbaiki secara swadaya warga setempat, namun kondisinya masih memprihatinkan. Warga berharap ada perbaikan besar karena jembatan itu bagi warga Polonia Medan, adalah akses utama. Baik untuk warga maupun bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

“Jembatan ini sudah berkali-kali rusak. Setiap harinya hampir 1. 000 sepeda motor lewat dari sini. Kehadirannya sangat dibutuhkan. Kami (warga) dengan swadaya berupaya memperbaiki, ” ucap Poniran, warga setempat dalam hadapan Muhammad Bobby Afif Nasution, calon wali kota Medan.

Bobby Nasution pada Jumat (23/10) sengaja datang dan meninjau langsung kondisi jembatan rusak dengan sering dikeluhkan warga Polonia Daerah. Infrastruktur itu sangat vital bagi warga karena menjadi akses sari untuk menghubungkan Medan Polonia serta Medan Baru.

Poniran dan warga lainnya berharap Bobby Nasution dapat memperjuangkan perbaikan jembatan itu. Setidaknya, jika terpilih di Pilwali Medan pada 9 Desember 2020 nanti, harapan itu dapat diwujudkan. “Kalau Pak Bobby terbatas wali kota, tentu memperjuangkan perbaikan jembatan ini jadi permanen, ” kata Poniran.

Bila sudah permanen, warga pun tak perlu lagi waswas melintas di jembatan itu untuk menyeberang sungai. Apalagi jembatan itu dapat menyerahkan akses ke kampus USU.

Bobby Nasution sudah mengihimpun informasi dari warga tentang status Jembatan Titi Panegara. “Tadi aku sudah tanya apakah pernah diajukan melalui musrenbang. Sebenarnya jembatan itu memang layak diperbaiki tapi mematok sekarang memang belum pernah dibangun infrastruktur dari pemerintah, ” tuturnya.

Menurut menantu Pemimpin Jokowi itu, jembatan tersebut tercatat jalur utama bagi masyarakat. Kondisi jemabtan berdekatan dengan kampus USU. Jembatan itu jadi akses untuk mahasiswa untuk ke kampus.

“Kata warga, dulunya ulama sekitar jembatan juga sering terhambat, apalagi di pagi hari. Oleh karena itu nanti saat memimpin akan kita perbaiki infrastrukturnya, ” pungkasnya.

Saksikan video menjadikan berikut ini:

Pandemi Covid-19, Permintaan Produk Elektronik Terbang

Pandemi Covid-19, Permintaan Produk Elektronik Terbang

JawaPos. com – Perubahan kebiasaan ketika pandemi Covid-19 dengan banyak dalam rumah meningkatkan permintaan terhadap produk-produk elektronik maupun peralatan rumah nikah. Setidaknya, itu yang disampaikan sebab Direktur UFO Elektronik Surabaya Poedji Harixon.

Kata Poedji, penjualan pada semester pertama 2020 terjadi pertumbuhan sebesar 10 komisi. Yang menopang pertumbuhan tersebut kurun lain untuk produk kategori cooking semacam kompor tanam, kemudian air conditioning (AC), freezer dan water heater .

”Kompor tanam sangat diminati karena ibu famili makin sering memasak selama pandemi, ” ujarnya, Rabu (21/10).

Tingginya animo honorarium produk elektronik maupun peralatan rumah tangga sendiri terasa pada periode transisi setelah pelaksanaan PSBB. Makin kebutuhan mesin cuci diperkirakan bakal meningkat memasuki musim penghujan. ”Perkiraan kami, permintaan akan terus naik sampai dengan Desember nanti, ” papar Poedji.

Tingginya permintaan juga dirasakan pabrikan. Direktur MODENA Indonesia Bagus Y. Prastowo mengatakan, sampai September produk-produk home appliances telah mencatat pertumbuhan penjualan sampai dua digit. ”Kenapa masih tumbuh? Karena kami fokus menggarap bagian menengah ke atas yang tak terdampak pandemi, ” lanjutnya.

Menurutnya pada masa pandemi ada shifting perilaku konsumen. Contohnya chest freezer yang biasanya banyak dipakai pabrik, kini justru diminati konsumen panti tangga. ”Mereka lebih suka menyetok bahan makanan beku di sendi. Saking tingginya permintaan, sampai pengganggu stok, ” tandasnya.

Selain chest freezer, produk yang juga tinggi permintaan adalah water heater . ”Akhir semester lalu kami meluncurkan buatan baru dan animo pasar molek, ” urainya. Tingginya permintaan memerosokkan pihaknya untuk merevisi produksi water heater .

Saksikan video menjadikan berikut ini:

Sri Mulyani Sebut Sisi Baik Pandemi, Mempercepat Proses Digitalisasi

Sri Mulyani Sebut Sisi Baik Pandemi, Mempercepat Proses Digitalisasi

JawaPos. com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memandang, teknologi dapat menjadi solusi untuk menetap hidup di tengah wabah Covid-19. Penggunaan teknologi bisa menjadi pilihan cara dalam mencari nafkah maupun mempertahankan bisnis perusahaan di saat pembatasan sosial diterapkan demi memotong rantai penyebaran Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, wabah Covid-19 tenggat detik ini masih belum sudah. Maka, teknologi menjadi alat pembantu penting dalam krisis kesehatan semacam ini. Maka dari itu, dipandang dari sisi baiknya, pandemi telah mempercepat proses digitalisasi dan mengganti cara hidup.

“Teknologi telah membantu banyak dari kita bertahan dalam situasi yang menantang ini, ” ujarnya saat menjadi pembicara kunci di acara webinar Southeast Asia Development Symposium (SEADS), Rabu (21/10).

Sri Mulyani mengatakan, sejak Maret tahun ini, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat telah dibatasi. Pembatasan tersebut menyebabkan kelompok masyarakat paling lembah menjadi yang paling terdampak.

Menurut Sri Mulyani, lupa satu upaya mengatasi dampak tersebut adalah melalui pemanfaatan teknologi. “Social distancing yang diterapkan telah mendorong banyak pihak perusahaan dan negeri untuk berkreasi dan memanfaatkan teknologi seperti penerapan remote working, online schooling, dan e-commerce, ” jelasnya.

Sri Mulyani mengiakan, teknologi telah memberikan berbagai kemungkinan melalui berbagai platform inovasi serta aplikasi yang merupakan alat buat membuat hidup lebih menjadi lebih mudah. Menurutnya, berkembangnya teknologi sukses membuat restrukturisasi dan menggairahkan rekan baik di negara maju maupun di negara berkembang.

“Pengembang teknologi membentuk kembali industri, merestrukturisasi pasar, dan mendefinisikan kembali kepentingan persaingan. Tidak serta merta menentukan siapa pemenang dan pecundang atau peran yang dapat dimainkan oleh pembuat kebijakan untuk membakar pertumbuhan inklusif yang didorong sebab perubahan teknologi ini, ” tuturnya.

Tersedia yang Timpukin Polisi di Patung Kuda, Dipukulin Massa Lainnya

Tersedia yang Timpukin Polisi di Patung Kuda, Dipukulin Massa Lainnya

JawaPos. com – Unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja dalam Senin ini (20/10)di Patung Pedati Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat tiba memanas. Setelah massa dari klan mahasiswa dan buruh meninggalkan tempat unjuk rasa, datang sekelompok pengikut remaja.

Banyak dibanding mereka membawa bendera Merah Putih. Mereka tetap bertahan di balik  kawat berduri hingga pukul 17. 35 WIB. Tidak jelas barang apa yang dituntut oleh mereka.

Dandim 0501/Jakarta Pusat Kolonel Inf Wahyu Yudhana sempat meminta massa untuk membubarkan diri. Namun, tak dihiraukan oleh massa.

“Adek-adek, saya hormat kepada kalian. Unjuk rasa sudah siap, aspirasi kalian akan kami sampaikan, ” kata Wahyu di kedudukan, Selasa (20/10).

Imbauan tersebut tidak dihiraukan oleh pengikut. Bahkan terlihat ada beberapa kali lemparan botol air mineral pada petugas. Pelaku pelemparan botol minuman mineral bahkan terlihat dipukuli oleh sesama massa lainnya.

Massa merasa kesal oleh perseorangan tersebut karena dianggap memprovokasi. Tatkala itu, dari kejauhan terlihat ada massa yang membakar ban dalam dekat bundaran Patung Kuda. Tetapi, sampai saat ini aparat belum mengambil tindakan apapun untuk membatalkan massa. (*)

Saksikan video menarik berikut tersebut:

MPR: Sosialisasikan Esensi UU Cipta Kegiatan ke Semua Elemen Masyarakat

MPR: Sosialisasikan Esensi UU Cipta Kegiatan ke Semua Elemen Masyarakat

JawaPos. com – Ketua MPR RI Jelas Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah untuk terus berdialog dan menyosialisasikan dasar Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada semua elemen dan organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Karena, menurutnya, dengan pendekatan dialogis atau koneksi dua arah yang konstruktif, haluan mulia dari UU Cipta Kegiatan ini pada akhirnya akan mampu dipahami oleh semua elemen klub.

“Saya mengapresiasi gagasan Presiden Joko Widodo mengutus Mensesneg Pratikno menyerahkan naskah UU Membikin Kerja kepada Pimpinan Nahdlatul Ustazah (NU), pimpinan Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saya meminta para menteri juga menempuh sikap yang sama dan berdialog dengan elemen-elemen masyarakat lainnya untuk menyosialisasikan atau menjelaskan esensi UU Cipta Kerja tersebut, ’’ ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (19/10).

Ketua DPR RI ke-20 ini berharap semua elemen kelompok dapat memahami tujuan UU Membuat Kerja. UU Cipta Kerja dibuat sebagai langkah pemerintah mengantisipasi mutasi dunia yang begitu cepat, khususnya di bidang ekonomi. Perubahan tersebut harus direspons negara dengan segera dan tepat melalui penciptaan kondisi berusaha yang kondusif dan bergaya saing.

“Untuk siap beradaptasi dengan perubahan dunia pada bidang ekonomi, aspek kemudahan berbisnis atau berusaha harus terus ditingkatkan efektivitasnya. Puluhan juta unit Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tak hanya harus diberdayakan, melainkan juga harus dilindungi agar bisa menjadi tuan di negaranya sendiri, ” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Nusantara ini menuturkan, sudah puluhan tarikh bangsa Indonesia berupaya memperbaiki ekosistem investasi. Namun, daya tarik Nusantara sebagai tujuan investasi asing sedang kalah dibanding Vietnam. Investor dalam negeri pun terus mengeluh sebab masih menerima perlakuan tidak sepatutnya dari oknum birokrat di pusat maupun daerah.

“Kalau semua hambatan itu tidak lekas dihilangkan, investasi baru tidak barangkali tumbuh. Kalau investasi tidak muncul, tak ada lapangan kerja dengan tersedia, ” ujar Bamsoet.

Agar tujuan strategis tersebut bisa dicapai, Kepala Badan Jaga Negara FKPPI ini menegaskan perlunya dilakukan penyederhanaan birokrasi. Peran dan fungsi birokrasi yang efektif dalam gilirannya akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas ekosistem investasi.

“Ketika investasi terus berdatangan, lapangan kerja akan tercipta dengan sendirinya. Tingkat pengangguran menurun, perekonomian Nusantara pun akan tumbuh. Karena itulah UU yang baru ini diberi nama Cipta Kerja, ” mengakhiri Bamsoet.

Aymee Sidarta dan Serunya Jadi Kreator Busana Anjing

Aymee Sidarta dan Serunya Jadi Kreator Busana Anjing

Tersedia Shiro, Petto, dan Usagi. Di hadapan tiga Pekingese menggemaskan itu, duduklah Aymee Sidarta sambil senyum-senyum.

—

Dia adalah desainer baju tiga anjing yang diasuh Johan Wijaya dan Steffi Karsono itu. Sabtu siang (17/10) mereka janjian fitting baju.

’’Gampang-gampang susah, ’’ ungkap Aymee tentang profesinya sebagai desainer baju anjing. Ada saja kejadian yang memproduksi dia tak pernah bisa menelantarkan momen saat mendandani anjing. Khususnya tiga anak asuh Johan serta Steffi itu.

Petto pernah membuat Aymee repot pada Maret 2018. Ketika itu, anjing berbulu putih tersebut ikut busana show. Sang pawrent, Steffi, nyata tak mau setengah-setengah. Maka, didapuklah Aymee sebagai desainer. Gaun pink dengan ornamen bulu-bulu dipilih Steffi sebagai kostum Petto. Ada ritme ekor panjang pada kostum itu. Tentu saja, sarat hiasan bulu pula.

’’Ini agak-agak yang paling ribet. Kalau motong kain bulu itu, bulunya lelap ke mana-mana. Sampai-sampai serumah menyilih semua, ’’ kenang Aymee masa dijumpai di kawasan CitraLand kemarin.

Meskipun ribet, alumnus Arsitektur UK Petra itu tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan gaun Petto. ’’Ngerjainnya bener-bener mepet. Kayaknya, semalam udah jadi ekornya itu, ’’ ujar Aymee. Sesudah urusan ekor dan bulu-bulu beres, sisa proses pembuatan gaun kendati gampang saja.

Esoknya, gaun itu dipakai Petto buat berlenggak-lenggok di catwalk. Nah, Aymee beralih profesi dari desainer menjelma fotografer. Itu merupakan bentuk pertolongan Aymee untuk Steffi dan Johan, pawrent Petto yang sekaligus teman baiknya.

Selama menekuni profesi sebagai pet fashion designer, pengalaman apa yang paling emosional buat Aymee? ’’Waktu itu tahu ada baju pesanan yang udah jadi, tapi ada bagian yang kotor kena tanda jahitan, ’’ ungkapnya. Demi kesempurnaan, dia kendati berinisiatif mencuci bagian yang kotor itu.

Tapi, sesudah dicuci, ternyata noda penanda jahitan itu malah melebar ke mana-mana. ’’Aku coba kucek. Eh, kainnya makin rusak. Mau nangis agaknya, ’’ kata Aymee. Kini, peristiwa itu bisa dia kenang sambil tertawa-tawa.

Selain perkara kain, perempuan 25 tahun itu juga sering dibikin pusing karena klien. Ya, anjing-anjing lucu dengan jadi pelanggannya. ’’Kalau dibuat patokan S, M, L itu nggak bakal bisa. Soalnya, proporsi di setiap jenis juga berbeda. Ada yang kakinya pendek, kurus, atau lehernya kecil. Ketebalan bulu juga warga, ’’ jelasnya.

Karena itu, Aymee selalu melebihi ukuran pada bagian-bagian tertentu. Itu untuk mempermudah pemakaian baju dan menghindari kesempitan. Sebab, sering kali zaman tiba waktunya fitting, ukuran tubuh para klien sudah berubah. ’’Kayak baju udah jadi, tapi ternyata anjingnya gemukan. Akhirnya mesti benerin lagi, ’’ ceritanya.

Aymee yang kini berkecimpung pada dunia fashion anjing mengaku melancarkan secara otodidak. Dulu, dia memang pernah ikut kursus fashion semasa sebulan. Tapi, itu fashion buat manusia. Bukan anjing.

Aymee menjadi percaya diri setelah sukses membuatkan pakaian untuk anjing salah seorang teman. ’’Terus, iseng saya upload di Instagram. Ternyata banyak yang suka, ’’ ucap owner Petiquet tersebut.

Dari otodidak dan iseng, tempat kini menekuni aktivitas yang jauh berbeda dengan bidang ilmunya di dunia arsitektur. Dan, banyak baju rancangannya yang memenangi fashion show atau kompetisi kostum.

Ikuti Tren Baju Pribadi

Agar  berbeda, Aymee mengaku tetap menggunakan ilmu arsiteknya buat merancang pakaian anjing. Dunia konstruksi menuntut dia selalu berpikir buat menciptakan desain yang tidak sepadan dengan yang sudah ada. Saat ini, prinsip itu juga dia terapkan untuk bisnis yang ditekuninya.

Perempuan yang berulang tahun tiap 22 Desember itu mengaku terinspirasi baju-baju manusia. ’’Gimana caranya aku bisa jadiin desain baju manusia itu menjadi pakaian juga untuk anjing, ’’ terang Aymee. Itu memaksanya untuk terus berkreasi dan mengikuti tren.

Misalnya, baju rumahan yang kini sedang tren. Aymee lantas menggagas baju kembaran antara pawrent & anjing yang diasuhnya. Dia menamai desain itu Twinsie Loungewear. ’’Fungsinya sama kayak semacam piyama-piyama yang sekarang booming. Dipakai di panti aja oke, dipakai keluar bentar juga masih oke, ’’ sambungnya.

Jenis kain yang Aymee pakai pun beragam. Tidak hanya berfokus pada kain katun. Dia mengaku lebih sering memakai kain daces. ’’Kain ini terkesan elegan mewah gitu. Tapi, lazimnya juga dikombinasikan dengan kain katun dan kain-kain yang lain juga, ’’ tuturnya.

Selain baju, Aymee juga mengkreasikan fashion dengan lain. Mulai cape, tudung, dress, collar tie, bow tie, vest, suit, hingga kimono. Aksesori bunga seperti topi dengan berbagai bentuk juga pernah dia ciptakan. Pada antaranya, witch hat, boater adat, baker hat, topi santa, & topi cheongsam dengan ekor bulu. Setelah anjing dan beberapa kali kucing, kini Aymee berpikir buat merancang busana buat kelinci.

Kejadian Covid-19 di Karanganyar Terus Naik, Stok APD Kembali Menipis

Kejadian Covid-19 di Karanganyar Terus Naik, Stok APD Kembali Menipis

JawaPos. com – Ketersediaan alat pelindung muncul (APD) bagi tenaga kesehatan dengan tergabung dalam Tim Satuan Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Karanganyar, menipis. Jika kasus Covid-19 langsung naik, stok APD hanya cukup untuk satu bulan ke depan.

Kepala pelaksanan Pranata Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Sundoro Budi Karyanto mengungkapkan, stok APD menipis karena banyak warga meninggal akibat Covid-19. Tengah proses pemulasaraan jenazah Covid-19 tetap menerapkan protokol kesehatan. Baik tenaga kesehatan maupun petugas harus ber-APD lengkap.

Sundoro memperhitungkan, jika setiap hari ada dua atau tiga orang meninggal dan harus dimakamkan dengan protokol kesehatan tubuh, maka ketersediaan APD hanya pas untk satu bulan ke aliran.

”Untuk penambahan APD bagai petugas pemulasaraan jenazah, tersebut sedang kami usulkan ke daerah. Kalau untuk yang petugas kesehatan di dinas terkait, masih cukup untuk satu bulan ke depan. Dengan catatan, kalau kasusnya tetap, ” terang Sundoro seperti dikutip Radar Solo, Sabtu (17/10).

Berdasarkan data terakhir hingga Jumat pukul 12. 00, kasus positif Covid-19 di Karanganyar secara akumulatif mencapai 117 orang. Di antaranya yang masih menjalani isolasi sendiri sebanyak 55 orang, rawat inap 62 orang. Kemudian, pasien sehat sebanyak 472 orang, sementara yang meninggal 40 orang.

Disinggung terkait rakor BPBD beriringan tim gugus tugas, Sundoro mengungkapkan, rakor membahas pembahasan Inpres Cetakan 6 Tahun 2020 tentang Penambahan Disiplin dan Penegakan Hukum, Adat Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengoperasian Corona di Kabupaten Karanganyar.

”Yang harus diwaspadai munculnya klaster baru, yakni klaster suku dan klaster perkantoran. Untuk klaster keluarga kami hanya bisa mengedukasi masyarakat. Akan tetapi, untuk yang klaster perkantoran, setiap hari saya melakukan penyemprotan disinfektan, ” tambahan Sundoro.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Sutarno mengatakan, kemaluan kerja sama antarinstansi dalam pengerjaan Covid-19. Apalagi kasus Covid-19 masih cukup tinggi.

”Saat ini kasus yang berkembang lantaran klaster keluarga dan perkantoran. Buat itu, semua harus bersinergi di dalam memutus rantai persebaran di provinsi Karanganyar. Tetap terapkan protokol kesehatan tubuh dalam kehidupan sehari-hari, ” cakap sekda.

Saksikan video menarik berikut ini:

Ratusan Pedagang Pasar Klewer Solo Ikuti Kirab Boyongan

Ratusan Pedagang Pasar Klewer Solo Ikuti Kirab Boyongan

JawaPos. com –Ratusan pedagang Pasar Klewer Timur Solo, Jawa Sedang, mengikuti kirab boyongan dari rekan darurat. Hal itu seiring dengan selesainya pembangunan pasar tekstil tersebut.

Kirab yang digelar di Solo, Jumat (16/10), dilengkapi dengan dua buah gunungan dari pakaian yang diarak selama kirab. Kirab dimulai dari pasar darurat di kawasan Alun-alun Utara Solo menuju Pasar Klewer Timur, melewati Supit Urang Keraton Kasunanan Surakarta.

”Gunungan ini ialah bentuk rasa syukur kami sebab akhirnya pasar sudah selesai dibangun setelah kami menunggu tiga tahun. Seluruh pedagang juga sudah menyambut kunci kios masing-masing, ” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Klewer Timur Sutarso seperti dilansir daripada Antara .

Selain gunungan, beberapa pedagang perempuan berpakaian adat Jawa terlihat menggendong beberapa barang dagangan. Di antaranya pakaian dan kain.

Sutarso mengatakan, para pedagang bakal mulai berjualan di pasar terakhir pada Senin (19/10).

Sementara itu, Wali Kota Surakarta F. X. Hadi Rudyatmo meminta para pedagang segera melakukan ancang-ancang untuk membuka kios dengan pasti menerapkan protokol kesehatan. ”Silakan dagangannya segera ditata tetapi harus tetap pakai masker, ” kata F. X. Hadi Rudyatmo.

Dia juga bersyukur pada alhasil pasar tersebut selesai dibangun. Jadi, 526 pedagang bisa kembali berniaga di Pasar Klewer.

”Kami bersyukur karena pembangunan pasar ini sempat beberapa kali tertunda tetapi sekarang mereka bisa berniaga dan menempati tempat yang bertambah layak di sana, ” nyata F. X. Hadi Rudyatmo.

Saksikan video mengakui berikut ini: